Wabup Situbondo Terima Kunjungan KCM dan BLO, Jajaki Kerja Sama Siapkan Film Angkat Talenta Lokal

04 - Sep - 2026, 12:31

Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah saat menerima kunjungan manajemen BLO dan KCM di Intelligence Room, Lantai II Pemkab Situbondo, Jumat (4/9/2026). (Foto: Wisnu Bangun Saputro/ JATIMTIMES)

JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo terus mendorong pengembangan potensi anak muda di bidang perfilman. Upaya tersebut dilakukan melalui penjajakan kerja sama dengan Kota Cinema Mall (KCM) dan manajemen tim produksi BLO film Cinta di Balik Tembok Berlin.

Penjajakan kerja sama itu mengemuka saat Wakil Bupati (Wabup) Situbondo Ulfiyah menerima kunjungan pengelola KCM, manajemen BLO, serta sejumlah pemeran film Cinta di Balik Tembok Berlin di Room Intelligence Lantai II Pemkab Situbondo, Jumat (4/9/2026).

Baca Juga : Eks Kepala UPT Jadi Tersangka Kasus Korupsi Pasar Among Tani, Aliran Dana yang Diterima Mencapai Rp262,8 Juta

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari langkah Pemkab Situbondo untuk membuka peluang kolaborasi di sektor perfilman. Pemerintah daerah berharap kerja sama dengan pelaku industri kreatif dapat memberikan ruang lebih luas bagi putra-putri daerah untuk mengembangkan bakat dan menghasilkan karya.

Wabup Situbondo Ulfiyah mengatakan, potensi anak muda Situbondo di industri perfilman cukup besar. Karena itu, Pemkab Situbondo berupaya mencarikan dukungan pendanaan (funding) serta mitra yang dapat menggandeng talenta lokal untuk memproduksi film, termasuk karya dengan biaya produksi rendah (low budget).

"Putra-putri Situbondo memiliki potensi di industri perfilman. Karena itu, melalui kerja sama Pemkab dan KCM, kami mencarikan funding dan mitra yang bisa menggandeng anak-anak muda kita untuk merilis film meski dengan low budget," ujar Wabup Situbondo yang akrab disapa Mbak Ulfi tersebut.

Menurut Mbak Ulfiyah, pengembangan perfilman daerah tidak selalu harus dimulai dengan produksi berskala besar. Dengan dukungan mitra yang tepat, karya film berbiaya rendah tetap dapat menjadi sarana bagi talenta lokal untuk belajar, berkarya, dan memperkenalkan potensi Situbondo kepada masyarakat luas.

Dalam kesempatan tersebut, Mbak Ulfi juga mengapresiasi keahlian Gilang selaku manajemen BLO. Gilang dikenal sebagai sosok yang fokus memproduksi karya-karya film berbiaya rendah, namun mampu menyedot antusiasme serta perhatian besar dari masyarakat.

Ia menilai pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam membangun ekosistem perfilman di Situbondo. Kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola bioskop, dan tim produksi diharapkan dapat membuka peluang bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terlibat langsung dalam proses pembuatan film.

Baca Juga : Proyek Geotermal Ungaran-Telomoyo Diprotes Warga, Petisi Telah Diteken Lebih dari 7 Ribu Orang

"Secara bertahap, kerja sama ini ditargetkan melahirkan karya film baru yang mengangkat aktor lokal daerah Situbondo. Dan merespons julukan Situbondo sebagai 'Kota Santri', maka tim produksi tengah menyiapkan proyek film mendatang yang rencananya berjudul Iman di Balik Langit Situbondo," kata Mbak Ulfi.

Rencana tersebut sekaligus menjadi upaya untuk mengangkat karakter dan kehidupan masyarakat Situbondo melalui karya sinema. Tema kehidupan santri dinilai memiliki kedekatan dengan identitas daerah serta berpotensi menarik perhatian penonton yang ingin melihat cerita lokal di layar lebar.

Lebih lanjut, Wabup Ulfi mengatakan, masyarakat Situbondo sangat antusias terhadap karya perfilman, khususnya film yang mengangkat tema kehidupan santri. Antusiasme itu menjadi salah satu alasan Pemkab Situbondo terus mendorong kolaborasi di bidang industri kreatif.

"Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi wadah bagi talenta lokal untuk terus berkarya dan membawa nama Situbondo di kancah perfilman nasional," pungkasnya.