Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Kesehatan

Vaksin Campak Terlambat, Apa Masih Bisa Dikejar? Ini Penjelasan Dokter

Penulis : Binti Nikmatur - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

08 - Mar - 2026, 13:43

Placeholder
Potret bagian tubuh yang kena campak, yang kini mulai merebak di Indonesia akhir-akhir ini. (Foto: Shutterstock)

JATIMTIMES - Imunisasi campak merupakan salah satu vaksin penting untuk melindungi anak dari penyakit menular. Namun dalam praktiknya, tidak sedikit anak yang terlambat menerima vaksin sesuai jadwal.

Mengingat baru-baru ini, kasus campak di Indonesia meningkat, lalu apakah vaksin campak yang terlambat masih bisa dikejar?

Baca Juga : Mengenal Kanker Ginjal, Penyakit yang Diderita Vidi Aldiano Sebelum Meninggal

Jawabannya, masih bisa. Anak yang terlambat menerima vaksin campak tetap dapat memperoleh imunisasi susulan melalui program imunisasi kejar tanpa perlu mengulang dari awal.

Dokter Spesialis Anak Sjully Mamahit, Sp.A, M.Kes, CIMI, menjelaskan bahwa imunisasi merupakan salah satu program kesehatan utama yang dijalankan hampir di seluruh negara, termasuk Indonesia.

“Imunisasi anak merupakan salah satu program kesehatan utama di hampir semua negara di dunia, termasuk Indonesia,” tulis dr. Sjully Mamahit seperti dikutip dari laman Primaya Hospital, Minggu (8/3/2026). 

Menurutnya, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah mencanangkan program imunisasi rutin lengkap, yang merupakan pengembangan dari program imunisasi dasar lengkap.

Program tersebut terdiri dari imunisasi dasar dan imunisasi lanjutan, dengan jadwal yang disusun berdasarkan berbagai penelitian mengenai manfaat vaksin bagi anak.

Secara umum, vaksin campak diberikan dalam dua tahap. Dosis pertama diberikan saat anak berusia 9 bulan, sementara dosis kedua atau booster diberikan pada usia 18 bulan.

Jika jadwal tersebut terlewat, vaksin tetap dapat diberikan selama anak dalam kondisi sehat. Anak tidak perlu mengulang imunisasi dari awal, melainkan cukup melanjutkan melalui program imunisasi kejar.

Misalnya, bila anak sudah berusia lebih dari 1 tahun dan belum pernah mendapatkan vaksin campak, rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia adalah langsung memberikan vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella).

Untuk diketahui, imunisasi kejar atau catch-up immunization merupakan pemberian vaksin kepada seseorang yang belum menerima dosis vaksin tertentu atau terlewat dari jadwal imunisasi nasional, padahal sebenarnya sudah memenuhi syarat untuk mendapatkannya.

Baca Juga : THR Ojol 2026 Berapa Nominalnya? Berikut Bocoran dan Syarat Driver yang Bisa Dapat

Keterlambatan imunisasi bisa terjadi karena berbagai alasan. Misalnya karena keterbatasan akses layanan kesehatan atau kekhawatiran orang tua membawa anak ke fasilitas kesehatan, seperti yang sempat terjadi saat pandemi.

Program imunisasi kejar sendiri dapat dilakukan melalui layanan kesehatan rutin di fasilitas kesehatan seperti puskesmas maupun rumah sakit.

Meski demikian, tidak semua vaksin dapat diberikan sebagai imunisasi susulan. Beberapa jenis vaksin memiliki batas usia tertentu sehingga tidak lagi direkomendasikan jika sudah terlewat.

Panduan dari World Health Organization menyebutkan bahwa imunisasi dapat disesuaikan berdasarkan kelompok usia, mulai dari bayi hingga remaja.
Secara umum, imunisasi kejar masih dapat dilakukan hingga usia 18 tahun, meski tetap menyesuaikan jenis vaksin yang diperlukan.

Sebagai contoh, vaksin rotavirus tidak dapat diberikan jika melewati batas waktu tertentu pada bayi. Begitu juga vaksin Haemophilus influenzae tipe B (Hib) dan pneumococcal conjugate vaccine (PCV) yang biasanya tidak lagi diberikan pada anak di atas 5 tahun, karena risiko penyakitnya paling tinggi pada usia balita.

Adapun imunisasi bertujuan membantu tubuh anak membentuk antibodi untuk melindungi dari berbagai penyakit menular. Karena itu, jadwal imunisasi disusun berdasarkan penelitian klinis agar perlindungan yang diberikan dapat optimal.

Jika anak terlambat mendapatkan imunisasi, maka risiko tertular penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan vaksin menjadi lebih besar. 


Topik

Kesehatan Campak vaksin campak imunisasi wabah campak



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Binti Nikmatur

Editor

Sri Kurnia Mahiruni