Hadapi Potensi Bencana di Gunung Kelud, Polres Kediri Gelar Apel Bersama
Reporter
Eko Arif Setiono
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
19 - Sep - 2026, 01:06
JATIMTIMES — Ratusan personel gabungan dan relawan bergerak di kawasan lereng Gunung Kelud, Kabupaten Kediri, Sabtu (19/9/2026) pagi. Bukan tanpa alasan, mereka tengah memastikan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, terutama kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Polres Kediri menggelar Apel Kesiapsiagaan Tanggap Bencana dengan melibatkan relawan serta sejumlah stakeholder terkait. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah Kabupaten Kediri.
Baca Juga : Mas Ibin Ikut Makaryo Bareng Warga, Pemkot Blitar Percepat Realisasi 784 Bedah Rumah
Kapolres Kediri AKBP Dr. Muhammad Wahyudin Latif mengatakan, kondisi geografis Kabupaten Kediri memiliki sejumlah wilayah yang membutuhkan kesiapsiagaan khusus. Selain karhutla di kawasan pegunungan, terdapat pula potensi bencana lain seperti longsor dan banjir.
"Apel ini kita maksudkan agar Polres Kediri bersama relawan dan seluruh stakeholder senantiasa siap menghadapi segala bentuk ancaman, baik kondusivitas maupun bencana. Kita tahu Gunung Kelud ini masih aktif, sehingga koordinasi terus kita lakukan," ujar Wahyudin Latif.
Dalam kegiatan tersebut, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Pembukaan lahan dengan cara dibakar serta pembakaran sampah sembarangan menjadi salah satu hal yang diingatkan untuk tidak dilakukan.
Polres Kediri, jajaran PJU, Kapolsek, relawan bersama BPBD dan masyarakat setempat turut memasang banner imbauan di sejumlah titik rawan. Petugas juga meninjau pos pantau untuk memonitor kondisi Gunung Kelud.
Menurut Kapolres, kecepatan respons menjadi salah satu faktor penting ketika bencana terjadi.
"Respon cepat adalah kunci utama apabila terjadi bencana. Dengan kesiapsiagaan sarana prasarana, sumber daya manusia, dan SOP evakuasi yang matang di tingkat desa tanggap bencana (Destana), kita optimis bisa mengantisipasi potensi bencana sejak dini," katanya.
Kesiapsiagaan juga dilakukan masyarakat di kawasan terdekat Gunung Kelud. Sebanyak 20 relawan Destana Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, telah disiagakan untuk membantu menghadapi kondisi darurat.
Baca Juga : Gianni Infantino Ucapkan Selamat untuk Indonesia Jelang FIFA ASEAN Cup 2026
Ketua Destana Sugihwaras, Anang Wianto, mengatakan para relawan mendapatkan pelatihan rutin bersama BPBD dan dinas terkait.
Menurut Anang, meski hingga kini kawasan Gunung Kelud relatif aman dari kejadian karhutla besar, kondisi medan menjadi tantangan tersendiri apabila kebakaran terjadi di kawasan hutan.
"Kalau terjadi karhutla, kami siap membantu memadamkan. Namun, kendala terbesar di medan Gunung Kelud adalah sulitnya akses air. Karena itu, jika ada titik api, kami biasanya memanfaatkan alat seadanya terlebih dahulu untuk lokalisir sebelum pemadaman skala besar," jelasnya.
Kesiapsiagaan tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak hanya bergantung pada aparat. Relawan dan masyarakat di tingkat desa juga memiliki peran penting dalam mendeteksi serta merespons potensi bencana sejak dini.
Dengan koordinasi antara Polres Kediri, BPBD, relawan Destana, dan masyarakat, kesiapsiagaan di kawasan lereng Gunung Kelud terus diperkuat, terutama untuk menghadapi potensi karhutla dan bencana lainnya.
