Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Surabaya Ajak Warga Perkaya Pilihan Protein dalam Menu Keluarga

Penulis : M. Bahrul Marzuki - Editor : Nurlayla Ratri

03 - Sep - 2026, 15:16

Placeholder
Macam olahan kuliner Kota Surabaya

JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengajak masyarakat memperluas pilihan sumber protein dalam menu sehari-hari. Warga tidak perlu bergantung pada daging ayam dan sapi, karena kebutuhan protein juga dapat dipenuhi melalui ikan, telur, tahu, tempe, hingga kacang-kacangan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya, Nanik Sukristina, mengatakan keberagaman pangan penting untuk membentuk pola konsumsi yang sehat sekaligus menjaga ketahanan pangan keluarga.

Baca Juga : Biar Outfit Gelap Tak Monoton, Ini Contekan Kombinasi Warna yang Mudah Dipadukan

“Pangan sumber protein tidak hanya berasal dari daging ayam dan daging sapi. Masyarakat dapat memilih dan mengonsumsi berbagai sumber protein secara bergantian sesuai kebutuhan keluarga,” kata Nanik, Kamis (3/9/2026).

Menurutnya, diversifikasi pangan bukan berarti masyarakat harus meninggalkan konsumsi ayam maupun daging sapi. Namun, warga didorong memiliki lebih banyak pilihan agar pemenuhan kebutuhan gizi tidak bergantung pada satu atau dua jenis pangan.

Pola tersebut sejalan dengan konsep Pola Pangan Harapan (PPH), yang mendorong masyarakat mengonsumsi pangan secara beragam dan proporsional dari berbagai kelompok makanan.

“Pola makan yang baik adalah pola makan yang beragam, bergizi, seimbang, aman, dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing keluarga. Jadi, sumber protein bisa diperoleh dari berbagai jenis pangan,” ujarnya.

Ajakan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan masyarakat di tengah dinamika konsumsi pangan. Berdasarkan catatan survei harga konsumen BPS Kota Surabaya, pada Juli 2026 secara month-to-month (m-to-m) Kota Surabaya mengalami deflasi sebesar 0,22 persen. Dalam periode tersebut, telur ayam ras dan daging ayam ras termasuk komoditas yang memberikan andil terhadap deflasi.

Data tersebut menunjukkan bahwa pergerakan konsumsi dan ketersediaan pangan dapat berubah dari waktu ke waktu. Karena itu, Nanik menilai masyarakat perlu memiliki kebiasaan mengonsumsi pangan yang beragam sehingga pilihan makanan keluarga tidak hanya terpusat pada komoditas tertentu.

“Diversifikasi pangan adalah membiasakan keluarga memiliki banyak pilihan. Hari ini bisa ikan, kemudian telur, tahu, tempe atau sumber protein lainnya. Ayam dan daging sapi tetap bisa dikonsumsi, tetapi tidak harus menjadi satu-satunya pilihan,” jelasnya.

Nanik menegaskan, masyarakat Surabaya secara umum telah memiliki pola konsumsi pangan yang cukup baik dan mendekati kondisi ideal dari sisi keberagaman serta keseimbangan konsumsi. Karena itu, ajakan diversifikasi lebih diarahkan untuk mempertahankan sekaligus memperkuat kebiasaan baik tersebut.

Baca Juga : Puluhan Siswa-Guru SMAN 3 Nganjuk Keracunan MBG, Ini Faktanya

Ia juga mengingatkan bahwa keberagaman menu keluarga tidak harus diwujudkan melalui makanan yang rumit. Masyarakat dapat memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar dan mengolahnya menjadi menu sederhana dengan kandungan gizi yang tetap seimbang.

“Yang penting bukan hanya jenis proteinnya, tetapi bagaimana makanan tersebut dikonsumsi secara beragam dan seimbang. Kita ingin masyarakat semakin terbiasa memilih pangan yang bergizi, aman, dan sesuai kebutuhan keluarga,” tuturnya.

Menurut Nanik, kebiasaan mengonsumsi beragam sumber protein juga memberikan keleluasaan bagi keluarga dalam menyusun menu sehari-hari. Dengan pilihan yang lebih banyak, masyarakat dapat menyesuaikan menu tanpa harus mengubah prinsip utama pemenuhan gizi.

“Tidak perlu menunggu kondisi tertentu untuk mulai melakukan diversifikasi. Dari sekarang, keluarga bisa membiasakan menu yang bergantian antara ikan, telur, tahu, tempe, kacang-kacangan, ayam maupun daging sapi,” katanya.

Ia berharap kebiasaan tersebut terus berkembang menjadi bagian dari pola hidup masyarakat Surabaya, sehingga keluarga tidak hanya mendapatkan asupan protein yang cukup, tetapi juga terbiasa mengonsumsi makanan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman.

“Semakin beragam pilihan pangan yang dikonsumsi, semakin banyak pula pilihan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Ini yang terus kita dorong agar menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. 


Topik

Peristiwa surabaya keberagaman pangan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

M. Bahrul Marzuki

Editor

Nurlayla Ratri