105 Bus Cadangan Disiapkan di Terminal Arjosari, Hadapi Lonjakan Pemudik
Reporter
Irsya Richa
Editor
Yunan Helmy
17 - Mar - 2026, 07:39
JATIMTIMES - Lonjakan mobilitas masyarakat menjelang arus mudik Lebaran 2026 mulai terasa di Terminal Tipe A Arjosari, Kota Malamg. Untuk mengantisipasi membludaknya penumpang, puluhan perusahaan otobus (PO) bergerak cepat dengan menyiapkan armada tambahan.
Tercatat, sebanyak 21 PO telah mengajukan penambahan bus cadangan dengan total mencapai 105 unit. Armada ini disiapkan sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi keterlambatan perjalanan akibat kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi saat musim mudik.
Baca Juga : Diskon Tarif Tol 30 Persen Saat Arus Balik Lebaran 2026, Cek Jadwal dan Ruas Tol yang Berlaku
Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Arjosari Mega Perwira Donowati mengatakan bahwa pengajuan armada tambahan masih terus bertambah hingga mendekati puncak arus mudik.
“Totalnya 21 PO, baik antar-kota antar-provinsi (AKAP) maupun antar-kota dalam provinsi (AKDP). Total ada 105 armada cadangan,” kata Mega, Selasa (17/3/2026).
Dengan tambahan tersebut, total armada bus yang siap beroperasi di Terminal Arjosari kini mencapai 505 unit. Menurut Mega, keberadaan bus cadangan sangat krusial untuk menjaga kelancaran layanan transportasi bagi para pemudik.
“Armada cadangan ini kami siapkan untuk mengantisipasi keterlambatan kedatangan bus karena kepadatan arus lalu lintas selama masa mudik,” tambahnya.
Meski demikian, pihak terminal menegaskan bahwa setiap penambahan armada harus melalui prosedur yang ketat. Pengajuan tidak bisa dilakukan secara mendadak, karena setiap kendaraan wajib menjalani uji kelaikan atau ramp check sebelum diizinkan beroperasi.
“Tidak boleh dadakan. Misalnya bus berangkat pukul 15.00 WIB tetapi pengajuannya pukul 14.00 WIB atau 14.30 WIB. Itu tidak bisa. Kami akan menolak dan meminta bus keluar dari terminal,” ujar Mega.
Baca Juga : Ingin Turunkan Berat Badan setelah Lebaran? Coba 5 Cara Ini agar Tubuh Kembali Ideal
Tak hanya kondisi kendaraan. Kesehatan pengemudi dan kru juga menjadi perhatian utama. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh awak dalam kondisi prima demi keselamatan perjalanan.
Sementara itu, peningkatan jumlah penumpang sudah mulai terlihat sejak beberapa hari terakhir. Data terminal mencatat, jumlah penumpang yang datang maupun berangkat mengalami kenaikan dibandingkan hari normal.
“Peningkatan sudah mulai terlihat sejak Jumat (13/3/2026), meski puncaknya kami perkirakan terjadi pada Rabu (18/3/2026),” ungkap Mega.
Pada puncak arus mudik, jumlah penumpang diprediksi bisa mencapai 4.000 hingga 4.500 orang per hari, naik signifikan dibandingkan rata-rata harian yang berkisar di angka 3.500 hingga 3.700 penumpang. Kondisi ini menjadi sinyal kuat bahwa geliat mudik Lebaran tahun ini kembali tinggi, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat.
