Malangtimes

Fenomena Gerhana Bulan Total dan Mitos Buto Ijo, Ini Kata BMKG

Nov 08, 2022 19:13
Gerhana bulan total (foto: istimewa)
Gerhana bulan total (foto: istimewa)

JATIMTIMES - Gerhana bulan total bisa saja terjadi hari ini, Selasa (8/11/2022). Bahkan, fenomena tersebut biasanya kerap dihubung-hubungkan dengan mitos bahwa bulan dimakan oleh mahkluk yang identik berwarna hijau atau biasa disebut buto ijo.

Kepala Stasiun Geofisika Malang BMKG, Ma'muri menjelaskan bahwa terjadinya gerhana bulan total tidak ada kaitannya dengan mitos apapun yang berkembang di masyarakat. Karena itu, pihaknya terus memberikan edukasi dan sosialisasi terkait gerhana bulan kepada masyarakat.

“Kenapa saya selalu mensyiarkan ini, sebenarnya untuk mematahkan mitos juga. Kita di Jawa biasanya, mitosnya bahwa ketika gerhana bulan, bulan dimakan apa gitu, buto ijo atau apa,” kata Ma'muri, Selasa (8/11/2022).

Tahun ini, Ma'muri mengaku bahwa pihaknya melakukan pengamatan gerhana bulan total di SMA Modern Al Rifa'i, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Disinggung kenapa dilakukan di lingkungan sekolah, Ma'muri mengaku hal tersebut juga sebagai edukasi. Karena, gerhana bulan masih erat kaitannya dengan kegiatan islami.

“Kami sengaja menggandeng pondok sehingga nanti kita bisa saling berinteraksi melihat gerhana dari sisi sains yang akan nanti dipresentasikan oleh tim kami. Nanti akan dilihat dari sisi agamanya juga dan dipresentasikan oleh guru yang di SMA Al Rifaie tersebut,” jelas Ma'muri.

Fenomena gerhana bulan total sendiri merupakan sebuah fenomena alam yang terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang bulan tertutup oleh bayangan bumi. Saat terjadi gerhana bulan total, posisi bulan tertutup oleh bayangan bumi.

“Gerhana bulan total itu kan posisi bulan tertutup oleh bayangan bumi. Sehingga nanti di saat gerhana total, bulan akan menghilang sesaat. Setelah itu kembali akan muncul setelah bayangan bumi itu bergeser,” jelas Ma'muri.

Ma'muri pun menjelaskan bahwa untuk Waktu Indonesia bagian Barat (WIB) masyarakat bisa melihat gerhana mulai pukul 15.00 sampai 20.57 WIB. Sementara, puncak gerhana sebenarnya terjadi pukul 17.59 WIB, karena bulan terbit itu jam 17.22 WIB.

“Jadi memang tidak bisa melihat dari awal, tapi kita bisa lihat sampai akhir dimana akhir fase penumbra. Kalau untuk puncaknya sendiri, hanya sebentar, kurang lebih sekitar beberapa menit gitu. Karena itu kan prosesnya dari mulai nempel bayangan bumi menutupi bulan, mulai nempel lingkarannya sampai tertutup penuh,” terang Ma'muri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru