Kalender Jawa Weton Kamis Pahing 17 September 2026: Hindari Perjalanan Jauh
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
A Yahya
17 - Sep - 2026, 06:52
JATIMTIMES - Kamis (17 September 2026) bertepatan dengan pasaran Pahing dalam penanggalan Jawa. Berdasarkan kalender Jawa, hari ini jatuh pada 6 Bakda Mulud 1960 Ja, tahun Be dan berada dalam Wuku Prangbakat. Sementara dalam kalender Hijriah, tanggal ini bertepatan dengan 6 Rabiul Akhir 1448 H.
Weton hari ini adalah Kamis Pahing dengan jumlah neptu 17. Dalam tradisi masyarakat Jawa, weton kelahiran kerap dikaitkan dengan watak, perjalanan hidup, pekerjaan, rezeki hingga jodoh seseorang.
Baca Juga : Kapolres Malang Pastikan Tersangka Dur Telah Ditahan, Jalani Penyidikan Dugaan Penganiayaan Anggota DPRD
Orang yang lahir pada Kamis Pahing dikenal memiliki keinginan dan cita-cita yang tinggi. Keinginan untuk terus maju menjadi salah satu karakter yang menonjol. Pemilik weton ini juga memiliki rasa cinta yang kuat terhadap keluarga.
Namun, ada sisi lain yang perlu diperhatikan. Kamis Pahing memiliki kecenderungan suka menyinggung perasaan orang lain. Karena itu, kemampuan menjaga ucapan dan perasaan orang di sekitar menjadi hal yang penting bagi pemilik weton dengan neptu 17 ini.
Dalam perhitungan primbon Jawa, Kamis Pahing memiliki Pangarasan Lakuning Bumi. Watak yang digambarkan dari Pangarasan ini adalah pemurah, suka memberi dan memiliki naluri untuk melindungi.
Sifat tersebut membuat pemilik weton Kamis Pahing cenderung tidak segan membantu orang lain. Karakter melindungi juga membuat sosok ini dapat menjadi tempat bersandar bagi keluarga maupun lingkungan terdekat.
Sementara itu, Pancasuda Kamis Pahing adalah Lebu Katiyup Angin. Maknanya, keinginan yang ingin dicapai cenderung tidak mudah terwujud.
Usaha yang dijalankan juga sering menghadapi kegagalan atau mengalami kesulitan untuk berkembang. Karena itu, berdasarkan tafsir primbon, Kamis Pahing membutuhkan kesungguhan dan ketekunan lebih besar untuk mewujudkan apa yang diinginkan.
Kamis Pahing 17 September 2026 berada dalam Wuku Prangbakat. Wuku ini memiliki lambang dewa Rêsi Warabisma yang menggambarkan karakter kaku hati, pekerja keras, tidak mudah ragu, cekatan, tetapi pemalu.
Dalam perlambang Wuku Prangbakat, kaki bagian depan digambarkan menyelup ke air. Sementara dari sisi tutur kata, terdapat gambaran bahwa perkataan kendor di depan tetapi keras di belakang.
Wuku ini juga memiliki simbol pohon tirisan atau kelapa. Pohon tersebut menggambarkan umur panjang, kehidupan yang serba berkecukupan dalam sandang dan pangan serta kuat dalam berbicara.
Ada juga perlambang burung urang-urangan yang menggambarkan sifat pelit, tetapi cepat dalam bekerja.
Karakter Wuku Prangbakat selanjutnya diibaratkan seperti besi purasani. Besi tersebut melambangkan sifat berat, pemalu, tegar dan kaku, tetapi memiliki kegemaran menuntut ilmu serta hati yang suci.
Baca Juga : Dilantik Wagub Emil, AMDATARA Jatim Hadapi Wajib SNI dan Tuntutan Industri Hijau
Sementara itu, pohon beringin yang patah tertiup angin menjadi salah satu perlambang lain. Gambaran tersebut dikaitkan dengan kemungkinan mengalami kebohongan atau penipuan.
Dalam Wuku Prangbakat, Kala berada di bawah. Karena itu, selama tujuh hari dalam wuku ini terdapat pantangan untuk menggali tanah maupun melakukan aktivitas dari tempat yang tinggi menuju tempat yang lebih rendah.
Ada pantangan khusus untuk Kamis Pahing yang jatuh dalam Wuku Prangbakat. Hari ini adalah hari yang sangat buruk, terutama untuk melakukan perjalanan jauh.
Menurut perhitungan primbon, perjalanan jauh pada Kamis Pahing dalam wuku ini berpotensi menghadapi gangguan karena dapat dihadang orang jahat di jalan. Karena itu, aktivitas bepergian jauh sebaiknya dilakukan dengan lebih berhati-hati.
Kamis Pahing lebih unggul dalam menggunakan kemampuan berpikir dibandingkan mengandalkan tenaga fisik. Karena karakter tersebut, sejumlah pekerjaan yang membutuhkan kecerdasan dan kemampuan berpikir dinilai sesuai dengan weton ini.
Beberapa bidang yang cocok antara lain guru, dokter, peneliti dan seniman. Pekerjaan tersebut membutuhkan kemampuan berpikir, ketelitian serta keahlian yang dapat terus dikembangkan.
Dalam urusan usaha, Kamis Pahing juga dipercaya lebih sesuai dengan bidang yang berhubungan dengan kayu dan tumbuhan.
Dalam urusan jodoh, Kamis Pahing memiliki neptu 17. Berdasarkan perhitungan primbon yang digunakan dalam bahan ini, weton ini diyakini cocok dengan pasangan yang memiliki neptu 7, 12 dan 17.
Beberapa weton yang masuk dalam hitungan tersebut adalah Senin Kliwon, Selasa Pahing, Selasa Wage, Rabu Legi, Kamis Pahing, Kamis Wage, Sabtu Kliwon dan Minggu Pon.
