Malangtimes

Bincang Musik Ustaz Felix Siauw dan Ahmad Dani: Notasi Doremi Ditemukan Ilmuwan Islam

Jan 10, 2023 12:24
Ustaz Felix Siauw saat mengobrol bersama dengan Ahamd Dhani soal sejarah musik. (Foto dari Tiktok @habibbb)
Ustaz Felix Siauw saat mengobrol bersama dengan Ahamd Dhani soal sejarah musik. (Foto dari Tiktok @habibbb)

JATIMTIMES - Ustaz Felix Siauw berpendapat bahwa musik adalah rangkaian tematik dan seorang pembuat musik atau musisi sangat dekat dengan yang namanya sains atau ilmu pengetahuan.

Felix Siauw kemudian mengatakan ilmuwan Islam Al Farabi dan gurunya, Isa Al Mausuli, adalah orang-orang yang ahli dalam ilmu pasti sehingga mereka bisa membuat nada-nada yang mereka sebut sebagai qonun. 

Ustadz Felix

Seiring dengan perkembangan zaman, qonun itu akhirnya berubah menjadi canon yang sudah kita ketahui saat ini. 

Felix Siauw lalu mencontohkan sebuah bangunan rumah sakit yang dibangun oleh anak Muhammad Al Fatih, Sultan Bayazid, di Turki. Rumah sakit itu dibangun khusus untuk merawat orang gila.

Pengobatan di rumah sakit itu juga unik. Yakni musik dipadukan dengan suara air serta aroma sebagai pengobatan orang gila.

Namun, pemberian musik itu tidak asal diberikan, melainkan diukur canon-canonnya sehingga musik tersebut bisa menjadi obat. Dan juga para ahli di sana bisa mengenali musik tersebut sebagai pertanda amarah atau semangat dari ukuran canon tersebut.

Pada saat Felix berbagi pendapat itu, musikus Ahmad Dhani juga turut hadir.  Ahmad Dhani juga membagikan pendapatnya bahwa musik yang paling kuno hingga saat ini adalah karya Johann Sebastian Bach berjudul "Air". 

Menurut Ahmad Dhani, Johann Sebastian Bach lahir pada 1600 akhir dan karyanya itu keluar pada 1700 awal.

Lebih lanjut, Ahmad Dhani mengatakan sebelum adanya piano, ada salah satu alat musik yang mirip dengan piano. Namanya "harpsikord".

Harpsikord memiliki bentuk yang sama dengan piano. Namun pada harpsikord, bagian hitamnya lebih besar. Sementara di piano bagian putihnya yang lebih besar.

Pendapat Ahmad Dhani itu kemudian disambung kembali oleh Felix. Dia menyebut, menurut Isa Al Mausuli yang dikutip oleh Al Farabi, notasi itu seperti mutiara-mutiara yang besar. Sementara dalam bahasa Arab, mutiara besar itu disebut sebagai "duror mufas shala". Duror bemakna mutiara dan mufasshala adalah terpisah-pisah. Jadi, duror mufasshilasidu merujuk pada notasi do re mi.

Jadi, Felix menyimpulkan, penemu notasi 'do re mi fa so la si do' berasal dari ilmuwan Islam. 

Nah itulah obrolan Ustaz Felix dengan musisi Ahmad Dhani mengenai sejarah musik serta penemu notasi yang berasal dari Islam. Obrolan singkat itu dibagikan oleh akun Tiktok @Habibb yang sudah memilili like sebanyak 10.7 ribu, 214 komen, dan 234 dibagikan. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru