Daftar Barang dan Dokumen yang Wajib Ada di Tas Siaga Bencana, Sudah Lengkap?
Reporter
Mutmainah J
Editor
A Yahya
16 - Sep - 2026, 11:20
JATIMTIMES - Bencana alam dapat terjadi kapan saja tanpa memberikan tanda-tanda yang mudah dikenali. Di Indonesia, berbagai ancaman bencana seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla), erupsi gunung api, banjir, hingga gempa bumi masih menjadi perhatian di sejumlah daerah.
Situasi darurat sering kali membuat masyarakat harus segera meninggalkan rumah untuk menyelamatkan diri. Karena itu, menyiapkan Tas Siaga Bencana (TSB) atau Emergency Preparedness Kit menjadi salah satu langkah penting yang dapat dilakukan setiap keluarga. Tas ini berisi perlengkapan dasar yang dibutuhkan untuk bertahan hidup secara mandiri, terutama dalam 72 jam pertama atau tiga hari setelah bencana, ketika bantuan dari luar belum tentu tiba.
Baca Juga : 5 Hewan Peliharaan yang Disebut Bisa Merasakan Tanda Sebelum Gempa, Ada Kucing dan Anjing
Lantas, apa saja barang dan dokumen yang perlu disiapkan di dalam Tas Siaga Bencana? Berikut daftar perlengkapan yang direkomendasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), beserta sejumlah barang tambahan yang dapat membantu keluarga menghadapi kondisi darurat.
Apa Itu Tas Siaga Bencana?
Tas Siaga Bencana merupakan tas darurat yang disiapkan sebelum bencana terjadi. Umumnya, tas ini menggunakan ransel yang mudah dibawa dan berisi kebutuhan pokok setiap anggota keluarga selama proses evakuasi maupun ketika harus mengungsi.
Isi tas sebaiknya disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga, kondisi kesehatan, kebutuhan bayi atau lansia, serta jenis bencana yang berpotensi terjadi di lingkungan tempat tinggal. Perlengkapan yang dipilih juga perlu dipastikan mudah dijangkau dan tidak terlalu berat untuk dibawa.
Daftar Barang yang Wajib Disiapkan
Berikut sejumlah perlengkapan penting yang sebaiknya tersedia dalam Tas Siaga Bencana:
1. Air Minum dan Makanan Tahan Lama
Air minum menjadi salah satu kebutuhan paling penting ketika terjadi bencana. Siapkan persediaan air yang cukup untuk kebutuhan awal selama masa darurat. Penggunaan botol berukuran kecil dapat memudahkan penyimpanan dan pembagian.
Selain air, masukkan makanan yang tahan lama, mudah dikonsumsi, dan tidak membutuhkan banyak proses pengolahan. Contohnya biskuit, makanan siap saji, abon, cokelat, atau makanan kemasan lainnya.
Jumlah makanan perlu disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga. Pilih produk yang masih dalam masa kedaluwarsa dan periksa secara berkala.
2. Pakaian Ganti dan Perlengkapan Pelindung
Pakaian ganti dibutuhkan apabila pakaian yang dikenakan basah, kotor, atau rusak saat evakuasi. Beberapa perlengkapan yang dapat dimasukkan antara lain:
• Baju dan celana ganti.
• Pakaian dalam.
• Jaket atau pakaian hangat.
• Handuk.
• Selimut darurat.
• Jas hujan.
• Alas kaki yang nyaman dan kuat.
Jumlah pakaian dapat disesuaikan dengan kebutuhan keluarga serta kemungkinan lama mengungsi. Untuk daerah yang rawan banjir atau hujan deras, jas hujan dan pakaian berbahan cepat kering dapat menjadi perlengkapan tambahan yang berguna.
3. Kotak P3K dan Obat-Obatan Pribadi
Kotak pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) penting untuk membantu menangani luka ringan atau kebutuhan medis awal selama kondisi darurat.
Isi kotak P3K dapat meliputi perban, kasa steril, plester luka, antiseptik, sarung tangan sekali pakai, dan gunting kecil yang aman digunakan. Jangan lupa membawa obat-obatan pribadi yang rutin dikonsumsi anggota keluarga.
Bagi keluarga yang memiliki bayi, lansia, atau anggota keluarga dengan kebutuhan medis tertentu, perlengkapan dan persediaan obat perlu disesuaikan. Periksa tanggal kedaluwarsa obat secara berkala dan simpan sesuai petunjuk penggunaannya.
4. Perlengkapan Mandi dan Kebersihan
Kebersihan diri tetap perlu dijaga selama mengungsi untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan. Perlengkapan sanitasi yang dapat disiapkan meliputi:
• Sabun mandi.
