JATIMTIMRS - Yakutzk adalah ibu kota Republik Sakha, sebuah republik otonom di Rusia letaknya 280 ml dari kutub utara. Kota ini letaknya berada di titik paling timur dari Siberia. Bahkan tempat ini sangat terisolasi dari bagian belahan dunia lainnya.
Dinobatkan sebagai kota terdingin di dunia, suhu di luar sekitar -50 derajat celcius.
Seperti salah satu jurnalis yang membagikan pengalamannya saat berada di Yakutzk, Ia membawa air mendidih dengan suhu 100 derajat celsius. Airnya langsung berubah menjadi kristal es saat disiramkan ke luar ruangan.
Selain itu menjemur baju di suhu dingin yang ekstrim juga akan membuat baju membeku hingga tak bisa dipakai. Sementara itu, pisang yang ditinggalkan di luar akan bisa berubah menjadi palu dalam hitungan menit.
Suhu terendah yang pernah terjadi di wilayah tersebut adalah -71,2 derajat celcius. Seolah-olah tempat ini adalah planet lain.
Orang Yakutzk tidak bisa memakai kacamata berbahan logam. Karena logam bisa menempel pada kulit mereka. Jika ingin melepas kacamata, daging mereka bisa robek.
Jurnalis itu mencontohkan dengan potongan daging yang mirip daging manusia. Kemudian ditempelkan ke logam, dan hasilnya daging itu menempel ke logam tak bisa lepas dari logam.
Sementara itu, pipa air kota harus diletakkan di atas tanah. Karena bawah tanahnya membeku menjadi es. Jadi sebenarnya ada es setebal 100 kaki di bawah kota itu.
Selama era soviet, orang-orang yang menentang gagasan Stalin, mereka diasingkan ke wilayah Republik Sakha. Mereka yang diasingkan adalah politisi, pengusaha dan lainnya. Jadi sebenarnya orang-orang yang tinggal di Yakutz sendiri adalah keturunan orang yang diasingkan pada masa itu.
Jadi bisa disebut tempat itu adalah tanah pengasingan, namun sekarang ada kehidupan di sini. Kerap orang menyebut kehidupan di sini sebagai neraka es. Karena didorong batasan kemampuan tubuh manusia. Tidak peduli seberapa tebal pakaiannya, tidak akan cukup menjadikan tubuh mereka hangat.
Apalagi mereka yang memiliki mobil di Yakutzk adalah masalah besar. Musim dingin berlangsung 6-7 bulan di Yakutz. Dan pada waktu itu mereka tidak bisa mengemudikan mobil. Jika mereka bersikeras, mereka tidak akan bisa mematikan mobilnya.
Jurnalis itu memperlihatkan beberapa mobil dengan mesin menyala namun tak ada pengendaranya. Dan menurut Dia, ada ratusan mobil seperti ini (dibiarkan menyala). Alasan mereka membiarkan mobil menyala, karena jika dimatikan, mobil akan tertutup es dan oli mesin akan membeku. Hanya butuh 20 menit setelah mesin mobil mati, kebanyakan mobil akan pasrah.
Bisa dibayangkan berapa besar pemborosan energi di sini. Untungnya Rusia adalah salah satu negara yang cukup kaya akan sumber daya minyak dan gas alam.
Bagi orang yang mampu, mereka akan menyimpan kendaraannya di garasi pemanas.
Selain itu, efek dari ratusan mobil terus menyala, ada asap knalpot yang menyelimuti kota. Jarak pandang kota di bawah 60,9 meter karena kabut asap.
Setiap orang yang tinggal di Yakutzk, mereka tidak mampu berlama-lama di luar ruangan. Hal itu dilakukan untuk menghindari frostbite, suatu kondisi di mana jaringan kulit mati karena paparan suhu ekstrem dingin. Bahkan saking dinginnya, bisa membuat alis dan rambut jadi membeku.
Begitulah gambaran kehidupan di Kota Yakutzk, kota terdingin di dunia. Apa kalian tertarik berlibur ke sini?
