Malangtimes

Ramai-Ramai India Memboikot Produk Halal, Ada Apa?

Nov 22, 2022 15:17
Kelompok sayap kanan India, Hindu Janajagruti Samiti saat menyuarakan aksi penolakan label halal (foto: google)
Kelompok sayap kanan India, Hindu Janajagruti Samiti saat menyuarakan aksi penolakan label halal (foto: google)

JATIMTIMES - Kelompok sayap kanan India, Hindu Janajagruti Samiti telah mengkampanyekan boikot terhadap produk halal dan pedagang muslim sejak April 2022. 

Salah satu akun TikTok @koiyocabe_ menghimpun informasi soal boikot produk halal di India ini dari berbagai media. Menurut Deccan Herald, alasan Hindu Janajagruti Samiti memboikot produk halal, lantaran kebijakannya (produk halal) makin seenaknya sendiri. 

Jadi boikot itu diawali dari lembaga yang berwenang buat mengawasi kualitas dan keamanan makanan di India, meminta para penjual menjalankan prosedur tambahan untuk memastikan produknya halal. 

"Kalau di Indonesia semacam BPOM gitulah," kata akun tersebut. 

Namun saat ini, sertifikasi halal di India ini udah mulai diterapkan ke produk-produk non daging. Bahkan mulai diterapkan ke produk-produk non makanan. Seperti komplek perumahan, industri fashion hingga kosmetik harus diberi label halal. 

"Ini adalah pertarungan memperebutkan makanan dan keimanan. Sebuah kelompok sayap kanan Hindu, saat ini menuntut dilarangnya daging halal di tempat makan. Para pendemo membludak di luar tempat makan tempat makan yang populer. Dengan petinggi gerakan ini. Memimpin tuntutan pelarangan ini," kutipan salah satu presenter India Today. 

Menurut akun tersebut, buat warga Indonesia, label halal mungkin dianggap biasa saja. Namun, India itu adalah mayoritas penduduknya Hindu. 

"Sehingga wajar mereka merasa penerapan sertifikasi halal disana itu udah melukai perasaan mayoritas warga India," kata akun tersebut. 

Vibhor Anand, seorang advokat yang mengajukan petisi penolakan produk halal mengungkapkan hanya karena 15 persen minoritas muslim ingin mengonsumsi makanan halal, mayoritas Hindu harus dipaksa mengonsumsinya juga. 

Menurut akun tersebut, keadaan di India semakin susah buat warga India. Karena kebijakan negara muslim di dunia yang sepakat cuma menerima impor produk-produk yang ada label halalnya. Akhirnya ini membuat perusahaan yang ada dipaksa punya label halal di produknya. Nah buat mayoritas produk di India, ini menjadi masalah. 

"Karena selain masalah label halal, perhalalan India ini juga menimbulkan masalah lain di masyarakat India. Jadi syarat penyembelihan sapi, kambing atau ayam biar halal dikonsumsi itu kan harus disembelih dengan tatacara yang benar yakni nyebut nama Allah (dengan nyebut Tuhannya orang muslim). Dan ini berarti semua produk daging berlabel halal dalam prosesnya pasti menyembelih dengan nama Allah," kata akun tersebut. 

Nah yang jadi masalah, padahal di India, daging ini tak hanya dijual di komunitas muslim. Daging ini juga dijual ke mayoritas orang-orang Hindu. Jadi kalau menurut kelompok Hindu Janagruti Samiti, mereka butuh daging untuk memberi persembahan ke dewa-dewi mereka. 

"Dan mereka sebut ini gak etis. Karena kalau menurut mereka, tidak mungkin kami persembahkan kepada dewa kami dengan daging yang disembelih atas nama Tuhan yang lain," ujar Dia. 

Tak hanya soal keyakinan aja, adanya kebijakan sertifikat halal membuat munculnya kesenjangan di masyarakat India. Menurut Scroll.in, orang Hindu yang jadi pengusaha daging di sana merasa kalau bisnis daging di India selama ini dikuasai dan dimonopoli oleh orang-orang Islam. 

"Para penjual dari kalangan masyarakat Hindu bahkan sampai bersedia ngelatih dan ngasih bantuan buat orang-orang Hindu," terangnya.  

Padahal sejatinya orang muslim di India pun tidak terlalu peduli dengan adanya kampanye boikot produk halal ini. Bahkan menurut Indian Express, para pedagang daging penjualannya tidak terpengaruh dengan adanya isu label halal. 

Menurut Dia, Hindu Janajagruti Samiti tidak sepenuhnya memboikot produk halal. Hanya saja mereka minta dipisahkan dan diberi tanda antara makanan halal dan non halal. Supaya orang Hindu juga bisa memilih makanan yang ingin dimakan. 

Boikot makanan halal menjadi semakin panas. Apalagi ada isu anti Islam di India sedang hangat-hangatnya sejak pelajar di India, dilarang memakai hijab di lingkungan akademis. Sehingga membuat demo para komunitas muslim di sana. Belum lagi, orang Hindu yang meminta masjid tidak menggunakan pengeras suara karena mengganggu. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru