Roro Jonggrang Tampil "Go International", Rahasia Kelas Bilingual dan Digital SMPN 1 Maospati Pukau Warga
Reporter
Basworowati Prasetyo Nugraheni
Editor
Dede Nana
05 - Sep - 2026, 07:01
JATIMTIMES – Kemegahan seni tradisional Nusantara berpadu ciamik dengan inovasi pendidikan modern dalam gelaran Malam Puncak Seni "Cahaya Budaya Jawa" yang berlangsung meriah di Lapangan Kraton, Maospati Kabupaten Magetan. Acara yang digelar pada Sabtu (5/9/2026) mulai pukul 18.30 WIB tersebut menyedot perhatian warga setempat.
Uniknya, walau mengusung tema budaya Jawa, pertunjukan yang disajikan para siswa tampil beda dan berkelas internasional. Salah satu aksi panggung yang menyedot perhatian adalah pementasan legenda populer Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang yang dibawakan penuh menggunakan bahasa Inggris.
Baca Juga : Raperda Transportasi Aplikasi, Pemprov Jatim Minta Tinjau Ulang Pengaturan Tarif Ojol
Kepala SMPN 1 Maospati, Seno, mengungkapkan bahwa pertunjukan unik tersebut merupakan buah dari program kelas unggulan di sekolahnya, yakni Kelas Bilingual dan Kelas Digital.
"Kebetulan salah satu unggulan dari sekolah kami adalah ada kelas bilingual dan kelas digital. Yang kita tampilkan tadi, kelas digital sudah membuat video untuk opening ceremony. Sementara kelas bilingual menampilkan cerita budaya Jawa yaitu Bandung Bondowoso atau Roro Jonggrang, tetapi komunikasinya full menggunakan bahasa Inggris," ujar Seno saat ditemui di lokasi acara.
Seno menjelaskan, kemampuan komunikasi para siswa di atas panggung termasuk pembawa acara (MC) yang tampil sangat fasih merupakan hasil pembiasaan di kelas bilingual, di mana bahasa pengantar pembelajarannya sehari-hari menggunakan bahasa Inggris.
"Jadi sampai kami punya inovasi kelas bahasa Inggris ini dari jenjang kelas 7, kelas 8, hingga kelas 9. Terutama yang siswa kelas 9, kemampuan bahasa Inggrisnya sudah kelihatan sekali, sangat fasih," tambahnya.
Selain kelas bilingual, program Kelas Digital (IT) yang juga dibuka untuk tingkatan kelas 7 hingga 9 turut unjuk gigi. Para siswa di kelas ini memanfaatkan keterampilan teknologi mereka untuk menggarap visual dan konsep sinematik pendukung acara.
Baca Juga : Era AI, ASN Surabaya Dituntut Tak Sekadar Kuasai Teknologi
"Maka keterampilan anak-anak di dua kelas unggulan itu luar biasa. Yang kelas digital kuat di IT-nya, sedangkan yang kelas bilingual unggul di penguasaan bahasa asingnya," jelas Seno.
Melalui pementasan ini, SMPN 1 Maospati membuktikan bahwa pelestarian budaya lokal dan penguasaan teknologi serta bahasa global dapat berjalan beriringan untuk mencetak generasi muda berdaya saing tinggi.
