Perluas Angkutan Pelajar Gratis, PKB Dorong Penambahan Armada dan Rute

Reporter

Riski Wijaya

Editor

Yunan Helmy

19 - Sep - 2026, 07:15

Armada angkutan pelajar gratis.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Jangkauan angkutan pelajar gratis di Kota Malang dinilai masih perlu diperluas. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang didorong menambah jumlah armada sekaligus membuka rute baru agar layanan tersebut menjangkau lebih banyak pelajar.

Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Malang Saniman Wafi mengatakan optimalisasi angkutan pelajar gratis dapat menjadi salah satu langkah untuk memperluas akses transportasi bagi pelajar. Di sisi lain, program tersebut juga dapat menjadi ruang pemberdayaan bagi pengemudi angkutan kota (angkot).

Baca Juga : Pelajar Tewas Terserempet Pikap di Jalibar Malang

"Fraksi PKB mendorong optimalisasi program angkutan pelajar gratis dengan memperluas rute dan memperbanyak armada untuk lebih banyak menjangkau penerima manfaat yaitu pelajar dan pemberdayaan sopir angkutan kota," ujar Saniman.

Dorongan tersebut muncul di tengah perubahan sistem transportasi publik di Kota Malang. Kehadiran transportasi berbasis aplikasi hingga beroperasinya Trans Jatim ikut mengubah pola mobilitas masyarakat dan memberi tekanan terhadap keberadaan angkot.

Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian karena angkot masih menjadi sumber penghasilan bagi banyak pengemudi. Karena itu, transformasi transportasi publik perlu dibarengi kebijakan yang tetap memberi ruang bagi pelaku angkutan eksisting.

Saniman menilai persoalan tersebut semakin penting seiring beroperasinya Trans Jatim koridor satu dan rencana pengoperasian koridor dua. Menurut dia, kebijakan transportasi baru perlu memperhitungkan dampaknya terhadap pengemudi angkot yang selama ini mengandalkan mikrolet sebagai sumber nafkah.

"Dengan telah beroperasinya Trans Jatim koridor satu serta pengoperasian Trans Jatim koridor dua, Fraksi PKB mengingatkan agar perhatian akan nasib pengemudi angkutan kota yang selama ini mencari nafkah dengan mikroletnya harus dicarikan solusi," katanya.

Menurut Saniman, dampak kehadiran Trans Jatim di lapangan belum sepenuhnya dirasakan secara merata oleh pengemudi angkot. Sebagian pengemudi justru berpotensi kehilangan penumpang karena perubahan pilihan moda transportasi masyarakat.

"Karena kondisi di lapangan justru lebih banyak sopir yang menerima dampak negatif daripada sopir yang dilibatkan dengan beroperasinya Trans Jatim di Kota Malang," ujarnya.

Karena itu, keterlibatan pelaku transportasi publik eksisting dinilai penting dalam setiap penyusunan kebijakan transportasi. Terlebih, pengoperasian koridor baru berpotensi kembali mengubah pola perjalanan masyarakat dan memengaruhi trayek angkot.

Baca Juga : Rekor MURI BHD Pecah di Malang! Ribuan Mahasiswa dan Pelajar Dilatih Selamatkan Korban Kegawatdaruratan

Saniman meminta pelaku angkutan kota dilibatkan dalam pembahasan sebelum Trans Jatim koridor dua beroperasi. Pelibatan tersebut diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang lebih terukur sekaligus mencegah munculnya persoalan baru di lapangan.

"Saran kami sebelum bus Trans Jatim koridor dua beroperasi agar para pelaku transportasi publik eksisting, dalam hal ini mikrolet, dilibatkan secara aktif dalam pembicaraan, agar kebijakan yang dihasilkan tidak menimbulkan gejolak di masyarakat, khususnya para pelaku angkutan kota mikrolet," tandasnya.

Di tengah situasi tersebut, pemanfaatan angkot sebagai angkutan pelajar gratis menjadi salah satu opsi yang dapat terus dikembangkan Pemkot Malang. Skema tersebut memungkinkan armada angkot tetap beroperasi sekaligus mengalihkan sebagian layanan untuk memenuhi kebutuhan transportasi pelajar.

Saat ini, sekitar 60 angkot telah difungsikan sebagai angkutan pelajar gratis. Namun, cakupan layanan tersebut dinilai masih dapat diperbesar, baik melalui penambahan armada maupun perluasan rute yang belum terjangkau.

Perluasan layanan diharapkan tidak hanya memperbesar jumlah pelajar yang mendapat akses transportasi gratis. Kebijakan tersebut juga dapat menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan mata pencaharian pengemudi angkot di tengah perubahan sistem transportasi publik Kota Malang.