Malangtimes

Hangatnya Suasana Kedai Kopi Hamur Mbah Ndut Kampoeng Heritage Kajoetangan, Banyak Dikunjungi Turis Hingga Pejabat

Oct 22, 2022 16:20
Rudi Haris, pemilik kedai kopi Mbah Ndut di Kampoeng Heritage Kajoetangan sekaligus yang menempati bangunan rumah berusia 99 tahun. (Foto: Dok. JatimTIMES)
Rudi Haris, pemilik kedai kopi Mbah Ndut di Kampoeng Heritage Kajoetangan sekaligus yang menempati bangunan rumah berusia 99 tahun. (Foto: Dok. JatimTIMES)

JATIMTIMES - Sebuah kedai kopi di Kampoeng Heritage Kajoetangan yang menampilkan kesan heritage, penuh makna dan pastinya bersejarah itu bernama Kopi Hamur Mbah Ndut.

Sebuah kedai kopi yang terletak di Jalan Jenderal Basuki Rahmat Gang 4 Nomor 938, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Lokasinya bersebelahan dengan Komplek Makam Mbah Honggo Kusumo.

Pemilik kedai Kopi Hamur Mbah Ndut, Rudi Haris menjelaskan awal mula berdirinya kedai kopi bernuansa heritage itu. Dirinya mengaku, mulanya menjual bahan-bahan sembako. Tetapi, ketika dibukanya Kampoeng Heritage Kajoetangan, pada tahun 2018 Rudi kemudian membuka Kedai Kopi Hamur Mbah Ndut.

Rudi pun mengatur tata letak kedai Kopi Hamur Mbah Ndut agar tetap mempertahankan keaslian bangunan dan nuansa heritage. Terlebih lagi, bangunan rumah itu telah ada sejak tahun 1923, dan di dalamnya masih banyak barang-barang kuno yang masih bisa dimanfaatkan.

Rudi Haris

Dari pantauan JatimTIMES.com, atap bangunan dengan motif pelana yang berukuran 8,5x17,5 meter dari bangunan rumah masih dipertahankan. Di mana bangunan yang kini berusia 99 tahun itu telah ditempati oleh generasi ketiga.

Dimulai dengan pemilik pertama yakni Haji Ridwan dan Mardikyah, kemudian diteruskan oleh keluarga Saadiyah dan saat ini ditinggali oleh Rudi Haris yang merupakan generasi ketiga dari keluarga Haji Ridwan dan Mardikyah.

"Di sini juga banyak barang-barang lama, jadi kita keluarkan ke depan. Seperti radio itu dibeli tahun 1961, kwitansinya juga masih ada harganya Rp 6.900 waktu itu, belinya di Toko Srikandi dulu di perempatan yang sekarang jadi Hotel Whiz Prime," ujar Rudi.

Selain itu, banyak lagi barang-barang kuno yang terpasang di dalam kedai maupun rumah Mbah Ndut. Mulai dari kursi, lemari kayu, foto-foto lawas, koper, televisi, telepon, kaset pita, hingga radio.

Rudi mengaku, kedai Kopi Hamur Mbah Ndut merupakan kedai kopi pertama bernuansa heritage di Kampoeng Heritage Kajoetangan setelah Pemerintah Kota (Pemkot) Malang meresmikan kawasan wisata Kampoeng Heritage Kajoetangan pada tahun 2018.

"Sebelum penduduk lain membuat warung kopi, saya duluan yang membuat. Lalu karena tempat saya ini ramai, mulai banyak warga yang ikut membuat warung kopi," terang Rudi.

Melayani pembeli.

Menurutnya, kedai Kopi Hamur Mbah Ndut sangat menunjang dengan konsep utama Kampoeng Heritage Kajoetangan. Terlebih lagi, akses menuju kedai ini juga sangat mudah. Rudi pun menjelaskan alasan penataan Mbah Ndut di kedai kopi miliknya.

"Ini rumah dari eyangnya istri saya, rumah punden bagi keluarga besar. Memang dari dulu dikenal rumahnya Mbah Ndut, karena tubuhnya ibu mertua saya gendut," ujar Rudi.

Di kedai Kopi Hamur Mbah Ndut tidak banyak yang dijual. Hanya kopi tubruk, kopi susu, sekoteng, serta jajanan jadul lainnya yakni onde-onde dan jemblem. Menu-menu itu sangat cocok untuk dinikmati dalam kondisi Kota Malang yang cenderung dingin dan sejuk.

"Untuk kopi trubruk Rp 7 ribu, kopi susu Rp 8 ribu, sekoteng Rp 5 ribu. Lalu bukanya setiap hari mulai pukul 08.00 wib, tutup menjelang maghrib dan setelah isya' buka lagi," jelas Rudi.

Mari Elka Pangestu.

Hingga saat ini, banyak wisatawan dari dalam negeri maupun turis mancanegara yang mampir ke kedai Kopi Hamur Mbah Ndut. Mulai dari Malaysia, Belanda, Jerman, Prancis, Brunei Darussalam.

Tidak hanya turis, para pejabat daerah hingga mantan menteri pun sempat singgah di kedai kopi tersebut. Mulai dari Wali Kota Malang Sutiaji hingga mantan Menteri Perdagangan RI di era Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono yakni Mari Elka Pangestu.

"Mantan Menteri Perdagangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yakni Prof Mari Elka Pangestu menyempatkan mampir ke kedai saya pada tanggal 12 Agustus 2022," tutur Rudi.

Lebih lanjut, dengan besarnya potensi di sisi ekonomi yang ada di Kampoeng Heritage Kajoetangan, pihaknya berharap agar Pemkot Malang terus memperhatikan kondisi di dalam kawasan Kampoeng Heritage Kajoetangan agar semakin ramai pengunjung turis dari dalam dan luar negeri. (Kom)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru