Malangtimes

TikTok Mulai Dikeluhkan Warganet, Salah Satunya Dokter Ini 

Nov 30, 2022 13:37
Salah satu pengguna TikTok mengeluh akun pertama dan keduanya di TikTok dibanned padahal hanya berisi pengalaman dan edukasi seorang tenaga medis di pedalaman (foto: @dr.mrs.dy)
Salah satu pengguna TikTok mengeluh akun pertama dan keduanya di TikTok dibanned padahal hanya berisi pengalaman dan edukasi seorang tenaga medis di pedalaman (foto: @dr.mrs.dy)

JATIMTIMES - Setiap aplikasi media sosial memiliki panduan aturan dan kebijakan tersendiri. Jika batasan tersebut dilanggar bakal bisa menyebabkan gangguan pada akun pengguna kalian. 

Begitu juga TikTok, konten yang diunggah oleh pengguna bisa ditakedown (dihapus) oleh TikTok jika mengandung unsur berbahaya. Hingga bisa juga akun terblokir sementara atau selamanya. 

Salah satu pengguna akun @dr.mrs.dy mengeluh bingung dengan aturan dari TikTok. Ia menilai unsur berbahaya versi TikTok tak dapat dipahami. 

"Kalau kita main di TikTok itu kita cuma posting video saja dan kita tidak dapat apa-apa. Begitu juga jika jualan produk ya pas kalau main TikTok. Beda dengan di YouTube ya, bisa mendulang rupiah jika ditekuni. Anehnya, TikTok itu banyak sekali peraturannya dan peraturannya itu tidak jelas," jelasnya. 

Perempuan yang diduga berprofesi dokter itu menilai konten yang berbau pornografi tidak diblokir (banned) namun akun dirinya yang berisi berbagi pengalaman edukasi malah dibanned. 

"Malah yang sebenarnya joget pakai celana dalam, telanjang pake BH ngga diblokir, ngga di banned. Yang postingan seperti saya, ini akun ketiga saya ni di TikTok. Akun pertama dan kedua saya bercerita tentang pengalaman-pengalaman saya di pedalaman tapi malah dibanned," ujarnya. 

Jadi menurut Dia, konten seperti tindakan medis darurat dengan fasilitas dan sarana yang terbatas. Kemudian konten bagaimana membantu persalinan di pedalaman justru berbahaya. 

"Jadi ya saya merasa kalau di TikTok itu kita cukup mengisi waktu saja, tidak usah berpikir untuk mencari uang," ujar Dia. 

Akun tersebut menyarankan pemakaian TikTok tepat jika memang berniat jualan produk. Namun kalau untuk bikin konten dan ingin dapat uang dari TikTok, Dia menyebut jangan berharap banyak. 

"Kadang saya juga merasa kurang srek lagi untuk cerita di TikTok. Kenapa? Video kita di TikTok itu gampang sekali untuk diambil. Sehingga orang bisa memposting ulang video kita, malah orang yang memposting ulang video kita yang dapat duit dari TikTok," tegasnya. 

Menurut Dia, TikTok Indonesia berbeda dengan luar negeri. Termasuk soal aturan, panduan kebijakan hingga bayaran. Pengguna TikTok di luar negeri disebut mudah untuk mencari uang melalui TikTok. 

"Dan ini sebenarnya yang harus dibenahi juga dari TikTok Indonesia ya, supaya pengguna TikTok tidak beralih ke media sosial yang lain," ujarnya. 

Selain itu Ia juga menilai jika pengguna mulai memiliki banyak followers, maka harus siap-siap dibanned atau diblokir oleh TikTok. 

"Di TikTok, kalau follower dah banyak, pasti siap-siap akun dapat peringatan dan akan hilang mendadak," tulis keterangan video akun tersebut. 

Sontak unggahan itu pun menuai atensi dari warganet. 

"iya bener mbk yang mbk bilang," @slametKulisay***. 

"betul itu ,sya cm bikin video jualan di bened sama tiktok," @FitryantiLai***. 

"emang ya benar juga... akun saya pertama juga keben total.. ga bisa kembali," @RicoSukar***. 

Melansir laman support.tiktok.com, hal-hal penting yang perlu diketahui tentang pelanggaran permanen bisa terjadi karena hal berikut ini. 

Kebijakan tanpa toleransi TikTok, seperti memposting materi pelecehan seksual terhadap anak, otomatis mengakibatkan pemblokiran akun secara permanen. TIkTok juga dapat memblokir perangkat untuk membantu mencegah pembuatan akun di masa mendatang.

• Pelanggaran yang terkumpul akan kedaluwarsa dari catatan pengguna seiring waktu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru