Malangtimes

Ketua DPRD Kota Malang Anggap Banyak Spanduk Protes yang Ganggu Pendidikan Dasar

Dec 04, 2022 19:38
Spanduk protes atas Tragedi Kanjuruhan di kawasan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Kayutangan, Minggu (4/12/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)
Spanduk protes atas Tragedi Kanjuruhan di kawasan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Kayutangan, Minggu (4/12/2022). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang I Made Riandiana Kartika menganggap banyaknya spanduk maupun selebaran protes terkait Tragedi Kanjuruhan yang terpasang di sudut-sudut Kota Malang dapat mengganggu pendidikan dasar anak sekolah. 

"Dari sisi pendidikan sudah disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan ini bisa mengganggu pendidikan dasar," ungkap Made kepada JatimTIMES.com. 

Politisi PDI Perjuangan ini menuturkan, banyak spanduk maupun selebaran protes terkait Tragedi Kanjuruhan tersebut yang bermuatan kata-kata ujaran kebencian hingga bahasa-bahasa sarkasme. 

"(Spanduk) dengan ujaran kebencian, dengan bahasa-bahasa sarkasme, itu kan dirasa sangat mengganggu dunia pendidikan," tutur Made. 

Terlebih lagi, spanduk-spanduk maupun selebaran protes terkait Tragedi Kanjuruhan secara masif terpasang di fasilitas umum maupun lokasi-lokasi strategis di Kota Malang. Salah satunya di dekat tempat pendidikan. 

Hal itu membuat adanya spanduk maupun selebaran yang bermuatan ujaran kebencian dapat mengganggu pendidikan dasar anak sekolah. 

Oleh karena itu, Made pun mengajak kepada semua elemen masyarakat perlahan untuk memerangi dan mengurangi bersama ujaran-ujaran kebencian. Pasalnya hal itu dapat berdampak terhadap tumbuh kembang anak-anak sekolah. 

"Jadi pelan-pelan ayo ujaran kebencian itu kita perangi bersama, kita kurangi. Kita harapkan ada kesadaran bersama, ayo kita mulai bersihkan Kota Malang dari ujaran kebencian itu," ujar Made. 

Pihaknya pun tidak pernah melarang masyarakat untuk melakukan protes dengan berbagai cara selama tidak melanggar peraturan perundang-undangan. Menurutnya, boleh masyarakat menyalurkan aspirasi dan pendapatan. Namun alangkah lebih baiknya untuk tidak menyakiti hati atau merugikan orang lain. 

"Tetap berpendapat tanpa menyakiti orang lain dengan ujaran kebencian. Monggo sama-sama menjalankan aspirasi masing-masing, berkegiatan masing-masing," pungkas Made. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru