JATIMTIMES - Secara ilmiah, udang sentandu adalah hewan Crustacea Bahari. Udang sentadu merupakan salah satu anggota dari ordo Stomatopoda.
Udang sentandu memiliki ukuran yang paling banyak dijumpai berkisar 10-15 cm. Namun ada juga ukuran udang sentandu yang mencapai 30-38 cm, namun ukuran ini jarang sekali ditemukan.
Udang Sentandu memiliki dua senjata mematikan yang digunakan saat mencari makan, yakni cakar dan tinju.
Mereka akan memecah cangkang kerang, kepiting, atau siput yang tergolong hewan moluska menggunakan tinju, dan cakarnya yang runcing digunakan seperti tombak untuk menusuk mangsa.
Bahkan jika ukuran udang sentandu mencapai 30 cm, ia bisa memecah kaca akuarium dengan tinju yang dimiliki.
Selain itu, pada udang sentandu yang berukuran besar juga bisa memotong jari manusia, sementara tinjunya bisa mencapai kecepatan 80 kilometer per jam dan memiliki akselerasi lebih cepat dari peluru kaliber 22.
Tak heran jika hewan ini dinyatakan sebagai pemilik pukulan tercepat dalam kerajaan hewan.
Meski memiliki nama udang, namun sebenarnya Udang sentandu ini bukan udang. Ia adalah stomatopoda, kerabat jauh dari kepiting, udang, dan lobster.
Selain itu, hewan stomapoda ini memiliki penglihatan paling kompleks di dunia hewan. Setiap mata terdapat 12 fotoreseptor, yang memungkinkan hewan ini melihat berbagai jenis warna. Sehingga banyak orang yang menyimpulkan udang ini memang dunia dalam pelangi psychedelic dengan warna cerah dan tidak dapat kita pahami.
Udang yang satu ini memiliki warna yang cukup indah, dengan warna-warna yang mencolok membuat udang ini cocok berada di akuarium rumah. Namun, meski warnanya cantik dan indah, makhluk ini jarang dijadikan sebagai hewan peliharaan. Hal tersebut dikarenakan pentungan yang ia miliki itu bisa menghancurkan akuarium.
Keunggulan lain dari udang ini adalah ia adalah tipikal hewan yang paling setia, dimana ia akan melakukan perkawinan dengan satu pasangan saja.
Tak hanya itu, udang sentandu ini juga memiliki umur yang sangat tua, dimana ia lebih tua dari pada dinosaurus. Mengutip Mental Floss, udang sentandu mulai berevolusi secara independen dari hewan krustasea lainnya hampir 400 juta tahun yang lalu. Waktu tersebut sekitar 170 juta tahun sebelum dinosaurus pertama muncul di tempat kejadian.
Sejak itu hewan itu mengikuti garis keturunan dan berevolusi yang menghasilkan beberapa karakteristik mereka yang lebih unik.
