Botol Plastik Bekas Bisa Jadi Saldo KRL Jabodetabek, Begini Cara Mendapatkannya

Reporter

Mutmainah J

Editor

Yunan Helmy

15 - Sep - 2026, 07:48

Sampah botol plastik. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Jangan buru-buru membuang botol plastik bekas setelah menggunakan transportasi umum. KAI Commuter kini menghadirkan program yang memungkinkan botol plastik ditukar menjadi poin, kemudian dimanfaatkan sebagai saldo untuk membayar tiket Commuter Line.

Program tersebut menggunakan mesin Reverse Vending Machine (RVM) yang ditempatkan di lima stasiun Commuter Line Jabodetabek. Artinya, program ini saat ini ditujukan bagi pengguna KRL di wilayah Jabodetabek dan belum menjadi program penukaran botol di stasiun KRL Jawa Timur.

Baca Juga : Disamarkan di Tangki Vespa, 10,8 Kg Ganja dari Sumut Digagalkan di Gresik

Direktur Utama KAI Commuter Purnomo Sidi mengatakan pengguna akan memperoleh 100 poin dari setiap botol plastik yang memenuhi ketentuan dan berhasil diterima mesin RVM.

“Pengguna akan mendapatkan poin 100 untuk setiap botol plastik yang bisa ditukarkan dengan saldo melalui KMT untuk pembayaran tiket Commuter Line,” kata Purnomo dalam keterangannya, dikutip Selasa (15/9/2026).

Cara Mendapatkan Saldo KRL dari Botol Plastik

Bagi pengguna Commuter Line Jabodetabek yang ingin mengikuti program ini, berikut mekanisme yang disampaikan KAI Commuter:

1. Siapkan botol plastik bekas

Botol plastik yang ingin ditukarkan dapat dibawa ke stasiun yang telah menyediakan mesin RVM.

2. Datang ke stasiun yang memiliki RVM

Program ini diterapkan di lima stasiun Commuter Line Jabodetabek.

3. Masukkan botol ke mesin RVM

Botol plastik dimasukkan ke dalam mesin Reverse Vending Machine sesuai ketentuan yang berlaku.

4. Dapatkan 100 poin

Setiap botol plastik yang memenuhi ketentuan dan diterima oleh mesin akan memberikan 100 poin kepada pengguna.

5. Tukarkan poin melalui KMT

Poin yang diperoleh selanjutnya dapat ditukarkan menjadi saldo melalui Kartu Multi Trip (KMT).

6. Gunakan saldo untuk membayar perjalanan

Saldo tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan pembayaran tiket Commuter Line.

KAI Commuter sendiri menjelaskan bahwa KMT merupakan kartu uang elektronik yang digunakan untuk transaksi tiket Commuter Line. KMT juga dapat digunakan untuk sejumlah transaksi lain yang tersedia dalam ekosistem KAI Commuter.

Program RVM tersebut bukan hanya memberikan keuntungan kepada pengguna, tetapi juga menjadi bagian dari upaya KAI Commuter mengurangi sampah plastik.

KAI Commuter memasukkan program tersebut dalam rangkaian Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sekaligus komitmen perusahaan terhadap penerapan prinsip keberlanjutan.

Baca Juga : Tak Lagi Jadi Menkeu, Purbaya Yudhi Sadewa Pilih Mancing Ikan Mujaer dan Nila

Melalui program ini, botol plastik yang dihasilkan pengguna selama menggunakan layanan Commuter Line diharapkan tidak sekadar menjadi sampah. Material tersebut diarahkan untuk masuk ke proses pengelolaan dan daur ulang.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat jumlah pengguna KAI Commuter yang sangat besar. Sepanjang 2025, jumlah pengguna KAI Commuter telah melampaui 400 juta orang, sedangkan rata-rata pengguna mencapai sekitar 1,4 juta orang setiap hari.

Program keberlanjutan KAI Commuter tidak hanya dilakukan melalui pengelolaan botol plastik. Perusahaan juga mengolah seragam dinas bekas yang dikumpulkan dari para pegawai.

Material tersebut kemudian dimanfaatkan menjadi kain batik khas KAI Commuter bertema “Batik Laras Budaya Commuter”.

Desain batik tersebut menggambarkan perpaduan budaya Indonesia dengan mobilitas pengguna Commuter Line yang berasal dari berbagai generasi dan latar belakang.

Konsep itu menggambarkan masyarakat yang memiliki perbedaan, tetapi tetap dapat bergerak bersama dalam satu perjalanan.

Jadi, Apakah Program Ini Berlaku di KRL Jawa Timur?

Untuk saat ini, pengguna perlu memperhatikan lokasi program. RVM penukaran botol plastik yang diberitakan KAI Commuter diterapkan di lima stasiun Commuter Line Jabodetabek.

Karena itu, pengguna Commuter Line di wilayah Jawa Timur tidak perlu datang ke stasiun KRL setempat dengan membawa botol plastik dengan harapan mendapatkan poin dari program tersebut.

Program ini menjadi salah satu inovasi KAI Commuter dalam memperingati HUT ke-18 perusahaan, sekaligus mendorong pengguna ikut berperan dalam pengurangan sampah plastik.

Dengan jumlah penumpang yang terus meningkat, pengelolaan sampah menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan transportasi publik. Melalui program RVM, KAI Commuter mencoba menggabungkan kepedulian lingkungan dengan manfaat langsung bagi pengguna berupa poin yang dapat ditukarkan menjadi saldo KMT.