Bupati Banyuwangi Harapkan Guru Rohani Mampu Menjadi Role Model Bagi Anak Asuhnya
Reporter
Nurhadi Joyo
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
08 - Sep - 2026, 03:54
JATIMTIMES - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyerahkan dana insentif guru rohani dan bantuan hari besar keagamaan kepada perwakilan guru dan tokoh agama di Pendapa Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi Selasa (8/9/2026).
Bupati Ipuk menyerahkan insentif guru rohani dan bantuan hari besar keagamaan secara simbolis kepada perwakilan guru dan pengurus dari; Katolik, Hindu, Budha, Kristen dan Konghucu.
Baca Juga : Sekitar 40 Guru dan Tendik Madrasah di Kota Malang Diproyeksikan Purna pada 2027
Dalam kesempatan tersebut Bupati Ipuk berharap agar para guru rohani role model bagi anak asuhnya baik dalam perkataan dan perbuatan.
"Anak-anak tidak kekurangan ekonomi tetapi kekurangan motivasi untuk menempuh pendidikan. Sebagian merasa cukup makan dapat uang namun kurang memikir masa depan," ujar Bupati Ipuk.
Bupati kelahiran Magelang tersebut menuturkan guru-guru rohani diharapkan mampu menjadi role model bagi anak asuhnya, sehingga anak-anak tidak hanya sekedar pintar, tetapi juga memiliki karakter, memiliki keyakinan yang kuat dan bagaimana keyakinan yang dimiliki oleh anak-anak nantinya juga bisa menciptakan rasa kepedulian bagi sesama.
Dan tentu karena memang ini menggunakan APBD maka anggaran yang diperuntukkan juga menyesuaikan dengan anggaran yang dimiliki oleh APBD.
"Tapi ini akan terus kita evaluasi ya dan dari sisi jumlah juga akan terus kita perhatikan. Sehingga nanti mudah-mudahan ketika fiskal daerah semakin lebih baik maka juga porsi untuk guru-guru rohani ini juga bisa semakin lebih baik lagi ke depannya," tambahnya.
Bupati Ipuk juga berharap para guru rohani menjadi motivator bagi anak-anak sehingga anak-anak kita tahu, paham, dan mengamalkan agamanya.
"Tetapi juga mereka termotivasi, memiliki role model seperti apa beragama yang baik, seperti apa sih memiliki kepedulian bagi sesama," imbuhnya.
Lebih lanjut Bupati Ipuk berharap para guru rohani mampu menjadi motivator bagi anak-anak. "Terutama bagaimana anak-anak kita dituntut untuk nantinya bisa semakin mencintai agamanya. Tetapi juga mereka semakin bersemangat untuk menempuh pendidikannya seperti itu. Jadi ya ilmunya dapat, dunianya dapat, akhiratnya dapat seperti itu," pungkasnya.
Baca Juga : Bupati Sanusi Ultimatum Pengelola SPPG: Jika Terjadi Keracunan Akibat Kelalaian, Saya Pidanakan!
Sementara Ketua Forum Kerukunan Umat Beragam (FKUB) Banyuwangi Drs. KH. Nur Chozin, mengungkapkan bantuan yang diberikan merupakan bentuk kecintaan Bupati Banyuwangi kepada seluruh umat beragama meskipun ada efisiensi anggaran.
Bantuan insentif diberikan kepada 200 guru rohani total Rp 140 juta dengan rincian, Hindu 75, Kristen 55, Katolik 35, Budha 33 dan Konghucu 2 orang.
"Bantuan dana hari besar keagamaan Rp 50 juta masing-masing organisasi keagamaan mendapatkan banyak Rp 10 juta ," jelas Nur Chozin.
Dia menambahkan bantuan yang diberikan diharapkan dapat digunakan untuk program peningkatan kualitas keagamaan, kerukunan dan moderasi beragama.
"Kami yang tergabung dalam FKUB sepakat menjaga Banyuwangi aman nyaman tentram dan kondusif," pungkas KH. Nur Chozin.
