JATIMTIMES - Hujan intensitas lebat di Kota Batu kembali menyebabkan tanah longsor khususnya di Kecamatan Bumiaji. Bahkan kali ini material longsor hingga menutup aliran Sungai Curah Krecek, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Senin (7/11/2022).
Terlihat aliran sungai sudah tertutup dengan material tanah dan rumpun bambu. Dengan dimensi panjang 50 meter, lebar 30 meter dan tinggi 50 meter. Material longsor jatuh dan menutup aliran Sungai Krecek dengan dimensi material longsor di aliran sungai sepanjang kurang lebih 50 meter.
“Karena hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Desa Tulungrejo menyebabkan longsornya tebing dan rumpun bambu di daerah aliran Sungai Krecek,“ ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Agung Sedayu.
Aliran Sungai terbendung material longsor. Di titik lokasi longsor ketinggian air kurang lebih 3 meter. Karena itu, selanjutnya perlu pemantauan secara berkala di daerah aliran Sungai Krecek.
“Untuk masyarakat kami mengimbau untuk waspada akan bencana di sekitar terutama jika terjadi hujan,” imbau Agung.
Sedang, bencana dan musibah selama bulan Oktober 2022 mengalami kenaikan hampir 10 kali lipat dibanding bulan September 2022. Dengan bencana yang masih mendominasi adalah tanah longsor.
Dalam data BPBD Kota Batu selama bulan September 2022 hanya ada 4 kejadian bencana dan musibah. 4 kejadian itu mulai dari kebakaran bangunan, pohon tumbang, dan angin kencang.
Di bulan Oktober tercatat 38 kejadian yang menimpa di Kota Batu. Rinciannya 23 kejadian tanah longsor, 9 kejadian banjir, dan 3 kejadian angin kencang. Lalu ada musibah kebakaran bangunan 1 kejadian dan tanah ambles 2 kejadian.
“Selama bulan Oktober tanah longsor yang mendominasi khususnya di Kecamatan Bumiaji,” tambah Agung. Mengingat banyak kejadian bencana ini lantaran masuknya musim hujan. Hujan yang turun di Kota Batu dengan intentitas sedang, hingga lebat sehingga menyebabkan beberapa bencana.
