Angkot Malang Makin Terhimpit, Angkutan Pelajar Diminta Tak Rebut Penumpang Umum

Reporter

Riski Wijaya

14 - Aug - 2026, 07:58

ilustrasi.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Program angkutan pelajar di Kota Malang mendapat dukungan dari kalangan sopir angkot. Namun, di balik dukungan tersebut, muncul kekhawatiran soal perebutan penumpang yang berpotensi memperuncing persaingan di tengah kondisi angkot yang semakin tertekan.

Paguyuban Angkot Jalur GA meminta angkutan pelajar tidak diperbolehkan mengangkut penumpang umum. Mereka menilai, kebijakan tersebut penting untuk mencegah kecemburuan di antara sopir angkot.

Baca Juga : Mau Daftar KIP Kuliah 2026? Cek Desil DTSEN Dulu, Begini Caranya

Ketua Paguyuban Angkot Jalur GA Fredy Mislan mengatakan, sopir angkutan pelajar sudah memperoleh bayaran melalui skema Buy The Service (BTS) dari Pemkot Malang. Sementara sopir angkot reguler masih sepenuhnya bergantung pada penumpang umum.

"Kalau kami, sekarang kan sudah kalah sama ojol. Angkot ini sudah susah. Sama-sama minimnya cari penumpang, sulit," kata Fredy.

Menurut Fredy, persoalan tersebut bukan berarti kalangan angkot menolak program angkutan pelajar. Justru, mereka mendukung karena program itu dinilai tetap memberi ruang bagi sopir angkot untuk bekerja.

"Kalau mendukung, jelas mendukung. Yang dulunya diangkut bus, sekarang diangkut teman sendiri, sopir angkot, ya jelas mendukung," ujarnya.

Namun, dukungan itu dibarengi permintaan agar manfaat program tidak melebar menjadi persaingan baru dengan angkot reguler. Sebab, ketika angkutan pelajar ikut mengambil penumpang umum, sopir lain merasa ruang mencari nafkahnya semakin sempit.

Di sisi lain, Ketua Organda Kota Malang Purwono Tjokro Darsono memiliki pandangan berbeda. Ia menyebut angkutan pelajar tetap dapat membawa penumpang umum setelah tugas mengangkut pelajar selesai.

"Teman-teman ini kan punya trayek, kemudian dia menjalankan kegiatan angkutan pelajar. Ketika sudah selesai, dia kembali ke trayeknya. Sebetulnya ini sesuai dengan regulasi," jelas Purwono.

Baca Juga : Diskon Tiket Kereta 17 Persen, Ini Jadwal Beli dan Syarat Perjalanan 17 Agustus

Ia menilai sopir yang ditunjuk sebagai pengemudi angkutan pelajar juga bukan sopir sembarangan. Mereka telah memenuhi persyaratan administrasi dan kelengkapan kendaraan yang dipersyaratkan.

"Yang memenuhi untuk jadi angkutan pelajar itu kan dia memenuhi semua. Izinnya hidup, kartu pelajarnya hidup, STNK hidup. Artinya ini orang-orang yang tertib," ujarnya.

Perbedaan pandangan tersebut menunjukkan persoalan angkutan pelajar bukan sekadar soal siapa yang boleh mengangkut penumpang. Di lapangan, program yang dirancang membantu mobilitas pelajar juga bersinggungan langsung dengan ruang penghidupan sopir angkot.

Purwono mengakui perbedaan pemahaman teknis operasional itu berpotensi memicu gesekan. Karena itu, evaluasi dan komunikasi dinilai diperlukan agar program angkutan pelajar tidak justru menambah persoalan baru bagi angkutan umum yang selama ini sudah menghadapi tekanan jumlah penumpang.