Dianggap Cemarkan Nama Baik, PD Jasa Yasa Laporkan Akun FB Mustofa Ibrahimovich

Pihak PD Jasa Yasa Kabupaten Malang akhirnya melaporkan dugaan pencemaran nama baik lembaga dan dirutnya yang ditulis akun FB Mustofa Ibrahimmovich di Grup Komunitas Peduli Malang ke Polres Malang, Jumat (12/01) sore. (Nana)
Pihak PD Jasa Yasa Kabupaten Malang akhirnya melaporkan dugaan pencemaran nama baik lembaga dan dirutnya yang ditulis akun FB Mustofa Ibrahimmovich di Grup Komunitas Peduli Malang ke Polres Malang, Jumat (12/01) sore. (Nana)

MALANGTIMES - Kasus kekerasan di wisata Pantai Regent, Bantur, terus menggelinding. Kini, kasus yang pernah viral di media sosial (medsos) beberapa pekan lalu itu bergeser pada persoalan tulisan yang di-share oleh akun Facebook (FB) Mustofa Ibrahimovich di grup Komunitas Peduli Malang (ASLI Malang).

Akun Mustofa Ibrahimovich yang menulis persoalan kekerasan oleh juru parkir terhadap salah satu pengunjung menuai reaksi keras dari pihak PD Jasa Yasa Kabupaten Malang. Pasalnya, dalam tulisan yang juga di-share di grup FB Komunitas Peduli Malang, pihak PD Jasa Yasa merasa dicemarkan nama baiknya oleh akun Mustofa Ibrahimovich.

"Setelah kami  koordinasikan di Jasa Yasa mengenai tulisan tersebut, akhirnya kami  sepakat untuk melaporkan perbuatan akun tersebut ke kepolisian," kata Achmad Mas'ud, kasubag umum PD Jasa Yasa, yang didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PEKA (Pemberdayaan Masyarakat untuk Keadilan) saat ditemui di Polres Malang, Jumat (12/01) sore.

Achmad melanjutkan, tulisan akun yang dilaporkan kepada Satuan Reskrim Polres Malang ini dikarenakan telah melakukan pencemaran nama baik institusi sekaligus direktur utama PD Jasa Yasa. "Jadi, laporan kami atas nama PD Jasa Yasa Kabupaten Malang," ujar Achmad sambil memperlihatkan dua lembar print out tulisan dari akun Mustofa Ibrahimovich yang dianggap telah mencemarkan nama baik.

Tulisan pertama di akun Mustofa Ibrahimovich sebenarnya merupakan reaksi atas kejadian Davina Amandita, pengunjung wisata, bersama anaknya yang mengalami perlakuan kasar dari jukir. Davina langsung memposting perlakuan tersebut di grup FB Komunitas Peduli Malang tanggal 2 Januari 2018 pukul 16.46 WIB.

Postingan Davina tersebut mendapat reaksi tingg dari  netizen sehingga membuat peristiwa tersebut menjadi viral. "Di postingan pertama terlapor menulis bahwa peristiwa tersebut terjadi di wilayah wisata Pantai Balekambang. Ini sudah kami klarifikasi bahwa itu bukan wilayah kami," ujar Achmad.

Dalam postingan tersebut, kalimat pembukanya adalah, "Yuk Bosku Tindaklanjuti Kasus Dugaan Pemukulan Pengunjung oleh Pengelola Pantai Balekambang". Tapi, setelah adanya klarifikasi dari PD Jasa Yasa, akun Mustofa Ibrahimovich kembali menulis di Komunitas Peduli Malang yang intinya melakukan kritik tajam kepada pengelola Pantai Balekambang, yaitu PD Jasa Yasa.

"Tulisan berjudul Jawaban Lolak Lolok Pengelola Pantai Balekambang serta beberapa tulisan lainnya menyudutkan dirut Jasa Yasa dan lembaga. Padahal sekali lagi pihak kami sudah klarifikasi bahwa kejadian tersebut bukan di wilayahnya, tapi di Pantai Regent," ujar Lukman Wahyudi, direktur LBH PEKA yang mendampingi PD Jasa Yasa melaporkan kasus tersebut ke Polres Malang.

Lukman melanjutkan, sebenarnya pihak PD Jasa Yasa ingin menyelesaikan hal tersebut secara kekeluargaan. "Tapi kami tidak tahu apakah akun ini asli atau tidak. Juga alamat pemilik akun ini di mana, kami tidak tahu. Karena itu, kami limpahkan ke Polres Malang untuk tindak lanjutnya," ucap dia.

Bagian tulisan kedua akun Mustofa Ibrahimovich yang dipersoalkanPD Jasa Yasa  antara lain seperti ini. "...alih-alih mendapatkan respon melegakan dari pengelola, netizen justru mendapatkan jawaban lolak lolok dari Dirut PD Jasa Yasa, Ahmad Faiz Wildan,...".(*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top