Malangtimes
Merekam Jejak Reputasi Internasional UIN Maliki Malang (1)

Perjalanan Panjang Penuh Kerja Keras UIN Maliki Malang Hingga Raih Reputasi Internasional, Selayang Pandang

Oct 18, 2022 14:36
Kampus UIN Maliki Malang (UIN Malang) makin megah setelah dibangun secara bertahap.
Kampus UIN Maliki Malang (UIN Malang) makin megah setelah dibangun secara bertahap.

JATIMTIMES- Sebuah riwayat menyebut Abu Bakar As-Shiddiq berkata, barang siapa melibatkan diri dalam pekerjaan Allah SWT, maka Allah SWT akan terlibat dalam pekerjaannya.

Kerja keras Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang dalam menebar ilmu pengetahuan, syiar lewat pendidikan, membawa kampus berlogo Ulul Albab ini terus berkembang meraih reputasi internasional.

Dalam serangkaian laporan khusus JatimTIMES berjudul Merekam Jejak Reputasi Internasional UIN Malang ini, akan mengulas perjalanan panjang UIN Maliki Malang hingga dikenal di dalam dan luar negeri.

Saat ini, UIN Maliki Malang masuk dalam jajaran universitas bergengsi di Kota Malang yang notabene dikenal sebagai Kota Pendidikan.

Di kota ini, banyak sekali sekolah hingga jenjang perguruan tinggi negeri ataupun swasta yang terus berkembang seiring kemajuan zaman.

Pusat-pusat pendidikan itu, secara otomatis menarik minat para pelajar dari daerah lain untuk menuntut ilmu di Kota Malang ini. Bukan hanya sekolah maupun perguruan tinggi keilmuan umum, di Kota ini juga terdapat banyak sekolah maupun perguruan tinggi berbasis keagamaan.

Perguruan tinggi berbasis keagamaan terbesar di Kota Malang adalah UIN Maliki Malang. Bahkan tak hanya di Malang, UIN Maliki menjadi salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terbesar di Indonesia.  

UIN Malang memiliki model pendidikan yang mengintegrasikan sains dan teknologi. Model pendidikan ini mengantarkan mahasiswa tak hanya berkompeten dalam keilmuan umum, sekaligus juga seimbang dengan keilmuan agama.

Pola pendidikannya bermuara pada pembentukan karakter positif Ulul Albab. Karakter ini tentu menyeimbangkan pikir dan zikir dalam kegiatan pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, dalam mengambil keputusan ilmiah, dan bertindak.

Seiring waktu berjalan, UIN Malang terus bertransformasi dan berbenah pada segala aspek untuk menjadi kampus unggul bereputasi internasional. Baik dari SDM hingga peningkatan sarana dan prasarana UIN Maliki Malang terus ditingkatkan dalam upaya pengoptimalan mencetak sarjana yang berkualitas dan berkarakter.

Dalam prosesnya berdirinya dari laman resmi kampus berlogokan Ulul Albab ini, UIN Maliki Malang tak serta merta dapat berdiri dan menjadi salahs atau kampus terbesar seperti saat ini. Proses pengembangan UIN Maliki Malang pun begitu penuh perjuangan.

UIN Maliki Malang berdiri berdasarkan Surat Keputusan Presiden No. 50 tanggal 21 Juni 2004.

Awal mula berdirinya UIN Malang, berasal dari gagasan para tokoh Jawa Timur untuk mendirikan lembaga pendidikan tinggi Islam di bawah Departemen Agama.

Lantas, dibentuklah Panitia Pendirian IAIN Cabang Surabaya melalui Surat Keputusan Menteri Agama No. 17 Tahun 1961 yang bertugas untuk mendirikan Fakultas Syari’ah yang berkedudukan di Surabaya dan Fakultas Tarbiyah yang berkedudukan di Malang.

Keduanya merupakan fakultas cabang IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan diresmikan bersamaan oleh Menteri Agama pada 28 Oktober 1961. Pada 1 Oktober 1964 didirikan juga Fakultas Ushuluddin yang berkedudukan di Kediri melalui Surat Keputusan Menteri Agama No. 66/1964.

Berjalannya waktu, tiga fakultas tersebut kemudian digabungkan menjadi satu dalam satu struktural di bawah naungan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel yang didirikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama No. 20 tahun 1965.

Sejak saat itulah, Fakultas Tarbiyah Malang merupakan fakultas cabang IAIN Sunan Ampel. Waktu berjalan IAIN Sunan Ampel terus berkembang.

Presiden kemudian mengeluarkan surat keputusan Presiden No. 11 Tahun 1997, pada pertengahan 1997 Fakultas Tarbiyah Malang IAIN Sunan Ampel beralih status menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Malang.

Momen perubahan itu, bersamaan dengan perubahan status kelembagaan 33 fakultas cabang di lingkungan IAIN se-Indonesia. Untuk itu, STAIN Malang kemudian menjadi lembaga pendidikan otonom yang telah lepas dari IAIN Sunan Ampel.

Rencana strategis pengembangan kampus terus berjalan. Sampai kemudian STAIN Malang mencanangkan perubahan status menjadi sebuah universitas.

Rencana strategis ini pun kemudian disetujui oleh Presiden lewat Surat Keputusan Presiden RI No. 50, tanggal 21 Juni 2004 dan diresmikan oleh Menko Kesra Prof H A Malik Fadjar MSc atas nama Presiden pada 8 Oktober 2004 dengan nama Universitas Islam Negeri (UIN) Malang.

Namun sebelum itu, UIN Maliki Malang sempat bernama Universitas Islam Indonesia-Sudan (UIIS). Hal ini sebagai implementasi kerjasama antara pemerintah Indonesia dan Sudan dan diresmikan oleh Wakil Presiden RI, Dr (Hc) H Hamzah Haz pada 21 Juli 2002 yang juga dihadiri oleh para pejabat tinggi pemerintah Sudan.

Modernisasi terus dilakukan UIN Maliki Malang. Pembangunan fisik dimulai pada 2005 dengan membangun beberapa gedung, seperti rektorat, perkuliahan, poliklinik dan yang lainnya.

Dalam proses pembangunan, UIN Maliki Malang mendapatkan pendanaan dari Islamic Development Bank (IDB) melalui Surat Persetujuan IDB No. 41/IND/1287 tanggal 17 Agustus 2004.

Lima tahun berselang, tepatnya 27 Januari 2009, presiden saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono mengubah nama kampus menjadi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Sejak saat itu, hingga saat ini, kampus berlogo Ulul Albab ini dikenal dengan UIN Maliki Malang.

Lantas setelah mendapat pengakuan di dalam negeri, bagaimana proses yang dilalui UIN Maliki Malang meraih reputasi internasional? Simak dalam laporan khusus selanjutnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru