Kali Pertama, Antrean Kendaraan Masuk Pelabuhan Gilimanuk Bali Tembus 10 hingga 15 Jam
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Nurlayla Ratri
16 - Mar - 2026, 07:49
JATIMTIMES - Lonjakan kendaraan menjelang arus mudik Lebaran membuat antrean panjang terjadi di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali. Pada H-6 arus mudik Idul Fitri 2026, kendaraan yang hendak keluar dari Pulau Bali dilaporkan harus menunggu sekitar 10 hingga 15 jam untuk bisa masuk kapal penyeberangan.
Antrean kendaraan bahkan mencapai 30 hingga 40 kilometer di jalur Denpasar–Gilimanuk. Pada Minggu (15/3/2026) menunjukkan ruas jalan menuju pelabuhan dipenuhi kendaraan, mulai dari truk logistik, mobil pribadi, hingga sepeda motor yang hendak menyeberang ke Jawa melalui Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Baca Juga : 10 Tradisi Unik Menyambut Lebaran Idulfitri di Indonesia, dari Meugang hingga Meriam Karbit
Kepadatan kendaraan menuju pelabuhan meningkat signifikan sejak Minggu siang. Kantong parkir di dalam area pelabuhan dilaporkan sudah penuh oleh kendaraan yang menunggu giliran naik kapal.
Akibatnya, antrean kendaraan tidak hanya terjadi di area pelabuhan, tetapi juga memanjang hingga wilayah Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana. Kondisi ini membuat perjalanan menuju pintu keluar Bali menjadi jauh lebih lama dibandingkan hari-hari biasa.
Lonjakan kendaraan ini terjadi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang mulai melakukan perjalanan mudik lebih awal.
Untuk mengatasi kepadatan tersebut, aparat dari Polda Bali diterjunkan langsung ke lapangan guna melakukan pengaturan lalu lintas.
Kabid Humas Polda Bali, Ariasandy, mengatakan pihaknya terus melakukan berbagai langkah untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan menuju pelabuhan.
"Personel kami bersama instansi terkait terus melakukan pengaturan serta rekayasa lalu lintas, termasuk penerapan delay system bagi kendaraan sumbu tiga ke atas. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk sekaligus mempercepat proses penyeberangan," kata Kombes Ariasandy, dikutip Antara, Senin (16/3/2026).
Penanganan kepadatan ini juga melibatkan personel kepolisian dari Polres Jembrana yang tergabung dalam Operasi Ketupat Agung 2026.
Petugas melakukan pengaturan lalu lintas di sepanjang jalur antrean menuju pelabuhan. Selain itu, personel ditempatkan di sejumlah titik rawan kepadatan untuk mengatur arus kendaraan sekaligus memberikan imbauan kepada para pengendara.
Langkah ini dilakukan agar kendaraan tetap bergerak secara tertib dan tidak memperparah kemacetan di jalur menuju pelabuhan.
Selain pengaturan lalu lintas, aparat juga melakukan koordinasi intensif dengan sejumlah instansi terkait dalam pengelolaan arus kendaraan menuju pelabuhan.
Beberapa instansi yang terlibat antara lain ASDP Indonesia Ferry, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), TNI, UPP, BPTD, serta Dinas Perhubungan.
Baca Juga : MPM Honda Jatim Hadirkan Bale Santai Honda 2026, Temani Pemudik Beristirahat Nyaman
Menurut Ariasandy, saat ini operasional penyeberangan dilayani oleh 31 unit kapal untuk mengangkut kendaraan dari Bali menuju Jawa.
"Operasional penyeberangan saat ini dilayani oleh 31 unit kapal. Salah satu kapal juga menerapkan pola Tiba Bongkar Berangkat (TBB) di Pelabuhan Ketapang guna mempercepat proses bongkar muat kendaraan sehingga antrean dapat berangsur terurai," imbuhnya.
Untuk mengurangi tekanan kendaraan yang menuju pelabuhan, petugas juga melakukan penyekatan terhadap kendaraan besar.
Kendaraan dengan sumbu tiga ke atas disekat di sejumlah wilayah seperti Denpasar, Kabupaten Badung, dan Tabanan. Kendaraan tersebut diarahkan menuju buffer zone untuk menjalani delay system sebelum diperbolehkan melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Gilimanuk.
Kebijakan ini diterapkan untuk mengendalikan jumlah kendaraan yang masuk ke jalur antrean secara bersamaan.
Selain pengaturan lalu lintas, petugas juga melakukan patroli berkala di sepanjang jalur antrean kendaraan menuju pelabuhan.
Patroli ini bertujuan mencegah kendaraan yang mencoba menyerobot antrean serta memastikan arus kendaraan tetap berjalan tertib.
"Seluruh pengendara untuk tetap tertib mengikuti arahan petugas serta mematuhi aturan yang berlaku selama masa angkutan Lebaran 2026," ujarnya.
Lonjakan kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan seiring semakin dekatnya puncak arus mudik Lebaran.
