Cuaca Picu Kenaikan Harga Cabai Rawit
Reporter
Ashaq Lupito
Editor
Yunan Helmy
09 - Feb - 2026, 09:41
JATIMTIMES - Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Malang melakukan peninjauan di Pasar Kepanjen, Kabupaten Malang, Senin (9/2/2026). Peninjauan dilakukan dalam rangka memantau kondisi stok hingga harga sejumlah bahan pokok dan barang penting (bapokting) jelang Ramadan tahun 2026.
Hasilnya, secara umum sejumlah harga sembako di Kabupaten Malang cenderung stabil. Meskipun terdapat kenaikan harga pada sebagian komoditas, namun kenaikannya tidak terlalu signifikan dan masih di bawah harga eceran tertinggi (HET).
Sementara itu, salah satu komoditas yang mengalami kenaikan harga tersebut ialah cabai rawit. Kenaikan harga dipicu karena faktor cuaca. "Cabai rawit merah, itu agak ada kenaikan (harga, red)," ujar Kepala Sub Bagian Tata Usaha Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas Puspa Dewi.
Berdasarkan hasil peninjauan di Pasar Kepanjen, harga cabai rawit saat ini berada pada kisaran antara Rp 75 ribu hingga Rp 80 ribu. "(Harga cabai rawit, red) sebelumnya Rp 65 ribu," imbuhnya.
Puspa menyebut, kenaikan harga pada cabai rawit tersebut dimungkinkan karena faktor cuaca. Akhir-akhir ini memang sering terjadi hujan.
"Mungkin karena cuaca (sehingga menyebabkan harga cabai rawit naik, red), cuacanya kan hujan terus. Makanya tadi kami lihat juga banyak yang busuk," ucapnya.
Temuan harga cabai rawit yang merangkak naik akibat terdampak cuaca tersebut, diakui Puspa, nantinya akan dievaluasi untuk mencarikan solusi. Sehingga diharapkan bisa segera diantisipasi dan harganya kembali normal.
Baca Juga : Mujahadah Kubro 1 Abad NU Picu Lonjakan Hunian Hotel di Kota Malang, Grand Mercure Full Booked
"Mungkin ada bantuan distribusi atau apa, kami belum tahu. Kami akan lapor dulu ke pimpinan kalau untuk (kenaikan harga, red) cabai ini," ujarnya.
Selain cabai rawit, harga komoditas lain dari hasil peninjauan di Kabupaten Malang terpantau stabil. Andaikan ada kenaikan, itu pun masih di bawah HET. "Cenderung tidak ada kenaikan harga yang signifikan, (relatif, red) stabil," pungkasnya.
