Ingin Masuk UB via SNBP 2026? Ini Rangkaian Jadwal yang Harus Sekolah dan Siswa Pantau

29 - Nov - 2025, 05:12

Ilustrasi pendaftaran calon mahasiswa melalui jalur SNBP (ist)

JATIMTIMES – Universitas Brawijaya (UB) merilis jadwal resmi Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 yang wajib diperhatikan sekolah maupun calon peserta. Rangkaian agenda dimulai sejak akhir Desember 2025 dan bergerak cepat sepanjang awal tahun 2026, sehingga setiap tahap administrasi harus segera dituntaskan agar peluang siswa tidak terbuang. 

Calon mahasiswa yang menargetkan jalur prestasi ini pun diimbau memberi perhatian penuh pada seluruh tahapan yang telah ditetapkan.

Baca Juga : Rekomendasi Hotel Murah di Batu Mulai Rp 99 Ribu, Cocok Buat Liburan Akhir Tahun 2025

Rangkaian dimulai dari pengumuman kuota sekolah pada 29 Desember 2025, disusul masa sanggah hingga 15 Januari 2026. Setelah itu, sekolah harus segera melakukan registrasi akun SNPMB pada 5–26 Januari 2026 dan mulai mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) mulai 5 Januari–2 Februari 2026. 

Pada saat yang sama, siswa baru bisa membuat akun SNPMB pada 12 Januari–18 Februari 2026 sebelum masuk fase pendaftaran SNBP yang dibuka pada 3–18 Februari 2026. Seluruh proses jalur prestasi ini akan ditutup dengan pengumuman hasil pada 31 Maret 2026, sementara unduhan kartu peserta dapat dilakukan sejak 3 Februari–30 April 2026.

Seleksi SNBP tetap mengandalkan dua komponen utama. Nilai rapor seluruh mata pelajaran menjadi faktor pertama dengan bobot minimal 50 persen. Sisanya ditentukan oleh nilai rapor maksimal dua mata pelajaran pendukung program studi, portofolio, atau prestasi non-akademik yang porsinya maksimal 50 persen. Peserta dapat memilih satu hingga dua program studi, dengan ketentuan khusus apabila memilih dua: salah satunya harus berada di provinsi yang sama dengan sekolah asal. Daftar daya tampung dan portofolio dapat dilihat melalui laman resmi SNPMB.

Di UB, seluruh proses penerimaan mahasiswa baru 2026 tetap berjalan dalam tiga jalur besar: internasional, nasional (SNBP dan SNBT), dan mandiri. Direktur Direktorat Administrasi dan Layanan Akademik UB, Dr. Rosihan Asmara, S.E., M.P, menjelaskan bahwa skema nasional, terutama SNBP, tetap menjadi prioritas penerimaan mahasiswa berprestasi. 

“Untuk Seleksi Nasional Penerimaan Maba 2026 di UB itu ada tiga fase ya, yang pertama seleksi penerimaan mahasiswa internasional disebut sebagai IP yang sudah dimulai penerimaannya. Kemudian yang kedua adalah seleksi penerimaan mahasiswa baru skema nasional yaitu SNBP dan SNBT. Kemudian yang ketiga adalah seleksi penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri,” ujarnya belum lama ini saat diwawancarai di Gedung Rektorat UB.

Ia menambahkan bahwa adanya Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang mulai diterapkan secara nasional akan memberi sedikit penyesuaian, meski tidak akan menjadi komponen utama dalam seleksi mandiri UB. Menurutnya, UB juga memberikan apresiasi besar bagi calon mahasiswa dengan prestasi menonjol. 

“Universitas Brawijaya sangat mengapresiasi calon mahasiswa yang mempunyai prestasi. Diharapkan adik-adik yang mempunyai prestasi itu mendaftar ke Universitas Brawijaya karena akan mendapatkan apresiasi yang tinggi,” jelasnya. 

Baca Juga : Brompton Ngalam Squad Rayakan HUT ke-8, Malang Resmi Jadi Tuan Rumah BDO 11 2026

Prestasi tersebut mencakup bidang akademik hingga capaian khusus seperti hafiz Al-Qur’an, juara internasional olahraga, debat bahasa Inggris, dan lainnya.

Untuk kuota penerimaan, UB masih mempertahankan angka sekitar 17 ribu mahasiswa baru, tanpa penambahan signifikan. Porsi seleksi nasional tetap diprioritaskan. Ia menegaskan bahwa komposisi penerimaan mengacu pada aturan nasional di mana jalur mandiri dibatasi maksimal 50 persen bagi PTN-BH. 

“Kami tidak akan mengambil secara maksimal ya 50 persen karena kami menginginkan bahwa yang diterima di Universitas Brawijaya adalah benar-benar mahasiswa yang berprestasi khususnya di jalur seleksi-seleksi nasional,” katanya.

Tahun ini, UB bahkan mempertimbangkan penambahan porsi untuk jalur prestasi, yang sebelumnya berada pada kisaran 20 hingga 30 persen. Dengan jadwal SNBP yang sudah dikunci dan tidak ada ruang perpanjangan, sekolah maupun siswa harus bergerak cepat. 

Semua proses administratif, mulai dari PDSS hingga pendaftaran, dihimbau diselesaikan sebelum tenggat berakhir. Jalur prestasi ini kembali menjadi arena kompetisi yang menuntut rekam jejak akademik dan nonakademik yang solid, terutama bagi mereka yang membidik kampus besar seperti UB.