Malangtimes

Fakta Baru Oknum Paspampers Tersangka Pemerkosaan Prajurit Wanita, Sudah Menikah Punya Dua Anak 

Dec 05, 2022 07:19
Ilustrasi pelecahan seksual yang diduga dilakukan oleh Perwira Paspampers kepada prajurit Kostrad saat bertugas di KTT G20 Bali (foto: google)
Ilustrasi pelecahan seksual yang diduga dilakukan oleh Perwira Paspampers kepada prajurit Kostrad saat bertugas di KTT G20 Bali (foto: google)

JATIMTIMES - Oknum perwira Paspampers yang bertugas menjadi Wakil Komandan di salah satu detasemen Paspampers Mayor Inf Bagas Firmasiaga atau inisial Mayor Inf BF disebut telah menikah dan memiliki dua anak. 

Sementara korban Kowad Letda Caj (K) GER atau inisial Letda GE masih gadis dan belum menikah. 

Bukan kali pertama, dari informasi yang dihimpun, diduga sebelumnya Letda GE sudah pernah dirayu oleh pelaku, Mayor Inf BF. 

Melansir Pojoksatu, pada 4 November sekitar pukul 12.00 WITA, korban inisial Letda GE mendapatkan kabar dari orang tuanya bahwa neneknya meninggal dunia. Usai mendengar kabar itu, korban pun menangis. 

Saat itu, korban tengah berada satu mobil dengan Mayor Inf BF dan driver. Keduanya tengah dalam perjalanan menuju Garuda Wisnu Kencana (GWK) dengan tujuan survei kegiatan KTT G20.

Karena korban tengah menangis, pelaku mengambil peluang dengan berusaha menenangkan. Pelaku disebut memberikan tisu, mengusap kepala dan mencoba merangkul. Namun korban selalu menepis usaha itu. 

Diberitakan sebelumnya, oknum perwira Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) menjadi tersangka atas kasus pemerkosaan kepada prajurit wanita dari kesatuan Divisi III Kostrad. Lokasi pemerkosaan itu terjadi saat keduanya sama-sama bertugas di KTT G20 Bali. 

Kronologi kejadiannya bermula saat oknum inisial Mayor BF berdalih menemui korban inisial Letda GE dengan alasan koordinasi terkait penugasan, di kamar hotel korban. 

Meski sempat menolak ditemui karena kondisi Letda GE yang sedang sakit, namun Mayor BF terus memaksa. Hingga akhirnya Letda GE pun menyilakan Mayor BF masuk ke kamar hotelnya. 

Baik Mayor BF dan Letda GE duduk di kursi terpisah. Namun karena kondisi yang tak fit dan terus melemah, Letda GE mulai kehilangan kesadaran. Bukannya menolong, Mayor BF malah memanfaatkan kesempatan untuk memperkosa Letda GE. 

Keesokan harinya, Letda GE baru menyadari bahwa dirinya telah diperkosa. Bahkan Letda GE trauma dan takut bakal dibunuh oleh pelaku Mayor BF. 

Tak hanya ditetapkan sebagai tersangka, Mayor BF juga terancam dipecat dari TNI. 

Sebelumnya penyidikan dilakukan di Makassar, Sulawesi Selatan karena korban merupakan prajurit yang bertugas di Divisi Infanteri 3/ Kostrad. Karena keduanya prajurit TNI, kasus itu telah ditarik dan dilimpahkan ke Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru