Tunggu Relokasi Pedagang Rampung, APBN Sebesar Rp 14 M Siap Digelontor untuk Jalan Pasar Gadang
Reporter
Riski Wijaya
Editor
A Yahya
23 - Feb - 2026, 04:29
JATIMTIMES - Pemerintah Kota Malang memastikan penataan kawasan pasar dengan membangun jalan kembar bermedian lengkap dengan pagar tembok pembatas. Proyek yang didanai Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 14,9 miliar itu ditargetkan mulai berjalan setelah seluruh pedagang resmi direlokasi.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan perbaikan jalan akan dibuat lurus mengarah ke dua jembatan yang ada, sekaligus dilengkapi median di tengah. Atas masukan pedagang, median tersebut nantinya tidak hanya berupa pembatas biasa, tetapi juga dipasang pagar tembok di sisi pinggir jalan.
Baca Juga : Pastikan Sesuai Jadwal, Wali Kota Malang Tinjau Progres Pembangunan Relokasi Pasar Gadang
“Penginnya ada pagar tembok supaya tidak ada yang loncat dan tidak ada pembeli yang langsung transaksi di pinggir jalan,” ujar Wahyu.
Skema penataan itu akan dibuat berlapis. Setelah pagar tembok, akan disiapkan akses jalan selebar 1,5 meter bagi pembeli. Di belakangnya baru area berjualan. Dengan konsep tersebut, aktivitas jual beli tidak lagi berada persis di tepi jalan seperti kondisi saat ini.
Menurut Wahyu, langkah itu penting untuk mencegah pedagang maupun pembeli keluar-masuk sembarangan atau menyeberang secara langsung yang berpotensi menghambat arus lalu lintas menuju jembatan.
“Kalau tidak kita tembok, mereka bisa terabas. Ini yang kita atur,” tegasnya.
Ia memastikan seluruh proses penataan dan relokasi rampung setelah Lebaran. Selama bulan puasa ini, pembenahan ditargetkan selesai. Selanjutnya, mulai H+7 Hari Raya, para pedagang sudah mulai pindah.
“Maret harus selesai. Semua sudah pindah, tidak ada lagi pedagang seperti ini. Sudah terbongkar semua, dan pandangan langsung ke jalan besar,” katanya.
Kesepakatan relokasi itu telah dicapai bersama paguyuban pedagang. Para pedagang sepakat melakukan penataan secara swadaya di sisi selatan, dibandingkan harus direlokasi ke Terminal Hamid Rusdi. Untuk sisi timur disebut sudah tuntas, sementara sisi barat ditargetkan selesai sebelum Hari Raya.
“Alhamdulillah mereka mau swadaya. Ini sudah bertahun-tahun tidak mau pindah. Sekarang mereka siap,” ujar Wahyu.
Setelah relokasi dinyatakan tuntas, proyek jalan kembar lengkap dengan median dan sirip-siripnya akan segera dilelang menggunakan dana DAK sebesar Rp14,9 miliar.
Terkait potensi kemacetan dan kebutuhan lahan parkir, Wahyu memastikan seluruh fasilitas telah disiapkan. Akses masuk tersedia dari sisi selatan dan utara, termasuk area bongkar muat. Penyeberangan pun akan diatur di titik-titik tertentu agar tidak mengganggu arus kendaraan.
“Sudah saya pastikan bersama Kadishub, tidak boleh ada aktivitas di badan jalan. Penyeberangan hanya di beberapa titik yang kita siapkan,” tegasnya.
Ia juga menilai tak diperlukan jembatan penghubung tambahan antar sisi pasar. Pasalnya, jenis dagangan telah dipisah sesuai zonasi, seperti buah dan ikan, sehingga mobilitas pembeli dinilai tetap efisien tanpa harus memicu kepadatan lalu lintas.
