Pedagang Enggan Jualan di Area Pasar, DPRD Kota Malang Dorong Evaluasi Pasar Kebalen

Reporter

Riski Wijaya

Editor

A Yahya

08 - May - 2026, 08:28

Area Pasar Kebalen yang masih sepi pedagang.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang menyoroti masih adanya pedagang Pasar Kebalen yang berjualan di bahu jalan meski revitalisasi pasar telah dilakukan sejak 2023 dengan anggaran Rp 3,2 miliar.

Menurutnya, penertiban yang dilakukan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) bersama Dinas Perhubungan menjadi momentum untuk mengevaluasi kondisi di dalam pasar. Sebab hingga kini aktivitas jual beli dinilai masih lebih ramai terjadi di luar pasar dibanding di dalam area yang telah direvitalisasi.

Baca Juga : Anggota Dewan Prihatin Ada Tiga Siswa SD di Wilayah Kota Banyuwangi Terpaksa Putus Sekolah

“Pemerintah Kota sudah memberikan fasilitas yang baik melalui revitalisasi pasar. Tapi setelah tiga tahun, pedagang masih banyak berjualan di luar. Ini perlu dilihat bersama, apakah fasilitas di dalam belum cukup menunjang aktivitas jual beli atau masyarakat memang sudah terbiasa bertransaksi di luar pasar,” kata Muhammad Dwicky Salsabil Fauza.

Ia menilai kebiasaan masyarakat berbelanja di depan pasar membuat perputaran ekonomi hanya terjadi di area luar. Kondisi tersebut kemudian memicu pedagang memilih tetap berjualan di bahu jalan karena dianggap lebih menguntungkan.

Menurut Dwicky, persoalan itu tidak bisa hanya dibebankan kepada pedagang. Masyarakat sebagai konsumen juga perlu didorong agar mau masuk ke dalam pasar saat berbelanja. “Kalau belanja model drive-thru di luar terus dibiarkan, akhirnya pembeli terbiasa di depan dan pedagang merasa ekonomi hanya hidup di luar pasar,” katanya.

Politisi muda itu juga meminta Pemerintah Kota Malang bersikap tegas terhadap penataan pedagang, namun tetap diiringi evaluasi terhadap fasilitas pasar pascarevitalisasi. Jika memang masih ada kekurangan di dalam pasar, maka hal tersebut harus segera dibenahi. “Kalau fasilitas di dalam ternyata belum memenuhi kebutuhan pedagang dan pembeli, itu juga harus menjadi perhatian. Apa yang kurang dari Pasar Kebalen harus dipertanyakan dan diperbaiki,” ujarnya.

Baca Juga : Hati-hati! Hantavirus Sudah Terdeteksi di Indonesia, Kemenkes Catat 23 Kasus dan 3 Kematian

Dwicky menambahkan, anggaran revitalisasi sebesar Rp 3,2 miliar menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membenahi Pasar Kebalen. Karena itu, menurutnya, langkah tersebut perlu dilengkapi dengan pendampingan nyata kepada pedagang serta peningkatan kesadaran bersama demi kepentingan umum, terutama kelancaran lalu lintas di sekitar pasar.

“Keseriusan pemerintah harus dibarengi pendampingan kepada pedagang dan juga kesadaran pedagang untuk kepentingan bersama,” tutupnya.