Mengenal Ciri Penyakit Campak pada Anak dan Dewasa di Tengah Peningkatan Kasus Global dan di Indonesia

Reporter

Mutmainah J

Editor

A Yahya

08 - Mar - 2026, 07:08

Ilustrasi campak. (Foto: iStock)

JATIMTIMES - Belakangan ini, kasus Campak atau Measles kembali menjadi perhatian setelah sejumlah negara melaporkan peningkatan kasus. Tren serupa juga dilaporkan terjadi di Indonesia, sehingga masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap penyakit menular tersebut.

Campak merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus dan dapat menyerang anak-anak maupun orang dewasa. Penyakit ini sangat mudah menular melalui percikan air liur ketika penderita batuk, bersin, atau berbicara.

Baca Juga : Festival Ramadan Kareem Season 2 Disambut Positif Orang Tua, Dinilai Jadi Wadah Anak Mengembangkan Bakat

Karena tingkat penularannya cukup tinggi, mengenali gejala campak sejak dini menjadi langkah penting agar penderita bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat dan mencegah penyebaran lebih luas.

Gejala Awal Campak

Pada tahap awal atau fase prodromal, penderita campak biasanya mengalami gejala yang mirip dengan flu. Beberapa gejala awal yang umum terjadi antara lain, seperti dilansir dari laman Halodoc:

• Demam tinggi, umumnya di atas 38°C

• Batuk kering

• Pilek

• Sakit tenggorokan

• Mata merah atau berair

• Tubuh terasa lemas dan tidak bertenaga

Kombinasi batuk, pilek, dan mata merah ini sering dikenal dengan istilah 3C, yaitu cough, coryza, dan conjunctivitis. Gejala tersebut biasanya muncul beberapa hari sebelum ruam terlihat pada kulit.

Munculnya Bercak Koplik

Salah satu tanda khas campak adalah munculnya bercak putih kecil di dalam mulut yang dikenal sebagai Koplik spots.

Bercak ini biasanya berwarna putih keabu-abuan dengan dasar kemerahan dan muncul di bagian dalam pipi. Umumnya bercak Koplik muncul sekitar 1 hingga 3 hari sebelum ruam kulit berkembang.

Karena menjadi tanda yang cukup khas, keberadaan bercak ini sering membantu dokter dalam mengenali infeksi campak sejak tahap awal.

Ruam Kulit yang Menyebar

Sekitar 3 hingga 5 hari setelah gejala awal muncul, penderita biasanya mulai mengalami ruam pada kulit.

Ruam campak umumnya memiliki ciri-ciri berikut:

• Berwarna merah kecokelatan

• Berbentuk makulopapular atau sedikit menonjol

• Muncul pertama kali di belakang telinga atau garis rambut

• Menyebar ke wajah, leher, lalu ke seluruh tubuh

• Ruam ini biasanya bertahan selama 4 sampai 7 hari sebelum akhirnya perlahan memudar.

Gejala Lain yang Bisa Muncul

Selain demam dan ruam, campak juga dapat disertai beberapa keluhan lain, seperti:

- Diare

- Muntah

- Nafsu makan menurun

- Tubuh terasa sangat lelah

Gejala tambahan ini bisa berbeda pada setiap orang, tergantung kondisi tubuh dan daya tahan masing-masing.

Perbedaan Gejala Campak pada Anak dan Dewasa

Walaupun gejalanya serupa, tingkat keparahan campak bisa berbeda antara anak-anak dan orang dewasa.

Pada Anak-anak

Baca Juga : Menlu China Wang Yi Kutuk Perang Timur Tengah, Desak AS Selesaikan Perbedaan dengan Beijing

Anak-anak sering mengalami gejala yang relatif lebih ringan. Namun mereka tetap berisiko mengalami komplikasi, seperti:

• Diare berat

• Infeksi telinga

• Pneumonia

Pada Orang Dewasa

Sementara itu, orang dewasa biasanya mengalami gejala yang lebih berat dan berlangsung lebih lama. Risiko komplikasi pada kelompok usia ini juga cenderung lebih tinggi.

Masa Penularan Campak

Campak termasuk penyakit yang sangat mudah menular. Virus penyebabnya dapat menyebar bahkan sebelum ruam muncul.

Seseorang yang terinfeksi campak bisa menularkan penyakit ini sejak sekitar empat hari sebelum ruam muncul hingga empat hari setelah ruam terlihat.

Karena itu, penting untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala yang mengarah pada campak.

Segera cari bantuan medis jika penderita mengalami tanda bahaya seperti sesak napas, muntah atau diare berat, serta penurunan kesadaran. Penanganan yang cepat dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius.