MALANGTIMES - Warga Dusun Sebaluh, Desa Pandesari, Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur mengalami krisis air bersih akibat rusaknya dam penampungan air yang diterjang air bah beberapa waktu lalu.
Baca Juga : Tiga Tenaga Kesehatan Positif Covid-19 di Kota Malang Sembuh
Yayuk salah satu warga setempat mengaku, setelah banjir air bah yang terjadi di Coban Rondo beberapa waktu lalu, air ke warga dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sempat mati beberapa hari.
"Air sempat mati dua hari, setelah itu dam diperbaiki oleh warga setempat, dan saat ini sudah mengalir namun keruh," ujarnya Yayuk, Selasa, (9/2/2016).
Meskipun keruh, Ia dengan tetangga lainnya masih menggunakan air tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Hal serupa juga dirasakan oleh Beny Prasetyo, Ia mengatakan hampir semua warga dari lima dusun di Desa Pandesari mengalami krisis air bersih.
"Dusun Sebaluh, Maron, Gesingan, Jurangrejo dan Krajan," ujar Beny.
Tak jarang warga setempat mengambil air dari sumber lain yang berjarak 8 kilometer dengan menggunakan truk tangki dengan biaya 30 ribu per satu kubiknya.
Baca Juga : Tanggap Covid-19, Fraksi PKS DPRD Kota Malang Bagikan Ratusan APD ke Petugas Medis
"Saat kawasan hulu hujan, airnya bisa lebih keruh, kadang warnanya sampai coklat lumpur," imbuhnya.
Selain warga pelanggan PDAM, warga yang menggunakan air dari Swadaya atau Himpunan Penduduk Pengguna Air Minum (Hippam) di Desa Pandesari juga mengalami hal serupa. (*)
