Malangtimes

Desa Lebakharjo di Kabupaten Malang Kembali Diterjang Luapan Banjir

Nov 04, 2022 11:23
Kondisi luapan banjir di Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. (Foto : Istimewa)
Kondisi luapan banjir di Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. (Foto : Istimewa)

JATIMTIMES - Bencana banjir terpantau masih silih berganti terjadi di beberapa wilayah yang ada di Kabupaten Malang. Terbaru, Kamis (3/11/2022) banjir berupa luapan air sungai terjadi di wilayah Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang.

"Kemarin intensitas hujan memang cukup tinggi, sehingga terjadi luapan air ke pemukiman warga yang ada di Lebakharjo," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Muhammad Nur Fuad Fauzi kepada Jatim Times, Jumat (4/11/2022).

Berdasarkan data yang dihimpun Jatim Times dari berbagai sumber, hujan lebat terjadi di Kecamatan Ampelgading sejak Kamis (3/11/2022) sore sekitar pukul 17.00 WIB. Curah hujan dengan intensitas tinggi tersebut, terjadi hingga pukul 21.00 WIB.

Akibatnya, saat terjadi hujan deras yakni pada kisaran pukul 19.00 WIB, luapan air yang membawa material lumpur dari Sungai Glidik dan beberapa sungai lainnya yang ada di Desa Lebakharjo, mulai meluap dan menggenangi pemukiman warga setempat.

Sementara itu, sekitar 5 jam setelah sempat menerjang dan menggenangi kawasan pemukiman warga, air luapan sungai tersebut dikabarkan telah surut. 

"Tadi malam sekitar jam 23.30 WIB sudah mulai surut. Memang intensitas airnya sempat tinggi karena adanya hujan lebat. Tapi kalau di situ (Lebakharjo) sifatnya hanya genangan dan luapan, setelah itu air kembali mengarah ke laut," jelas Fuad.

Dikabarkan, selain menerjang puluhan rumah warga, beberapa fasilitas umum mulai dari akses jalan, tempat ibadah, hingga sekolah juga turut terdampak bencana banjir.

Bahkan, meski air dikabarkan sudah mulai surut sejak pukul 23.30 WIB, namun beberapa warga setempat terpantau masih sempat melakukan pengamatan di berbagai sungai di sekitar Desa Lebakharjo, guna mengantisipasi adanya banjir susulan.

Berdasarkan beberapa laporan dan rekaman video saat bencana banjir terjadi, diperkirakan ketinggian air mencapai kisaran setengah meter. 

"Kalau ketinggian airnya masih tinggi yang kemarin. Hanya saja material yang dibawa memang agak banyak," terang Fuad.

Sebagaimana yang telah diberitakan, kejadian banjir yang terjadi pada Kamis (3/11/2022) merupakan insiden kedua yang terjadi dalam kurun waktu kurang dari satu bulan. Sebelumnya, pada 17 Oktober 2022 lalu, banjir juga terjadi di Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang.

"Kejadian yang kemarin ini (Kamis 3/11/2022) merupakan kejadian kedua setelah 17 Oktober (2022) lalu. Pada kejadian yang kemarin, juga tidak ada warga yang sampai harus dievakuasi, air terpantau juga sudah surut," ulasnya.

Hingga berita ini ditulis, personel gabungan dari BPBD, relawan Siaga Bencana, hingga jajaran Muspika Ampelgading dikabarkan masih melakukan assessment berupa pendataan dan penanganan paska bencana banjir di Desa Lebakharjo, Jumat (4/11/2022).

"Tidak ada korban jiwa maupun yang mengalami luka-luka, Alhamdulillah aman. Saat ini sebagian personel tambahan juga sudah perjalan ke lokasi kejadian (Desa Lebakharjo). Tim sedang melakukan penanganan paska terjadinya luapan air, kan membawa material berupa lumpur, batu hingga kayu. Jadi perlu dibersihkan," tutup Fuad saat dikonfirmasi pada Jumat (4/11/2022) pagi tadi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru