Wawali Kota Malang Ingin Posyandu Disabilitas Dilakukan di Semua Kelurahan

Reporter

Riski Wijaya

Editor

Dede Nana

24 - Jul - 2023, 02:58

Wakil Walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko saat meninjau pelayanan Posyandu Disabilitas Kelurahan Polehan.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang secara konsisten berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, tidak terkecuali penyandang disabilitas. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Posyandu Disabilitas Kelurahan Polehan, Kecamatan Blimbing. 

Dimana dalam hal ini, Posyandu Disabilitas, Kelurahan Polehan memfasilitasi pengecekan kondisi kesehatan penyandang disabilitas. Seperti pemeriksaan kadar gula, detak jantung, terapi tulang dan daya motorik otak kanan serra kiri. 

Baca Juga : Bersama YAKKUM, Pemkab Situbondo Beri Beasiswa Kuliah hingga Pelatihan Kinesioterapi Khusus Difabel

 

Dalam hal ini, Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko berharap agar hal itu bisa dilakukan secara merata di 56 kelurahan se-Kota Malang untuk memiliki Posyandu Disabilitas. Sebab dirinya menilai layanan khusus ini menurutnya sebagai salah satu wujud dan bukti hadirnya pemerintah ketika dibutuhkan kelompok masyarakat tertentu.

“Selama ini Pemkot Malang melalui Diskopindag juga memberikan kelompok difabel ini dengan berbagai pelatihan. Jika seseorang mempunyai keterampilan dan didukung kesehatan yang baik, maka akan melahirkan difabel yang sehat, mandiri dan produktif,” ujar Edi.

Apalagi menurutnya, pelayanan pemerintah di bidang kesehatan tentu dibutuhkan oleh masyarakat. Baik dari anak-anak secara umum, keluarga disabilitas dan juga warga secara keseluruhan. 

Terlebih dalam hal ini, pelayanan kesehatan bagi difabel ini tidak dipungut biaya. Dan jika membutuhkan rujukan akan dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.

“Meski demikian, di Posyandu Disabilitas seperti ini sudah ada beberapa tenaga medis, terapis dan ahli gizi,” imbuh Edi.

Baca Juga : Jatim Pertahankan Predikat Provila, Gubernur Khofifah: Alhamdulillah 38 Daerah di Jatim Juga Berpredikat KLA

 

Sementara itu, Ketua Kelompok Inklusi Disabilitas (KID) Kelurahan Polehan yang juga orang tua difabel, Endah Sumiati mengaku senang karena selama ini perhatian Pemkot Malang cukup besar. Sehingga orang-orang berkebutuhan khusus ini mendapat layanan kesehatan optimal dan tetap produktif.

“Sudah dua tahun lebih sama Pemkot Malang betul-betul diperhatikan untuk kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler anak-anak. Ini Jeni sama Fafa barusan ikut pelatihan IT dapat support, pelatihannya di Bakorwil,” ujarnya.