Lima Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Anak Krakatau, Pencarian SAR Masih Nihil
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
A Yahya
09 - Sep - 2026, 07:53
JATIMTIMES - Lima jurnalis hilang kontak saat melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, sejak Senin (7/9/2026). Tim SAR gabungan telah melakukan pencarian hingga kawasan Pulau Krakatau dan Pulau Panjang, tetapi kelima jurnalis tersebut belum ditemukan.
Kepala Basarnas Banten Al Amrad mengatakan kelima jurnalis berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, menggunakan speedboat sekitar pukul 14.00 WIB.
Komunikasi dengan rombongan masih terpantau sekitar 42 menit setelah keberangkatan. Salah satu jurnalis dilaporkan sempat mengirimkan lokasi kepada rekannya yang berada di Lampung.
"Untuk kronologi kejadian itu, tim-tim jurnalis ini berangkat dari Carita, Dermaga Pagedongan ya, pada pukul 14.00 WIB. Dan pada pukul 14.42 WIB, itu sempat mereka melaporkan ke rekan jurnalis yang dari Lampung. Mereka itu di posisi antara Carita dan Gunung Anak Krakatau," kata Al Amrad, dikutip Antara, Selasa (8/9/2026).
Menurut informasi yang dihimpun Basarnas, posisi rombongan kemudian diketahui berada di sekitar Gunung Anak Krakatau. Keterangan itu diperoleh setelah petugas menggali informasi dari istri pemandu yang ikut berada di dalam speedboat.
"Informasi yang kami dapatkan setelah kami gali dari seorang istri guide yang ikut serta di speedboat tersebut, pada pukul 18.13 WIB kemarin itu mereka sudah di posisi sekitar Gunung Anak Krakatau," ujarnya.
Kelima orang yang berada di dalam speedboat tersebut merupakan jurnalis dari sejumlah media, di antaranya:
• M. Bagus Khoirunnas, pewarta foto Kantor Berita Antara
• Ari Basuki, pewarta foto Merdeka.com
• Yudistiro Pranoto, pewarta foto iNews.id
• Firman Daus, jurnalis Anadolu Agency
• Donal, jurnalis freelance
Komunikasi dengan rombongan kemudian dinyatakan terputus. Masih berdasarkan kronologi Basarnas, laporan mengenai hilang kontak diterima setelah keberadaan mereka tidak lagi dapat dipantau.
Tim SAR langsung melakukan pencarian. Namun, hingga Selasa (8/9/2026) petang, operasi tersebut belum membuahkan hasil.
"Dan pada pukul 18.15 WIB, itu tim kami sudah balik dari lokasi dan melakukan pencarian sampai dengan Pulau Krakatau dan Pulau Panjang, dengan hasil sampai saat ini masih nihil," kata Al Amrad.
Merespons hal ini, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat bersama PFI Jakarta dan PFI Tangerang menyatakan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membantu proses pencarian kelima jurnalis tersebut.
Ketua Umum PFI Pusat Dwi Pambudo mengatakan keselamatan para jurnalis menjadi perhatian utama organisasi. PFI juga terus memantau perkembangan operasi pencarian yang dilakukan tim gabungan.
"Keselamatan rekan-rekan jurnalis di lapangan adalah prioritas tertinggi yang tidak bisa ditawar. PFI Pusat bersama PFI Jakarta dan PFI Tangerang terus bergerak satu komando dalam memantau operasi penyelamatan ini. Kami mengapresiasi gerak cepat Basarnas dan jajaran Ditpolairud Polda Banten yang menembus medan sulit di tengah paparan abu vulkanik serta tingginya ombak. Kami berharap seluruh jurnalis dapat segera ditemukan dalam kondisi sehat dan selamat tanpa kurang satu apa pun," ujar Dwi.
PFI menyebut kondisi perairan Selat Sunda menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian. Wilayah tersebut masih terdampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, termasuk paparan abu vulkanik.
Organisasi tersebut juga meminta pewarta foto dan kru media yang masih bertugas di sekitar kawasan terdampak erupsi untuk memperhatikan batas aman yang ditetapkan PVMBG.
PFI mengimbau anggota dan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait keberadaan kelima jurnalis. Langkah itu dinilai penting untuk mencegah munculnya informasi yang dapat memperburuk kondisi psikologis keluarga.
Operasi SAR kelima jurnalis akan dilanjutkan Basarnas bersama Polairud dan unsur TNI pada hari Rabu, 9 September 2026, setelah sempat dihentikan sementara akibat cuaca buruk.