• Sikat gigi dan pasta gigi.
• Sampo.
• Sisir.
• Tisu kering dan tisu basah.
• Pembalut atau kebutuhan kebersihan menstruasi.
• Hand sanitizer.
• Masker.
• Popok bayi jika diperlukan.
Perlengkapan tersebut sebaiknya dikemas dalam kantong terpisah agar mudah diambil ketika dibutuhkan.
5. Senter dan Alat Penerangan
Pemadaman listrik dapat terjadi ketika bencana berlangsung. Oleh sebab itu, senter atau lampu kepala (headlamp) perlu tersedia di dalam tas darurat.
Siapkan pula baterai cadangan yang sesuai. Lilin dan korek api dapat menjadi perlengkapan tambahan, tetapi harus disimpan dengan aman dan tidak digunakan di dekat bahan yang mudah terbakar, terutama di lokasi pengungsian.
6. Ponsel, Powerbank, dan Alat Komunikasi
Telepon seluler dapat membantu keluarga memperoleh informasi terbaru, menghubungi kerabat, maupun berkomunikasi dengan petugas penyelamat.
Perlengkapan yang sebaiknya disiapkan meliputi:
• Ponsel.
• Kabel pengisi daya.
• Powerbank yang sudah terisi.
• Baterai cadangan jika perangkat mendukung.
• Radio bertenaga baterai atau sumber daya alternatif.
Radio dapat membantu memperoleh informasi apabila jaringan internet atau listrik mengalami gangguan. Pastikan nomor telepon penting, seperti keluarga, layanan darurat, dan kontak BPBD setempat, tersimpan atau dicatat di tempat yang mudah diakses.
7. Peluit untuk Sinyal Darurat
Peluit merupakan alat sederhana yang dapat membantu memberikan tanda apabila seseorang membutuhkan pertolongan. Suara peluit dapat digunakan untuk menarik perhatian dalam situasi tertentu, misalnya ketika seseorang terpisah dari rombongan atau membutuhkan bantuan.
Karena ukurannya kecil, peluit sebaiknya ditempatkan di bagian tas yang mudah dijangkau.
8. Masker dan Alat Pelindung Diri
Masker dapat membantu mengurangi paparan debu dan partikel di udara, terutama setelah terjadi gempa, erupsi gunung api, atau kebakaran.
Jenis masker perlu disesuaikan dengan ancaman bencana. Masker biasa dapat membantu menghadapi debu ringan, tetapi tidak otomatis memberikan perlindungan memadai terhadap abu vulkanik dalam jumlah besar atau asap berbahaya. Ikuti petunjuk dari petugas berwenang terkait perlindungan pernapasan saat bencana.
9. Uang Tunai
Simpan uang tunai secukupnya untuk kebutuhan darurat. Uang dapat digunakan ketika mesin pembayaran, jaringan internet, atau layanan perbankan mengalami gangguan.
Pilih pecahan yang mudah digunakan untuk membeli kebutuhan pokok. Jumlahnya dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan dan kebutuhan keluarga.
10. Perlengkapan Khusus Anggota Keluarga
Selain perlengkapan umum, Tas Siaga Bencana perlu memperhatikan kebutuhan setiap anggota keluarga. Beberapa barang tambahan yang mungkin diperlukan antara lain:
• Susu formula dan perlengkapan bayi.
• Makanan khusus untuk bayi atau anggota keluarga dengan kebutuhan diet tertentu.
• Kacamata cadangan.
• Alat bantu dengar beserta baterainya.
• Perlengkapan lansia.
• Obat-obatan dan alat kesehatan pribadi.
• Makanan serta perlengkapan untuk hewan peliharaan.
Kebutuhan ini sebaiknya dipersiapkan sesuai kondisi masing-masing anggota keluarga agar tidak ada perlengkapan penting yang tertinggal saat evakuasi.
Daftar Dokumen Penting yang Perlu Dibawa
Selain kebutuhan logistik, dokumen penting juga perlu dipersiapkan. Dokumen asli yang dibawa saat evakuasi harus disesuaikan dengan kondisi dan tingkat keamanan. Untuk dokumen yang tidak diperlukan segera, salinan atau versi digital dapat menjadi alternatif.
Berikut beberapa dokumen yang sebaiknya disiapkan:
Baca Juga : 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Klaim, Ini Daftar Lengkapnya
1. Dokumen Identitas Diri
Dokumen identitas dapat membantu proses pendataan dan administrasi selama evakuasi. Beberapa di antaranya meliputi:
• Kartu Tanda Penduduk (KTP).
• Surat Izin Mengemudi (SIM).
• Paspor, jika diperlukan.
• Kartu identitas lain yang relevan.
