Malangtimes

Mengaku Naif Mendukung Ganjar di Capres 2024, PSI Minta Maaf pada PDIP

Jan 11, 2023 18:12
Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDIP Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul. (Foto dari internet)
Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDIP Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul. (Foto dari internet)

JATIMTIMES - Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie meminta maaf kepada Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri lantaran mengusung kader PDIP Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden (capres) dari PSI di Pilpres 2024.

Dalam permintaan maafnya, Grace mengaku masih awam dan naif. Selain itu, Grace juga mengaku memahami apa yang disampaikan Megawati dalam pidatonya di acara HUT PDIP yang ke-50.

"Kami paham bahwa apa yang disampaikan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri dalam pidato di acara HUT ke-50 PDIP ditujukan ke PSI. Untuk itu, dalam kesempatan ini, dengan segala kerendahan hati, PSI meminta maaf kepada Ibu Mega," ujar Grace dalam keterangannya.

"PSI partai muda, kami masih awam dan naif. Kami kurang memahami mekanisme rekrutmen di PDIP. PDIP di bawah kepemimpinan Bu Mega telah banyak melahirkan pemimpin dan negarawan yang hebat. Pak Jokowi menjadi salah satu contoh nyata," ujar dia.

Lebih lanjut, Grace mengatakan dukungan PSI pada Ganjar bukan untuk mengambil kader dari PDIP melainkan bentuk pengakuan pada PDIP yang mampu melahirkan para pemimpin hebat.

"Dukungan terhadap Mas Ganjar bukan berarti kami mengambil kader PDIP. Justru ini merupakan pengakuan dari kami bahwa senior kami telah menghasilkan para pemimpin hebat," kata Grace.

Permintaan maaf dari PSI itu kemudian diterima oleh PDIP. Hal itu disampaikan oleh Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDIP Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul. Ia mengatakan, PDIP tentu menerima permintaan maaf PSI itu.

"Sudah pasti diterima, karena kita sebagai sesama anak bangsa tentu latihan, pertama, berterima kasih. Latihan kedua, meminta maaf. Kalau itu dilaksanakan ya pasti oke," kata Pacul di Kompleks Parlemen, Rabu (11/1).

Pacul menambahkan, PDIP memaafkan PSI karena alasan kekhilafan. Namun jika ada sebab untuk melecehkan PDIP, maka PDIP sendiri tidak akan pernah melupakannya.

Tak hanya itu, Pacul juga merespon pernyataan Grace yang mengaku adik dari partai PDIP karena sama-sama parati Nasionalis. Menurut Pacul hal itu boleh saja namun Pacul mengingatkan dalam sebuah partai pasi memiliki otoritas dan daulatnya masing-masing.

"Dan hubungan antar partai menjadi penting, karena itulah yang namanya etika. Hari ini etika menjadi penting. Ketika semua berpikir pragmatis, etika karena tidak tertulis suka diabaikan, unggah-ungguh diabaikan padahal itu menjadi tata nilai bangsa sesungguhnya," ujar Pacul.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru