Malangtimes

Kisah Pendiri RM Padang Sederhana: Dari Tukang Cuci Piring hingga Miliki Ratusan Rumah Makan Sendiri 

Jan 26, 2023 07:19
Tampak depan Rumah Makan Padang Sederhana (foto: Lifepal)
Tampak depan Rumah Makan Padang Sederhana (foto: Lifepal)

JATIMTIMES - Di balik suksesnya Rumah Makan (RM) Padang Sederhana, ada cerita pendirinya yakni H. Bustaman yang harus jungkir balik untuk merintisnya. RM Padang Sederhana yang berdiri sejak 1972 kini memiliki ratusan cabang, baik di dalam negeri maupun luar negeri, seperti Malaysia. RM Padang Sederhana pun tetap strong meski fastfood baru terus bermunculan. 

H. Bustaman lahir di Sumatera Barat 1955. Ia hanya lulusan SD yang merantau karena faktor budaya. Pertama kali merantau, Bustaman memilih Jambi. Di sana, Ia kerja serabutan, mulai di kebun karet, jualan koran, tukang cuci piring di rumah makan hingga pernah jadi pedagang asongan

Barulah pada 1970 atau dua tahun setelah menikah, Bustaman memberanikan diri merantau ke Jakarta. Ia ikut adik iparnya tinggal di kawasan Matraman. Awalnya, Bustaman jadi pedagang rokok menggunakan gerobak di pinggir jalan. Hanya saja, di lingkungannya kerap ada keributan antara orang Minang dengan preman setempat. Akhirnya, Bustaman harus pindah ke Pejompongan. Di sinilah, Ia mulai buka warung makanan. 

Bustaman mengaku buka warung makanan berbekal dirinya yang pernah jadi tukang cuci piring di warung makan. Pada saat itu, Ia menyewa lahan satu kali satu meter dengan harga Rp 3 ribu untuk membuka warung makan. 

Untuk jualan warung makan, Bustaman pun memasak sendiri. Namun setelah dijalani omzetnya jauh dari modal yang dikeluarkan. Tak hanya itu, Ia juga ditipu oleh pembantunya.

Meski begitu, Bustaman tetap bersikeras membangun bisnis warung makan. Ia menyewa tukang masak dan akhirnya berhasil laku keras karena masakannya enak. Lagi-lagi terkendala masalah, gerobak Bustaman disita Satpol PP.

Lantas Bustaman buka warung di lahan yang disediakan pemerintah. Harga beli lapak saat itu Rp 750 per lapak. Namun satu nama cuma boleh satu lapak saja. Padahal Bustaman butuh dua lapak. 

Kemudian pinjamlah nama ke paman Bustaman. Namun, tantenya malah mengusik warung Bustaman dan merebut warung tersebut. Meski begitu, warung Bustaman tetaplah laku keras dibanding warung yang direbut tantenya.

Terus berkembang dan laku keras, Bustaman pun mampu membeli lapak yang dikuasai tantenya itu. Meskipun demikian, cobaan masih bertubi-tubi, rumahnya mengalami kebakaran. 

Semakin laris, Bustaman pun makin sering buka cabang. Kali pertama bisa buka di Benhil dan cabang Roxy. RM sederhana pun terus mengembangkan masakannya, jika Bustaman bertemu rumah makan yang lebih enak pasti coba didekati dan cari tahu resepnya. 

RM Padang Sederhana juga sempat ada sengketa merek 'Sederhana' dengan kerabatnya sendiri, namun akhirnya berdamai. Kini, RM tersebut berkembang menjadi sebuah restoran waralaba dengan nama PT. Sederhana Citra Mandiri. 

Nama 'Sederhana' diambil dari tempat rumah makan Bustaman saat bekerja sebagai buruh cuci piring. Selain itu, menurut istri Bustaman, 'Sederhana' adalah nama yang mudah diingat.

Sistem gaji karyawan RM Padang Sederhana adalah bagi hasil antara karyawan dan pengusaha, setiap 100 hari. Jadi semakin ramai semakin semangat kerjanya. 

Untuk kalian yang ingin buka RM Padang Sederhana, siapkan investasi kisaran Rp 1 miliar. Nanti pihak Sederhana akan menyediakan koki dan pegawai yang mumpuni. 

Sebelum makan perhatikan kode RM Padang Sederhana. Jika ada huruf SA artinya, resto masih diurus keluarga owner. Lalu kode SB artinya, resto waralaba resep masih asli. Dan kode SC, artinya, sederhana yang di luar campur tangan famili. Hidangan paling populer di RM Sederhana adalah ayam pop dengan bumbu meresap. Kalian punya menu favorit?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru