Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Terpaksa Jadi Bagian ISIS karena Ulah Sang Ayah, Remaja ini Menangis Ingin Kembali ke Indonesia

Penulis : Pipit Anggraeni - Editor : Lazuardi Firdaus

09 - Feb - 2020, 02:18

Placeholder
Screenshot video channel YouTube BBC News Indonesia

MALANGTIMES - Bangun pagi, berangkat sekolah, belajar, dan bercanda dengan teman sebaya tentu menjadi mimpi sederhana banyak anak-anak Indonesia. Tapi mimpi itu menjadi hal yang sangat istimewa, bahkan harus dikorbankan oleh gadis belia bernama Nada Fedulla ini.

Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh

Impiannya itu sirna dan direnggut begitu saja oleh ayah tercintanya. Nada terpaksa berhenti sebagai siswa sekolah dasar pada 2015 silam. Dia pun dibawa oleh ayahnya menuju sebuah negara yang sebelumnya tak pernah terbesit dalam pikirannya sama sekali. Ya, sejak 2015 lalu, sang ayah membawa ia bersama nenek dan keluarganya ke Suriah.

Tentu jauh dari bayangannya. Karena bukan teman bermain baru yang ia temui di Suriah, melainkan ia harus menyaksikan mayat bergeletakan di jalanan. Kepala dan tubuh terpisah dengan begitu saja. Pemandangan yang sungguh mengerikan itu pun tak pelak menjadikan hatinya teriris.

"Ketika saya pergi berbelanja dengan keluarga saya, kadang-kadang saya melihat mereka membantai orang-orang. Mereka melakukannya di jalanan agar orang-orang bisa melihat," kata bocah yang kini sudah menginjak usia remaja itu dalam wawancara bersama BBC News Indonesia.

Nada pun bercerita, jika dia sama sekali tak tahu menahu jika tempat baru yang menjadi tujuan ayahnya saat itu adalah Suriah. Namun nasi sudah menjadi bubur, impiannya untuk menjadi seorang dokter pun kini sirna karena ulah sang ayah yang memilih bergabung menjadi bagian teroris ISIS.

"Saat saya masih sekolah, saya bercita-cita menjadi dokter," kenangnya dengan senyum simpul. Sedikit kebahagian terlihat jelas saat ia menceritakan kenangan masa kecilnya dengan mimpinya yang begitu mulia.

Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis

Namun tetesan air mata berlinang di pipi Nada, saat ia menceritakan bagaimana kisahnya harus merelakan mimpinya menjadi seorang dokter. Dengan suara bergetar, Nada berpendapat jika setiap manusia pernah memiliki kesalahan. Maka dengan lapang dada, dia memaafkan perbuatan ayahnya yang telah salah memilih jalan sebagai bagian dari ISIS.

Dia pun menyampaikan rasa lelahnya bergelut dengan negeri asing. Remaja berhijab itu menyampaikan keinginannya untuk kembali ke tanah air. "Saya akan sangat berterimakasih jika ada orang yang memaafkan kami," kata Nada.

Sang ayah, Aref Fadullah saat diwawancara BBC News Indonesia pun mengakui jika upayanya bergabung dengan ISIS adalah sebuah kesalahan besar. Dia mengaku sangat bersalah karena telah membawa keluarganya dan mengorbankan semuanya untuk ISIS. Namun nasi sudah menjadi bubur, terorisme menjadi musuh dunia yang tentunya sangat susah untuk dimaafkan.


Topik

Peristiwa Nada-Fedulla Terpaksa-Jadi-Bagian-ISIS-karena-Ulah-Sang-Ayah Bagian-ISIS BBC-News-Indonesia teroris-ISIS Aref-Fadullah



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Pipit Anggraeni

Editor

Lazuardi Firdaus