Malangtimes

Pimpin Demo 411, Menantu Rizieq Shihab Serukan Jokowi Mundur

Nov 04, 2022 10:31
Gambaran aksi demo yang akan terlaksana nanti setelah shalat jumat. (Foto dari internet)
Gambaran aksi demo yang akan terlaksana nanti setelah shalat jumat. (Foto dari internet)

JATIMTIMES - Persaudaraan Alumni (PA) 212 akan melakukan demonstrasi di sekitar Istana Negara, Jakarta Pusat. Aksi demonstrasi ini bertajuk Aksi Bela Rakyat (AKBAR) 411 yang akan dilaksanakan setelah salat Jumat, hari ini (4/11/2022).

Salah satu pemimpin demonstrasi kali ini adalah menantu kedua dari Habib Rizieq Shibab, yakni Habib Muhammad bin Hussein Alatas. Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua Umum Front Persaudaraan Islam (FPI).

Habib Husein mengatakan demo kali ini sudah sesuai dengan aturan yang ada dan dilindungi undang-undang.

"Bahwa GNPR bersama seluruh elemen masyarakat akan bersama-sama mengadakan aksi damai, monumental, konstitusional dan dilindungi undang-undang. (Aksi) AKBAR 411 yang insyaallah akan dilaksanakan pada hari Jumat, 4 November 2022," ujar Habib Husein.

Dalam aksi ini, Habib Muhammad bin Hussein Alatas meminta agar Jokowi bisa mundur secara suka rela.

"Bahwa oleh karena itu kami menuntut yang terhormat Presiden Joko Widodo dengan legowo untuk mundur sesuai TAP MPR Nomor VI/MPR/2001 tentang Etika Politik dan Pemerintahan," ucap Habib Muhammad dalam keterangan persnya, Kamis (3/11/2022).

Menurut Ketua Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Maarif, tuntutan tersebut disuarakan karena sebelumnya beredar kabar soal ijazah pendidikan Jokowi yang diduga palsu.

"Sampai hari ini kan memang belum ada tanggapan dan jawaban dari Istana ataupun Presiden yang sampai saat ini belum bisa menunjukkan ijazah SD, SMP dan SMA sampai perguruan tingginya," kata Slamet.

Lebih lanjut Slamet mengatakan hal itu lah yang membuat pihaknya meminta agar Jokowi mundur secara legawa sesuai dengan yang disampaikan oleh Habib Husein Alatas.

Habib Husein juga menjelaskan maksud dari "411" itu adalah pihaknya menganggap Presiden Jokowi telah gagal menjalankan pemerintahan.

"Bahwa oleh karena itu kami menuntut yang terhormat Presiden Joko Widodo dengan legowo untuk mundur sesuai TAP MPR Nomor VI/MPR/2001 tentang Etika Politik dan Pemerintahan," ucap Habib Hussein.

Sesuai pemberitaan pada pihak kepolisian, elemen massa yang akan menghadiri Aksi 411 ini terdiri dari PA 212, Gerakan Nasional Pembela Rakyat (GNPR), Front Persaudaraan Islam, IKB UI, pejabat, 411, Juklak, FMS, GBN, KPIB, ARM, dan Bang Japar. Diperkirakan massa sekitar 750 orang.

Untuk itu, Direktorat lantas Polda Metro Jaya menurunkan ribuan personel untuk mengamankan aksi ini. Sebanyak 3.790 personel akan diturunkan.

Adapun tujuan diturunkannya anggota kepolisan itu agar aksi demo 411 ini tetap berjalan secara kondusif dan tertib.

Selain aksi 411 ini, elemen buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) juga akan menggelar demo di Patung Kuda di hari yang sama, yaitu Jumat (4/11/2022).

Perkiraan peserta aksi 1.000 orang dengan tuntutan tolak pembatalan upah menggunakan PP Nomor 36 dan naikkan upah minimum tahun 2023.

Hal itu disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan.

"Berkaitan dengan adanya aksi massa tersebut, Polda Metro Jaya menyiapkan 3.790 personel," ujar Zulpan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru