Ustaz Felix Siauw Kritik Ritual Satanic di SKNC Pekalongan, Pernah Terjadi di Malang?
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
A Yahya
17 - Sep - 2026, 09:22
JATIMTIMES - Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Pekalongan jadi sorotan. Salah satu pertunjukannya dinilai mirip ritual satanik karena menampilkan kostum iblis, simbol pentagram hingga adegan dengan kepala kambing dan darah.
Video penampilan SKNC 2026 itu ramai beredar di media sosial. Dalam pertunjukan tersebut, sejumlah talent tampil dengan kostum bernuansa menyeramkan. Ada yang membawa obor dan kitab dengan lambang mata satu yang kemudian dikaitkan dengan simbol Dajjal.
Baca Juga : Lahan Makam di Sukun Kota MalangTerbakar, Area Seluas 100 Meter Persegi Terdampak
Di lantai arena juga terlihat simbol pentagram terbalik yang oleh sejumlah pihak dikaitkan dengan satanisme. Adegan penyembelihan kambing juga ikut membuat penampilan tersebut ramai dipersoalkan.
Pendakwah sekaligus penulis Felix Siauw ikut mengkritik video tersebut. Felix menyebut ada dugaan ritual setan dalam acara yang digelar di Simbang Kulon itu. "Teman-teman pasti sudah melihat dugaan ritual setan yang ada di SKIC, Simbangkulon Night Carnaval. Tapi yang bikin aku kaget panitianya adalah pengurus ranting Nahdlatul Ulama di daerah Simbang Kulon," kata Felix dalam pernyataannya.
Menurut Felix, acara tersebut digelar dalam rangka menyambut bulan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus khitanan massal ke-61. "Dan mereka mengatakan bahwasannya, mereka mengadakan dalam rangka menyambut bulan maulid Nabi Muhammad SAW dan hitanan masal ke-61," ujarnya.
Felix kemudian menyoroti bagian pertunjukan yang menampilkan penyembelihan. "Ada sebuah atraksi, itu sangat-sangat baunya satanik. Ada yang namanya penyembelihan," katanya.
Dia juga menyinggung klarifikasi soal kepala kambing yang digunakan dalam pertunjukan. "Walaupun akhirnya Panitia mengklarifikasi, katanya bukan kepala kambing yang disembelih, tapi kepala kambingnya sudah dibeli di pasar," lanjut Felix.
"Tapi tetap aja yang pengen disimbolkan adalah penyembelihan dan terus kemudian kepala kambing dan darah-darahnya itu ada di situ." imbuhnya.
Bukan cuma soal kambing, Felix juga mempersoalkan simbol yang terlihat di lantai arena. "Yang lebih ngeri lagi adalah simbol di lantainya. Itu jelas-jelas itu adalah simbol Baphomet," ucapnya.
Felix kemudian mengaitkan pertunjukan tersebut dengan acara yang pernah berlangsung di Malang. "Ternyata di Indonesia sudah berlangsung setidaknya yang aku dapat tadi 2 kali. Di Malang di tahun 2025 dan di Pakalongan itu terjadi di tahun 2026. Jadi ini sudah kayak sebuah kebiasaan," katanya.
Felix juga menyinggung kabar meninggalnya salah satu peserta karnaval. Namun, dalam pernyataannya, dia tidak menyebut adanya bukti yang memastikan kematian tersebut berkaitan dengan pertunjukan yang dipersoalkan.
"Dan teman-teman pasti sudah tahu ada korban jiwa juga. Walaupun keluarganya bilang jangan ngomong satu dan lain hal, jangan berspekulasi, ini meninggal cuma gara-gara kecapean," ujar Felix.
"Yang lebih ganggu buat aku, gimana ceritanya sampai ada yang mikir 'oh ini cocok nih buat karnaval di momen Maulid'. Itu logikanya dari mana coba," pungkas Felix.
Di tengah ramainya kritik, pihak yang terlibat dalam pertunjukan memberikan klarifikasi. Perwakilan Simbang Gang One atau Simone, M Akhid, mengaku pihaknya memang kurang memahami konteks kostum dan pertunjukan yang digunakan. Timnya tertarik karena melihat konsep tersebut unik.
"Kami perwakilan dari Tim Simone minta maaf. Kami menyesal, kami kurang literasi. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas penampilan kami di depan panggung," ujar M Akhid, dikutip detikjateng, Kamis (17/9/2026).
Akhid mengatakan kostum tersebut bukan dibuat sendiri. Timnya menyewa kostum dari Malang dan kemudian menirukan penampilan yang dilihat dari berbagai referensi.
Baca Juga : Musim Hujan 2026 Mulai Datang, Daerah Mana yang Lebih Dulu Diguyur Hujan?
"Idenya dari kami melihat kostum unik, kemudian kami sewa dan kami tiru. Kami menyewa dari Malang. Gerakannya kami latihan dengan teman-teman. Referensinya kami lihat dari YouTube, berbagai perform daerah Malang dan lain-lain," tuturnya.
Dia mengaku saat memilih kostum tersebut tidak mengetahui adanya kaitan dengan ritual satanik. "Kalau awalnya kami tidak tahu apa itu ritual satanik. Kami hanya melihat unik, kemudian kami sewa," ujarnya.
Koreografi pertunjukan tersebut, kata Akhid, dipersiapkan sekitar satu minggu sebelum tampil pada Kamis (10/9/2026) malam.
Aksi yang menampilkan kambing juga ikut menjadi sorotan. Akhid menjelaskan kambing yang digunakan dalam pertunjukan memang disembelih di lokasi dan dilakukan sesuai syariat. "Kambing disembelih di sana (SKNC) sesuai syariat, dan itu dilakukan oleh orang yang berkemampuan menyembelih kambing sesuai syariat," kata Akhid.
Sementara kepala kambing yang terlihat dalam adegan disebut sudah dibeli dari pasar. Kepala tersebut digunakan sebagai bagian dari pertunjukan.
Panitia SKNC juga menyampaikan permintaan maaf atas penampilan yang kemudian memicu kontroversi.
Perwakilan panitia, Ziyad Azizi, mengatakan ada kekhilafan dalam penyelenggaraan acara. "Kami dari panitia mohon maaf yang sebesar-besarnya atas khilaf atau kekurangan kami," kata Ziyad.
Soal peserta yang meninggal, pria bernama Ahmad Faiz (40) dilaporkan meninggal pada Jumat (11/9) pagi, sehari setelah mengikuti karnaval.
Keluarga menyebut Faiz mengalami kelelahan. Sebelum acara, Faiz disebut sibuk mempersiapkan karnaval dan tetap bekerja sehingga waktu istirahatnya sangat sedikit. "Sebetulnya kecapekan. Sudah dua hari tidak tidur. Kadang tidur Cuma satu atau dua jam," kata Muslih.
Pernah Ada Isu 'Sekte Pengabdi Setan' di Malang
Pernyataan Ustaz Felix juga menyinggung Malang, sebagai kota yang diduga pernah terjadi ritual satanic. Berdasarkan penelusuran JatimTIMES, narasi soal "Sekte Pengabdi Setan" di Kota Malang memang sempat viral lewat video podcast di YouTube pada 2024.
Polisi menjelaskan cerita yang disampaikan narasumber bernama Siska merupakan asumsi pribadi dan kemudian yang bersangkutan meminta maaf secara terbuka karena menimbulkan kegaduhan.
