Malangtimes

Pelaku Pencabulan Modus Bius Diamankan Warga Saat COD HP

Oct 16, 2022 19:25
Pelaku pencabulan (kepala tertutup) saat hendak di bawa pihak keluarga korban ke UPPA Satreskrim Polres Malang. (Foto : Ashaq Lupito / Jatim TIMES)
Pelaku pencabulan (kepala tertutup) saat hendak di bawa pihak keluarga korban ke UPPA Satreskrim Polres Malang. (Foto : Ashaq Lupito / Jatim TIMES)

JATIMTIMES - Deni Kurniawan alias Fano warga Desa Ngelak, Kelurahan/Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang hanya bisa pasrah saat diarak warga ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Malang, Minggu (16/10/2022).

Remaja 18 tahun diamankan warga beserta pihak keluarga karena diduga kuat telah mencabuli dara berusia 16 tahun. Sebut saja namanya Jelita-buka nama sebenarnya-, warga Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Kepada Jatim Times, kakak korban yang berinisi RN menceritakan dugaan pencabulan yang dialami oleh adiknya. Kejadiannya bermula pada Selasa (11/10/2022) malam.

"Awal mula kejadiannya itu pas adik saya mau latihan pencak silat pada hari Selasa malam, habis magrib. Kemudian sama pelaku diajak jalan-jalan sebentar, katanya ngopi," ucap RN.

Merasa baru kenal dan belum terlalu akrab, Jelita akhirnya menolak ajakan dari pelaku. Mendapat penolakan tersebut, Fano justru terus memaksa. Bahkan dia menjemput Jelita tanpa sepengetahuan korban dan pihak keluarga.

"Akhirnya dipaksa sama pelaku ini untuk ikut, setibanya di warung kopi tidak tahunya ternyata minuman adik saya d kasih obat bius. Soalnya habis minum dia mengaku tidak sadarkan diri," kata RN.

Ketika tersadar, lanjut RN, adiknya mengaku sudah ada di sebuah rumah. Setelah mencoba mencari tahu kepada pelaku, korban akhirnya mendapat keterangan jika dia dibawa ke rumahnya. Yakni di rumah pelaku yang beralamat di Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

"Tahu-tahu waktu sadar dia sudah di Dampit. Kemudian adik saya langsung cari HP (Handphone) miliknya, tapi tidak ketemu. Jadi HP-nya sempat disembunyikan oleh pelaku," imbuhnya.

Mengetahui ada yang janggal, Jelita seketika minta diantarkan pulang ke rumahnya. Namun, meski sudah memohon berulang kali, permintaan korban selalu diabaikan oleh pelaku.

"Adik saya sempat minta diantarkan pulang beberapa kali, tapi sama pelaku selaku di jawab sak, sek, sak, sek (nanti, nanti dulu)," tutur RN.

Hingga akhirnya, setelah sempat disekap selama dua hari, tepatnya pada Kamis (13/10/2022), Jelita yang saat itu tidak kehabisan akal diam-diam menggunakan HP milik pelaku untuk menghubungi beberapa temannya.

"Adik saya sempat ngumpet (sembunyi-sembunyi) pakai HP pelaku. Terus cerita ke temannya, terus share lock. Pas kami dapat share lock alamat rumah pelaku langsung kami jemput," jelasnya.

Benar saja, saat berada di rumah pelaku, pihak keluarga beserta warga mendapati jelita sedang d sekap di dalam rumah. Sayangnya, meski berhasil menerobos masuk ke dalam rumah, pelaku yang sadar jika dirinya digerebek langsung lari menyelamatkan diri.

"Setelah menjemput adik saya, pihak keluarga langsung melaporkan kejadian ini ke Polres Malang," imbuhnya.

Namun, setelah membuat laporan, pihak keluarga mendapat informasi jika HP milik Jelita dijual di marketplace. Tanpa berfikir panjang, pihak keluarga akhirnya menyamar sebagai pembeli dan berhasil janjian dengan pelaku untuk bertransaksi secara Cash on Delivery (COD).

"Jadi ini tadi inisiatif kami sendiri, tadi pelaku kami jebak untuk COD. Janjiannya hari ini (Sabtu 16/10/2022) untuk COD-nya," jelas RN.

Namun, pelaku ternyata sangat licik. Dia tidak mau membagikan lokasinya melalui aplikasi chatting. Dia berdalih tidak punya paket data internet. Padahal, pelaku malah menunjukkan dimana lokasinya dengan cara video call.

"Jadi kami diarahkan ke kawasan padat penduduk. Kami juga sempat nunggu lama, jadi sepertinya dia ini memang sangat licik. Dia melakukan itu mungkin untuk memastikan apakah polisi atau bukan," tuturnya.

Hingga akhirnya, setelah sempat menunggu beberapa lama kemudian, pelaku memberi tahu jika dirinya ada di rumah kakaknya. Yakni di sekitaran Pasar Dampit, Kabupaten Malang.

"Setelah ketemu, pelaku langsung kami amankan. Kami ikat tangannya dan kami tutup kepalanya. Kemudian kami bawa ke kantor polisi (Polres Malang)," timpal RN.

Di sisi lain, setibanya di Polres Malang, pelaku yang saat itu terlihat duduk di antara sela-sela tempat dudukan kaki sepeda motor matic. Langsung dibawa pihak keluarga ke dalam ruang Satreskrim Polres Malang.

Sementara itu, hingga berita ini di tulis, penyidik masih mengorek keterangan dari pelaku. Ketika ditemui Jatim TIMES, Minggu (16/10/2022) Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana, mengaku akan menyampaikan hasil penyidikan kepada awak media pada Senin (17/10/2022).

Di sisi lain, sebelum membawa pelaku ke Polres Malang, pihak keluarga sempat mengorek beberapa informasi kepada pelaku. Dari pengakuannya, saat membawa Jelita yang ketika itu tak sadarkan diri, pelaku mengajak satu orang temannya.

Belakangan diketahui, HP milik Jelita juga dibawa oleh teman dari pelaku yang sampai saat ini dikabarkan juga masih dalam penyelidikan polisi.

"Kalau dari pengakuan adik saya, selama dia sadar tidak diapa-apain sama pelaku. Tapi kalau pas tidak sadar dia tidak tahu, ini masih mau divisum," ulas RN.

Namun diduga Jelita sempat mengalami kejadian memilukan saat tidak sadarkan diri. Sebab, dari penuturan pelaku kepada pihak keluarga, dia mengaku telah mencabuli korban.

"Waktu membuat laporan ke polisi, kami mendapat informasi jika pelaku ini juga dilaporkan pada bulan lalu karena kasus pencabulan di Bantur," tukasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru