Digelar di Dekat Pemukiman dan Tempat Ibadah, Warga Desak Polres Jember Bubarkan Arena Judi Sabung Ayam

06 - Sep - 2026, 12:30

Arena judi sabung ayam di Dusun Bedengan Tegalsari Ambulu yang masih beroperasi

JATIMTIMES - Warga di Dusun Bedengan Desa Tegalsari Ambulu Jember, merasa resah dengan adanya arena judi sabung ayam yang ada di dusun tersebut, terlebih keberadaan arena tersebut tidak jauh dari sarana tempat ibadah dan pendidikan anak-anak serta pemukiman warga.

"Arena ini sudah lama ada disini mas, kami tidak berani membubarkan, karena setiap hari ada ratusan orang yang berada di lokasi itu (arena sabung ayam), padahal tidak jauh dari lokasi ada masjid dan mushola, yang setiap sore banyak anak-anak belajar mengaji, kami sangat terganggu dengan adanya arena judi sabung ayam ini," ujar Wanto (bukan nama sebenarnya) Minggu (6/9/2026) yang tinggal tidak jauh dari lokasi.

Baca Juga : Mengapa Kalender Islam Disebut Hijriyah? Begini Sejarah dan Maknanya

Menurut Wanto, mereka yang datang di arena sabung ayam, tidak hanya berjudi, tapi juga kadang disertai teriakan teriakan yang tidak mengenal waktu.

"Bahkan sudah menjelang magrib, masih banyak yang teriak-teriak, seperti memberikan dukungan ke ayam aduannya, tidak jarang saat orang orang sholat, mereka masih beraktifitas," paparnya.

Wanto berharap, aparat penegak hukum menutup arena judi sabung ayam tersebut, dan tidak beraktifitas di dekat tempat ibadah. "Ya kalau bisa ditutup atau pindah, jangan disini, kami khawatir akan berpengaruh negatif pada anak-anak, apalagi tidak jarang ada yang berteriak dan berkata kotor," harapnya.

Informasi lain yang diterima media ini, peserta judi sabung ayam di Dusun Badean, kebanyakan datang dari luar desa, bahkan dari luar Jember, sampai saat ini, arena judi sabung ayam tersebut masih aktif dan masih beroperasi. 

Baca Juga : Hendak Curi Motor di Kota Malang, Pelaku Kepergok Gegara Lampu Motor Menyala

Informasi lain menyebutkan, jika arena judi sabung ayam ini mendapat backup dari oknum aparat yang dinas di luar Jember. "Itu ada backingnya mas, orangnya dulu dinas di Jember, sekarang kalau g salah dinas di Papua atau mana saya kurang paham, tapi masih mengendalikan arena itu," pungkasnya (*)