5 Salat Sunnah yang Dianjurkan Saat Iktikaf Lailatul Qadar
Reporter
Binti Nikmatur
Editor
Sri Kurnia Mahiruni
11 - Mar - 2026, 08:16
JATIMTIMES - Iktikaf menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Pada waktu inilah umat Islam berlomba-lomba meningkatkan ibadah untuk meraih malam penuh kemuliaan, yaitu Lailatul Qadar.
Tradisi iktikaf sendiri telah dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW. Beliau menghabiskan waktu di masjid pada akhir Ramadan untuk lebih fokus beribadah, berzikir, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Baca Juga : Kalender Jawa Weton Rabu Pahing 11 Maret 2026: Tidak Dianjurkan Bepergian
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah disebutkan:
"Biasanya Rasulullah SAW melakukan iktikaf pada sepuluh hari yang terakhir setiap bulan Ramadan. Hanya pada tahun terakhir hidupnya, beliau beriktikaf selama dua puluh hari." (HR Bukhari)
Hadits lain dari Ibnu Umar juga menegaskan kebiasaan tersebut.
"Rasulullah SAW senantiasa melakukan iktikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan." (HR Bukhari dan Muslim)
Amalan ini bahkan terus dilanjutkan oleh para istri Nabi setelah beliau wafat. Hal itu diriwayatkan oleh Aisyah RA.
"Rasulullah SAW selalu beriktikaf pada sepuluh hari bulan Ramadan hingga beliau dipanggil oleh Allah ta'ala. Setelah beliau wafat, para istinya meneruskan kebiasaan iktikaf yang selalu beliau lakukan." (HR Bukhari dan Muslim)
Selama beriktikaf di masjid, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, termasuk melaksanakan berbagai salat sunnah. Berikut beberapa salat sunnah yang dianjurkan diamalkan untuk memaksimalkan ibadah saat iktikaf.
1. Salat Tahiyatul Masjid
Saat memasuki masjid untuk memulai iktikaf, dianjurkan terlebih dahulu melaksanakan salat tahiyatul masjid. Salat ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada rumah Allah.
Rasulullah SAW bersabda:
"Jika salah seorang di antara kalian masuk masjid, janganlah duduk sehingga sholat dua rakaat." (HR Jamaah Ahli Hadits)
Berikut bacaan niat salat tahiyatul masjid:
ُصَلِّى سُنَّةً تَحِيَّةَ الْمَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab latin:
"Ushalli sunnatat tahiyyatal masjidi rak'ataini lillahi ta'aalaa"
Artinya:
"Aku niat sholat sunnah tahiyyatal masjid dua rakaat karena Allah ta'ala."
2. Salat Taubat
Saat menjalani iktikaf, momen tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk memperbanyak istighfar dan memohon ampun atas kesalahan yang pernah dilakukan. Salah satu caranya adalah dengan melaksanakan salat taubat.
Salat ini dikerjakan ketika seorang muslim menyadari dosa yang telah diperbuat dan ingin memohon ampun kepada Allah SWT.
Dalil mengenai salat taubat diriwayatkan dari Abu Bakar. Rasulullah SAW bersabda:
"Tiada seorang hamba yang melakukan dosa, lalu ia bersuci dengan baik lalu ia berdiri untuk sholat dua rakaat, kemudian ia meminta ampunan kepada Allah melainkan Allah akan mengampuninya." (HR Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ahmad dan Ibnu Majah)
Berikut bacaan niat salat taubat:
أصلى سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Arab latin:
"Ushalli sunnatat taubati rak'ataini lillaahi ta'aalaa."
Artinya:
"Saya niat sholat taubat dua rakaat karena Allah Ta'ala."
3. Salat Tahajud
Salah satu ibadah malam yang sering dikerjakan saat iktikaf adalah salat tahajud. Salat ini dilakukan setelah tidur pada malam hari dan menjadi amalan yang sangat dianjurkan.
Waktu terbaik melaksanakan tahajud adalah pada sepertiga malam terakhir, yang dikenal sebagai waktu mustajab untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah SWT.
Salat tahajud minimal dikerjakan dua rakaat. Berikut niatnya:
اُصَلِّى سُنَّةً التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Arab latin:
"Ushallii sunnatat-tahajjudi rak'ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta'ala."
Artinya: "Aku niat sholat sunnah tahajud 2 rakaat, menghadap kiblat, karena Allah Ta'ala,"
4. Salat Hajat
Salat hajat juga dapat diamalkan selama iktikaf, terutama ketika seseorang memiliki kebutuhan atau keinginan yang ingin dipanjatkan kepada Allah SWT.
Baca Juga : Kalender Jawa Weton Rabu Pahing 11 Maret 2026: Tidak Dianjurkan Bepergian
Salat ini dapat dilakukan kapan saja, baik siang maupun malam hari. Namun banyak orang memilih melaksanakannya pada malam hari karena dianggap sebagai waktu terbaik untuk berdoa.
Jumlah rakaat salat hajat minimal dua rakaat dan maksimal dua belas rakaat.
Berikut niat salat hajat dua rakaat:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Arab latin:
"Ushallî sunnatal hajati rak'ataini adâ'an lillâhi ta'âlâ"
Artinya:
"Aku menyengaja sholat sunnah hajat dua rakaat tunai karena Allah SWT."
5. Salat Rawatib
Selama berada di masjid untuk iktikaf, umat Islam juga dapat memperbanyak salat sunnah rawatib. Salat ini merupakan salat sunnah yang mengiringi salat wajib lima waktu.
Rawatib terdiri dari dua jenis, yaitu qabliyah (sebelum salat wajib) dan ba’diyah (setelah salat wajib). Biasanya dilakukan dua rakaat dengan satu salam.
Hadits mengenai salat rawatib diriwayatkan oleh Ibnu Umar.
"Aku menjaga 10 rakaat dari Nabi SAW. Dua rakaat sebelum Zuhur dan sesudah Zuhur, dua rakaat setelah Maghrib di rumahnya, dua rakaat setelah Isya di rumahnya dan dua rakaat sebelum sholat Subuh." (HR Bukhari)
Dari hadits tersebut, salat rawatib yang sangat dianjurkan antara lain:
2 rakaat sebelum Subuh
2 rakaat sebelum Dzuhur
2 rakaat setelah Dzuhur
2 rakaat setelah Maghrib
2 rakaat setelah Isya
Berapa Lama Minimal Iktikaf?
Iktikaf dianjurkan dilakukan pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Namun para ulama memiliki pandangan berbeda terkait durasi minimalnya.
Mazhab Hanafiyah berpendapat iktikaf dapat dilakukan dalam waktu singkat tanpa batasan tertentu. Sementara mazhab Malikiyah berpendapat minimal iktikaf berlangsung selama satu hari satu malam.
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa pahala iktikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadan sangat besar. Diriwayatkan bahwa Ali bin Husein mendengar dari ayahnya bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa iktikaf dalam sepuluh hari terakhir (secara berturut-turut) pada bulan Ramadan, maka ia seakan-akan melakukan dua kali haji dan dua kali umrah." (HR Baihaqi)
Demikian 5 salat sunnah yang dianjurkan dikerjakan selama 10 hari terakhit bulan Ramadhan. Semoga kita semua bisa meraih keberkahan Lailatul Qadar. Amin Ya Rabbal Alamin.
