Refleksi Isra Mikraj di Unikama, SMK PGRI 7 Singhasari Fokuskan Pembinaan Karakter Religius

Editor

Yunan Helmy

24 - Jan - 2026, 12:21

SMK PGRI 7 Singhasari Kota Malang melaksanakan kegiatan peringatan Isra Mikraj di Masjid Al Farabi Unikama. (ist)

JATIMTIMES - Di tengah ritme sekolah yang kian padat dan dunia yang makin bising, SMK PGRI 7 Singhasari Kota Malang memilih berhenti sejenak untuk menata batin. Melalui peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang digelar belum lama ini di Masjid Alfarabi Unikama, sekolah ini mengajak seluruh siswa menjadikan salat bukan sekadar kewajiban formal, melainkan kebutuhan hidup yang memberi arah dan ketenangan.

Kegiatan keagamaan tersebut diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta tenaga kependidikan dengan suasana yang tertib dan penuh kekhusyukan. Dalam momentum itu, SMK PGRI 7 Singhasari menegaskan komitmennya menanamkan nilai spiritual sejak dini, agar peserta didik tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi iman yang kuat sebagai bekal menghadapi kehidupan.

Baca Juga : Siswa dengan Rata-Rata Nilai 90 Masih 21 Persen, SMPN 1 Singosari Targetkan 50 Persen di 2026

Peringatan Isra Mikraj kali ini menghadirkan Ustad Dr KH Sudirman Nahrawi MAg sebagai penceramah. Dalam tausiyahnya, ia mengulas makna mendalam dari peristiwa agung Isra Mikraj sebagai fase penting dalam sejarah Islam, ketika perintah salat lima waktu diterima langsung oleh Nabi Muhammad SAW. Menurut dia, hal itu menunjukkan betapa sentralnya posisi salat dalam kehidupan seorang Muslim.

1

Ia menekankan bahwa salat bukan sekadar ritual yang diulang setiap hari, melainkan penentu kualitas keimanan seseorang. “Salat adalah tiang agama. Kalau salatnya ditegakkan dengan sungguh-sungguh, iman akan berdiri kokoh. Tapi jika salat ditinggalkan, maka runtuh pula bangunan keimanan dalam diri,” ujarnya di hadapan para siswa.

Pesan tersebut disampaikan sebagai refleksi bersama, khususnya bagi pelajar, agar mulai memandang salat sebagai tanggung jawab personal yang berdampak langsung pada pembentukan karakter. Ustad Sudirman juga mengajak siswa untuk menjaga mutu salat, mulai dari kedisiplinan waktu hingga menghadirkan kekhusyukan saat menjalankannya.

Menurut Ustad Sudirman, kebiasaan salat yang baik sejak bangku sekolah merupakan investasi jangka panjang dalam membentuk pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan tangguh secara mental. Ia menyebut salat sebagai cahaya kehidupan yang mampu menenangkan jiwa sekaligus menjadi kompas moral di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Baca Juga : Unikama Dorong Guru SMA Pasuruan Tanamkan Nilai Multikultural

Melalui peringatan Isra Mikraj ini, SMK PGRI 7 Singhasari berharap nilai-nilai yang disampaikan tidak berhenti di ruang masjid, tetapi benar-benar hidup dalam keseharian siswa. Pihak sekolah menegaskan akan terus mengawal pembinaan karakter religius agar peserta didik tumbuh sebagai generasi yang unggul secara kompetensi, berakhlak mulia, dan memiliki keteguhan iman. Dengan menjadikan salat sebagai kebutuhan, sekolah optimistis siswa mampu menjaga diri dari perilaku yang merugikan diri sendiri maupun lingkungan sekitar.