Perumda Jasa Yasa Pinang BUMD Kota Batu untuk Revitalisasi Songgoriti, Nilai Investasi Capai Miliaran Rupiah

Reporter

Prasetyo Lanang

Editor

Yunan Helmy

22 - Feb - 2026, 12:02

Beberapa destinasi di Kawasan Wisata Songgoriti bakal tersentuh revitalisasi oleh Perumda Jasa Yasa dengan kerja sama BUMD Kota Batu maupun pihak ketiga.(Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)

JATIMTIMES – Wacana revitalisasi kawasan Songgoriti  tidak akan berjalan dengan skema tunggal. Area legendaris tersebut terbagi menjadi enam sektor pengembangan strategis untuk mempercepat pengaktifan kembali dan menggerakkan ekonomi di wilayah tersebut.

Hal tersebut dibenarkan Direktur Utama Perumda Jasa Yasa Raden Djoni Sudjatmiko. Ia memaparkan, dari enam sektor tersebut, dua sektor terbesar akan dikelola melalui kolaborasi apik antara Perumda Jasa Yasa milik Kabupaten Malang dengan badan usaha milik daerah (BUMD) milik Kota Batu. Skema kerja sama dua perusahaan pelat merah ini diharapkan menjadi motor penggerak utama, khususnya dalam mengelola ikon Pemandian Air Panas Songgoriti.

Baca Juga : Kota Batu Bakal Terapkan Kabel Tanam Atasi Kesemrawutan, Diatur Perwali

"Surat resmi kepada Pemkot Batu sudah kami konsep. Intinya, kami ingin langsung jalan melalui kerja sama antar-BUMD. Sementara sebagian sektor lainnya akan kami gandengkan dengan pihak ketiga," ujar Djoni saat dikonfirmasi belum lama ini.

Salah satu daya tarik yang paling dinantikan adalah pembangunan fasilitas sport tourism berupa empat lapangan padel dan restoran representatif. Tak tanggung-tanggung, investasi untuk sektor ini diprediksi menelan biaya di atas Rp5 miliar. Lokasinya tepat berada di depan Songgoriti Hot Spring yang saat ini sudah mulai beroperasi.

"Untuk lapangan padel dan resto itu investasinya cukup besar, kemungkinan di atas Rp5 miliar dari pihak ketiga. Target kami, pertengahan tahun ini fasilitas tersebut sudah bisa dibuka untuk umum," imbuh Djoni.

Selain menyasar wisatawan dengan fasilitas modern, Jasa Yasa juga memberikan atensi khusus pada revitalisasi Pasar Songgoriti. Area yang selama ini menjadi nadi ekonomi warga lokal itu akan dipoles dengan sentuhan digitalisasi dan renovasi fisik yang dianggarkan sekitar Rp2 miliar. Tujuannya, agar suasana pasar lebih hidup dengan kehadiran outlet modern menyerupai ritel masa kini.

Menariknya, Djoni menegaskan bahwa proyek besar ini tetap akan menempatkan masyarakat lokal sebagai pemeran utama. Ia menjamin penyerapan tenaga kerja akan diprioritaskan bagi warga sekitar sesuai dengan kapasitas yang dibutuhkan oleh para pengelola sektor nantinya.

Baca Juga : Khidmah di Ponpes Al-Fatah Temboro: Kisah Zidni yang Mengabdi dengan Merawat Unta

"Masyarakat setempat jelas kita libatkan. Peluang kerja pertama akan kami buka seluas-luasnya bagi warga lokal sesuai kompetensinya, mulai dari operasional pasar hingga posisi staf di unit-unit baru nanti," tegas Djoni.

Meski rincian bagi hasil belum mengerucut secara teknis, Jasa Yasa menargetkan sedikitnya 50 hingga 75 persen area Songgoriti sudah bisa beroperasi penuh sebelum akhir tahun 2026. Target jangka pendeknya, pasar dan area kuliner harus sudah menunjukkan perubahan wajah pada akhir tahun ini.

Dengan masuknya investasi pihak ketiga dan keterlibatan aktif BUMD lokal, wajah Songgoriti yang selama ini terkesan "usang" diharapkan segera berganti dengan citra kawasan wisata yang bersih, modern, dan profesional tanpa menghilangkan nilai sejarahnya.