UIN Maliki Malang Target Tambah 100 Guru Besar hingga 2029
Reporter
Anggara Sudiongko
Editor
Dede Nana
21 - Jan - 2026, 04:42
JATIMTIMES - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang tengah menyiapkan lompatan besar. Bukan sekadar seremoni pengukuhan guru besar, melainkan strategi jangka panjang untuk memperkuat reputasi akademik dan menembus posisi universitas Islam nomor satu di Indonesia. Hingga saat ini, sedikitnya 30 dosen berstatus lektor kepala telah siap diajukan sebagai calon guru besar.
Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Ilfi Nurdiana, M.Si., menegaskan bahwa peningkatan jumlah guru besar di lingkungan kampusnya bukan proses instan. Setiap tahun, jumlah profesor cenderung meningkat seiring terbukanya jenjang kepangkatan dosen serta diberlakukannya kembali penilaian angka kredit berbasis kriteria 2019.
Baca Juga : Bupati Sanusi Kunjungi SMPN 1 Karangploso, Pastikan Program Sekolah Unggulan Berjalan Lancar
“sebelumnya kan pakai Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), sekarang mekanismenya kembali ke penilaian kriteria 2019. Artinya, lebih cepat, prosesnya juga lebih cepat,” ujar Prof. Ilfi.
Dengan total 776 dosen aktif dan sekitar 50 persen di antaranya telah berada pada jenjang lektor, UIN Maliki Malang memproyeksikan penambahan sekitar 100 guru besar hingga tahun 2029. Proyeksi ini menjadi bagian dari peta jalan penguatan akademik dan internasionalisasi kampus.
Target tersebut sejalan dengan ambisi UIN Maliki Malang untuk menjadi universitas Islam nomor satu di Indonesia. Salah satu strategi utama yang disiapkan adalah mendorong peningkatan publikasi ilmiah dosen, baik pada jurnal nasional maupun internasional bereputasi.
“Kalau publikasi dosen kita kuat di level internasional, reputasi kampus otomatis naik. Dampaknya langsung terasa pada pemeringkatan, baik nasional maupun global,” jelasnya.
Upaya internasionalisasi juga dibarengi dengan target akreditasi. Tahun ini, Lembaga Penjaminan Mutu menargetkan 15 program studi meraih akreditasi internasional, atau sekitar 30 persen dari total program studi yang ada di UIN Maliki Malang.
Pengukuhan guru besar yang berlangsung kali ini turut menjadi penguat langkah tersebut. Meski diumumkan sebanyak 11 orang, jumlah guru besar yang dikukuhkan sejatinya mencapai 12 orang, dengan satu profesor berhalangan hadir karena tengah menunaikan ibadah umrah. Bagi Prof. Ilfi, bertambahnya guru besar menjadi penggerak utama prestasi kampus.
“Guru besar harus memiliki karya, mulai dari publikasi terindeks Scopus, buku ilmiah, hingga riset yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat maupun dunia industri. Itu yang terus kami dorong,” tegasnya.
Untuk memperluas dampak riset, UIN Maliki Malang juga mendorong kolaborasi dengan perguruan tinggi negeri di Jawa Timur, seperti Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Surabaya. Seiring bertambahnya jumlah guru besar, alokasi anggaran riset dan pengabdian kepada masyarakat pun disiapkan lebih besar.
Baca Juga : Bazar Buku Big Bad Wolf 2026 Dibuka di Surabaya, Gratis untuk Umum
Strategi percepatan guru besar ini telah dirancang sejak beberapa tahun lalu. Saat menjabat Wakil Rektor Bidang Keuangan, Prof. Ilfi menginisiasi program coaching clinic bagi dosen untuk meningkatkan kemampuan menulis jurnal ilmiah berkualitas dan terindeks Scopus. Program tersebut diperkuat dengan dukungan anggaran, baik dari APBN maupun PNBP.
“Ini bukan panen yang datang tiba-tiba. Delapan tahun lalu kita menanam lewat pendampingan, riset, dan penganggaran. Sekarang hasilnya mulai terlihat,” katanya.
Ke depan, proses ini dipastikan terus berlanjut. Prof. Ilfi menyebut pada 2026 dan tahun-tahun berikutnya, guru besar baru akan terus lahir. Harapannya, setiap program studi minimal memiliki satu guru besar sebagai penguat kualitas akademik.
“Kalau kita ingin unggul dan bereputasi internasional, jumlah guru besar harus terus kita dorong. Itu kuncinya,” pungkasnya.
Dengan strategi yang konsisten dan dukungan sumber daya akademik yang kuat, UIN Maliki Malang kini memacu mesin akademiknya. Guru besar tidak lagi sekadar simbol prestasi personal, tetapi menjadi fondasi utama untuk membawa kampus melesat di tingkat nasional dan global.