Simpan salinan dokumen penting sebagai cadangan apabila dokumen asli hilang atau rusak.
2. Dokumen Keluarga
Dokumen yang memuat informasi anggota keluarga juga penting untuk kebutuhan pendataan dan pengurusan administrasi pascabencana. Contohnya:
• Kartu Keluarga (KK).
• Akta kelahiran.
• Buku nikah atau dokumen perkawinan.
• Dokumen identitas anak.
Pastikan data anggota keluarga tersimpan dengan baik dan mudah diakses saat dibutuhkan.
3. Dokumen Pendidikan
Ijazah, sertifikat pendidikan, dan dokumen akademik lainnya merupakan berkas berharga yang perlu dijaga dari kerusakan.
Jika dokumen asli tidak perlu dibawa saat evakuasi, keluarga dapat menyiapkan salinan atau menyimpan versi digital di tempat yang aman. Hal ini dapat membantu ketika dokumen dibutuhkan untuk keperluan sekolah, pekerjaan, atau administrasi.
4. Dokumen Kepemilikan dan Keuangan
Dokumen terkait kepemilikan aset dan keuangan juga perlu diamankan. Beberapa contoh yang dapat disiapkan adalah:
• Sertifikat tanah atau rumah.
• Buku tabungan.
• Dokumen kepemilikan kendaraan.
• Polis asuransi.
• Dokumen pinjaman atau perjanjian penting.
• Informasi rekening dan kontak layanan keuangan.
Tidak semua dokumen harus dimasukkan ke dalam tas yang dibawa saat evakuasi. Dokumen yang jarang dibutuhkan secara langsung dapat disimpan di tempat aman dan dibuatkan salinan digital.
Barang Tambahan yang Tidak Kalah Penting
Untuk meningkatkan kesiapan menghadapi situasi darurat, BNPB juga merekomendasikan agar masyarakat mempertimbangkan sejumlah perlengkapan pendukung. Barang tersebut antara lain:
• Pisau lipat serbaguna yang aman dan sesuai kebutuhan.
• Tali nilon.
• Peta wilayah sekitar.
• Kertas dan pensil.
• Foto anggota keluarga.
• Kantong plastik.
• Kantong sampah.
• Alat pembuka kaleng jika membawa makanan kaleng.
• Selotip kuat atau lakban.
• Masker tambahan.
• Sarung tangan kerja.
Perlengkapan tersebut dapat membantu berbagai kebutuhan praktis selama perjalanan evakuasi maupun ketika berada di tempat pengungsian.
Cara Menyimpan Isi Tas Siaga Bencana
Tas Siaga Bencana bukan hanya soal kelengkapan barang, tetapi juga cara penyimpanannya. Agar perlengkapan tetap terlindungi dan mudah digunakan, perhatikan beberapa hal berikut:
1. Gunakan ransel yang kuat dan nyaman. Pilih tas yang mudah dibawa oleh anggota keluarga dan tidak terlalu berat.
2. Pisahkan barang berdasarkan kebutuhan. Kelompokkan makanan, obat-obatan, pakaian, dokumen, dan perlengkapan elektronik agar mudah ditemukan.
3. Lindungi dokumen dari air. Masukkan dokumen asli maupun salinannya ke dalam map atau kantong kedap air.
4. Amankan barang elektronik. Ponsel, powerbank, dan radio sebaiknya disimpan dalam wadah yang melindunginya dari air dan benturan.
5. Periksa isi tas secara berkala. Pastikan makanan, obat-obatan, baterai, dan perlengkapan lainnya masih layak digunakan.
6. Simpan di tempat yang mudah dijangkau. Letakkan tas di lokasi yang diketahui seluruh anggota keluarga, bukan di tempat yang sulit diambil ketika terjadi keadaan darurat.
Jangan Lupa Membuat Rencana Evakuasi Keluarga
Memiliki Tas Siaga Bencana merupakan salah satu bagian dari kesiapsiagaan, tetapi persiapan keluarga tidak berhenti pada pengumpulan barang. Setiap anggota keluarga juga perlu mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika bencana terjadi.
Tentukan titik kumpul yang aman, jalur evakuasi, serta orang yang dapat dihubungi apabila anggota keluarga terpisah. Ajarkan anak-anak cara meminta pertolongan dan pastikan seluruh anggota keluarga memahami lokasi penyimpanan tas darurat.
Dengan menyiapkan perlengkapan dan rencana evakuasi sejak dini, keluarga dapat lebih siap menghadapi kondisi darurat. Langkah sederhana ini diharapkan membantu memenuhi kebutuhan dasar selama masa awal bencana sekaligus memperlancar proses penyelamatan diri dan evakuasi.
