Kalender Jawa Weton Jumat Pon 18 September 2026: Jika Bepergian Mudah Terserang Penyakit
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
A Yahya
18 - Sep - 2026, 06:30
JATIMTIMES - Jumat (18 September 2026) bertepatan dengan pasaran Pon dalam penanggalan Jawa. Berdasarkan kalender Jawa, hari ini jatuh pada 7 Bakda Mulud 1960 Ja, tahun Be dan berada dalam Wuku Prangbakat. Sementara kalender Hijriah mencatat hari ini bertepatan dengan 7 Rabiul Akhir 1448 H.
Weton hari ini adalah Jumat Pon dengan neptu 13. Dalam tradisi Jawa, weton kelahiran kerap digunakan untuk melihat gambaran watak, pekerjaan, jodoh hingga perjalanan hidup seseorang.
Baca Juga : 2.307 Botol Miras Diamankan Polres Malang di Operasi Cipta Kondisi
Pemilik weton Jumat Pon dikenal pandai bergaul, jujur dan baik hati. Karakter tersebut membuat sosok ini cukup mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan.
Namun, Jumat Pon juga memiliki sisi ambisius. Ada kecenderungan suka mendapat pujian, sekaligus senang menunjukkan kepandaian dan kekayaan yang dimiliki.
Jumat Pon memiliki Pangarasan Lakuning Lintang. Dalam primbon, sifat ini menggambarkan sosok yang mampu memberikan arah sekaligus menjadi suri teladan bagi orang di sekitarnya.
Karakter tersebut menjadi salah satu sisi positif Jumat Pon. Akan tetapi, perjalanan hidupnya cenderung tidak menetap. Hal itu bisa terlihat dari pekerjaan, tempat tinggal dan berbagai hal lain yang dijalani.
Pancasuda Jumat Pon adalah Lebu Katiyup Angin. Maknanya, keinginan yang hendak dicapai tidak selalu mudah terwujud.
Usaha yang dijalankan bisa mengalami kegagalan atau sulit menunjukkan kemajuan. Karena itu, pemilik weton ini membutuhkan keseriusan dan usaha lebih besar untuk mencapai target yang diinginkan.
Jumat Pon 18 September 2026 berada dalam Wuku Prangbakat. Wuku ini memiliki lambang dewa Rêsi Warabisma.
Dalam gambaran primbon, Wuku Prangbakat memiliki karakter kaku hati, pekerja keras, tidak mudah ragu, cekatan dan pemalu. Kaki bagian depannya digambarkan menyelup di air, sedangkan perkataannya kendor di depan tetapi keras di belakang.
Wuku Prangbakat juga dilambangkan dengan pohon tirisan atau kelapa. Simbol tersebut menggambarkan umur panjang, kehidupan yang serba berkecukupan dalam sandang dan pangan serta kuat dalam berbicara.
Ada juga simbol burung urang-urangan. Gambaran ini dikaitkan dengan sifat pelit, tetapi cepat dalam bekerja.
Baca Juga : Pasutri Lansia Tewas usai Terserempet Truk Gandeng di Malang
Sementara itu, besi purasani menjadi perlambang lain dalam Wuku Prangbakat. Sifatnya berat, pemalu, tegar dan kaku. Meski demikian, ada karakter gemar menuntut ilmu dan berhati suci.
Wuku ini juga memiliki gambaran pohon beringin yang patah tertiup angin. Dalam tafsir primbon, simbol tersebut menjadi gambaran adanya kemungkinan dibohongi atau ditipu.
Pada Wuku Prangbakat, Kala berada di bawah. Selama tujuh hari dalam wuku ini, terdapat pantangan menggali tanah atau melakukan aktivitas dari tempat yang tinggi menuju tempat yang rendah.
Khusus Jumat Pon dalam Wuku Prangbakat, hari ini tidak baik untuk bepergian jauh.
Dalam perhitungan primbon, orang yang bepergian pada hari ini mudah terjangkit penyakit. Meski begitu, Jumat Pon pada wuku ini justru dinilai baik untuk memikat burung.
Karena itu, bagi yang berpegang pada perhitungan primbon, aktivitas perjalanan jauh dapat dipertimbangkan kembali dan dilakukan dengan lebih hati-hati.
Jumat Pon memiliki kemampuan komunikasi dan adaptasi yang baik. Karakter tersebut membuat sejumlah bidang pekerjaan dinilai sesuai dengan weton ini. Di antaranya, wirausaha atau pedagang, pegawai atau karyawan, terutama dalam bidang administrasi, pelayanan masyarakat atau pekerjaan sosial. Sosok dengan weton ini juga dapat berkembang sebagai pemimpin atau pengelola.
Dalam urusan asmara, Jumat Pon memiliki neptu 13. Berdasarkan perhitungan primbon yang digunakan dalam bahan ini, pasangan yang dinilai cocok adalah sosok dengan jumlah neptu 11 atau 16. Beberapa contoh weton yang masuk dalam hitungan tersebut yakni Jumat Legi, Senin Pon, Selasa Kliwon, Rabu Pahing, Kamis Kliwon dan Sabtu Pon.
