Malangtimes

ESI Kota Malang Sarankan Ada Perubahan di Musorkot KONI

Dec 16, 2022 20:15
Ketua ESI Kota Malang, Dr Nurcholis Sunuyeko (foto: istimewa)
Ketua ESI Kota Malang, Dr Nurcholis Sunuyeko (foto: istimewa)

JATIMTIMES - Ketua cabang olahraga (cabor) Esport Indonesia (ESI) Kota Malang Dr Nurcholis Sunuyeko memiliki keinginan ada perubahan saat pemilihan ketua umum KONI Kota Malang. Hal itu tak lain untuk membawa nama besar olahraga Kota Malang, baik di Jatim ataupun Indonesia. Musorkot KONI Kota Malang bakal digelar Sabtu (17/12/2022) di Hotel Savana. Ada dua calon kandidat Ketua Umum KONI Kota Malang, yakni Djoni Sudjatmiko dan Eddy Wahyono.

Sam Rektor, sapaan akrabnya Dr Nurcholis Sunuyeko menilai KONI Kota Malang nantinya harus dipimpin sosok yang mempunyai keinginan untuk perubahan. Rektor IKIP Budi Utomo itu menilai Ketum KONI terpilih nantinya harus dapat memanajemen banyak orang. Sebab saat menjadi Ketum KONI, sosok tersebut harus dapat mengakomodir banyak kebutuhan orang untuk memajukan prestasi olahraga.

“Iya di dua sosok itu ada. Pak Edi ya lumayan bagus. Tapi pak Djoni ini telah membuktikan bahwa dia adalah pengusaha yang memungkinkan juga bisa membawa KONI melangkah ke depan lebih maju,” tutur Sam Rektor, Jum'at (16/12/2022).

Seperti diketahui Djoni mengajukan diri sebagai calon Ketum KONI Kota Malang karena dukungan sejumlah cabor. Djoni memiliki track record yang bagus dalam mengembangkan usahanya sebuah kafe bernama NK Kafe. Di situ, Djoni juga menambahkan sisi olahraga di dalam kafenya yang terletak di Karangploso, Kabupaten Malang. Contohnya adalah dengan membuat lapangan sepak bola mini hingga jogging track. Itu semua dibangun karena rasa perhatiannya kepada olahraga.

Selain manajemen yang bagus, Sam Rektor juga menilai, Ketum KONI itu harus mandiri secara finansial. Sebab, dia tidak ingin adanya sejumlah kepentingan nantinya saat menjabat.

“Kalau saya menilai sosok itu harus mandiri ya. Jadi tidak ada intervensi dari mana-mana. Dan semuanya dilakukan untuk kemajuan prestasi," tutur Nurcholis.

Sementara itu, dari kedua calon yang mandiri secara finansial, Sam Rektor tidak tahu pasti. Alasannya keduanya belum bersilaturahmi kepadanya secara langsung. Namun dari pendapatnya sosok Djoni sudah terbukti dengan bisnisnya yang sukses seperti NK Kafe. 

“Ya Pak Djoni sudah sukses. Tapi siapa yang saya pilih ya yang bisa mendekati saya dengan baik-baik,” tuturnya.

Dia mewakili ESI punya usul. Jika memang ada dua calon, dia ingin dua orang itu sama-sama memimpin KONI Kota Malang. Usul ini ia lontarkan karena banyak pembicaraan agar Edi dan Djoni dipilih sama-sama secara musyawarah. Untuk posisi Ketum KONI Kota Malang, Sam Rektor, usul diberikan ke Djoni.

“Biar ada pembaruan. Pak Djoni jadi ketuanya saja, dan wakilnya pak Edi. Kan dia sudah pernah ketua sekarang jajal wakil saja. Bagus itu. Namanya juga mencoba (namanya juga coba),” tutupnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru