Arema FC Rekrut Samuel Otusanya, Ingatkan Legenda Bamidele Frank Bob Manuel
Reporter
Hendra Saputra
Editor
A Yahya
15 - Sep - 2026, 07:42
JATIMTIMES - Nama Nigeria kembali menghiasi lini depan Arema FC. Setelah pernah memiliki Bamidele Frank Bob Manuel yang menjadi salah satu striker asing berkesan di awal 2000-an, Singo Edan kini kembali mendatangkan penyerang dari negara yang sama.
Sosok terbaru itu adalah Samuel Otusanya, striker berusia 22 tahun yang didatangkan untuk melengkapi komposisi pemain asing Arema FC menghadapi Super League 2026/2027.
Baca Juga : 70 Tahun Living Legend Lady Rocker Sylvia Saartje, Siapkan Karya Baru di Intimate Konser 19 September
Kedatangan Otusanya sekaligus membuka kembali ingatan terhadap Frank Bob Manuel. Striker asal Nigeria yang akrab disapa Bobby tersebut memperkuat Arema mulai pertengahan musim 2001 hingga 2002 dan sempat menjadi idola Aremania serta publik Malang.
Bobby datang ke Arema ketika tim masih menggunakan Stadion Gajayana sebagai markas. Ia menjalani debut resmi saat Arema bermain imbang 0-0 melawan Gelora Dewata pada 10 Mei 2001. Gol pertamanya lahir ketika Arema mengalahkan Putra Samarinda 2-0 pada 4 Juni 2001.
Salah satu momen paling dikenang dari kiprahnya bersama Arema terjadi ketika menghadapi PSS Sleman. Bobby mencetak hattrick hanya dalam 15 menit pada babak kedua, masing-masing pada menit ke-65, 76 dan 80, dalam kemenangan telak Arema 5-0.
Menurut catatan yang diperoleh media ini, Bobby menyumbangkan enam gol untuk Arema dalam setengah musim. Catatan itu membuatnya meninggalkan kesan kuat meski masa baktinya di Malang relatif singkat.
Kini, sekitar seperempat abad setelah era Bobby, Arema kembali berharap striker Nigeria bisa menjadi solusi di lini depan.
Samuel Otusanya memiliki nama lengkap Oluwasegun Samuel Otusanya. Ia lahir pada 27 Juni 2004 dan memiliki postur sekitar 186 sentimeter.
Berbeda dengan Bobby yang datang pada era sepak bola Indonesia awal 2000-an, Otusanya membawa pengalaman dari lingkungan sepak bola Eropa dan Amerika Selatan. Karier profesionalnya dimulai di Norwegia bersama FK Haugesund II sebelum melanjutkan perjalanan ke Brasil.
Di Brasil, Otusanya sempat memperkuat América-PE dan kemudian menjadi bagian dari Criciúma EC. Ia juga menjalani masa peminjaman ke Náutico dan Athletic Club untuk mendapatkan menit bermain.
Pada musim terakhirnya di Brasil, Otusanya tercatat memperkuat Athletic Club di kompetisi Serie B. Ia tampil dalam enam pertandingan selama masa peminjaman tersebut.
Kini pengalaman tersebut menjadi modal bagi Otusanya untuk menghadapi tantangan baru di Indonesia.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengatakan perekrutan Otusanya dilakukan setelah tim pelatih mengevaluasi kebutuhan skuad seusai Piala Presiden 2026. Evaluasi tersebut kemudian membuat Arema melepas Joel Vinicius dan membuka ruang bagi penyerang baru.
"Samuel adalah pemain muda yang memiliki potensi besar. Meski usianya masih muda, dia sudah memiliki pengalaman bermain di Norwegia dan kompetisi Brasil. Kami melihat dia memiliki karakter penyerang yang sesuai dengan kebutuhan tim untuk musim ini," ujar Yusrinal Fitriandi.
Pria yang akrab disapa Inal itu menegaskan bahwa kedatangan Otusanya bukan sekadar untuk memenuhi slot pemain asing. Arema ingin mendapatkan pemain yang bisa memberi dampak terhadap permainan sekaligus memiliki ruang berkembang.
"Kami mencari pemain yang bisa memberikan dampak bagi permainan tim, memiliki kualitas, mental bertanding, dan masih punya ruang untuk berkembang bersama Arema FC," katanya.
Baca Juga : MTsN 2 Kota Malang Mulai Petakan Kebutuhan Madrasah untuk Program 2027
Kehadiran Otusanya tentu menarik karena publik Malang memiliki memori tersendiri terhadap striker Nigeria. Frank Bob Manuel pernah menjadi salah satu penyerang asing yang meninggalkan cerita di Arema sebelum kemudian melanjutkan karier ke Persik Kediri.
Di Persik, Bobby bahkan mencatat musim luar biasa. Pada Liga Indonesia 2003, ia menjadi runner-up daftar pencetak gol dengan 29 gol, hanya berada di bawah Oscar Aravena yang mencetak 31 gol.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa Bobby bukan sekadar pemain asing yang pernah singgah di Malang. Ia kemudian berkembang menjadi salah satu striker produktif dalam kompetisi Indonesia.
Karena itu, kemunculan Otusanya membawa pertanyaan menarik. Apakah striker Nigeria generasi baru ini mampu mengikuti jejak pendahulunya?
Tentu perbandingan tersebut belum bisa menjadi ukuran. Otusanya baru membuka lembaran kariernya di Indonesia, sementara Bobby sudah memiliki sejarah panjang di sepak bola Tanah Air.
Namun, kesamaan negara asal dan posisi bermain membuat nama keduanya tak bisa sepenuhnya dipisahkan dalam ingatan publik, terutama Aremania.
Otusanya juga datang pada situasi yang cukup penting bagi Arema. Singo Edan membutuhkan kedalaman skuad di lini depan, terlebih setelah Gustavo Henrique mengalami cedera dan Joel Vinicius dilepas.
Karakter Otusanya yang memiliki postur tinggi dan bermain sebagai penyerang tengah diharapkan memberikan variasi baru bagi skema Marcos Santos. Ia bisa menjadi opsi untuk permainan bola atas sekaligus membantu membuka ruang bagi pemain lain di sekitarnya.
Inal menyadari proses adaptasi menjadi pekerjaan berikutnya. Otusanya harus mengenal karakter sepak bola Indonesia, rekan-rekan setim, hingga tuntutan permainan Marcos Santos.
"Adaptasi tentu menjadi proses yang harus dijalani setiap pemain baru. Namun kami percaya Samuel punya pengalaman yang cukup untuk menyesuaikan diri dengan sepak bola Indonesia. Tim pelatih dan seluruh pemain juga akan membantu proses adaptasinya agar bisa segera memberikan kontribusi," ungkapnya.
Dengan masuknya Otusanya, Arema FC menutup komposisi pemain asingnya untuk musim 2026/2027. Tantangannya kini bukan lagi mencari pemain, melainkan memastikan seluruh amunisi asing tersebut mampu menjawab kebutuhan permainan di lapangan.
"Dengan kuota pemain asing yang kini sudah lengkap, kami ingin setiap posisi memiliki kompetisi yang sehat. Harapannya, kualitas tim terus meningkat dan Arema FC bisa tampil lebih konsisten sepanjang Super League 2026/2027," tutup lnal.
