JATIMTIMES - Rusdi, Aremania asal Probolinggo, terlihat begitu ceria saat dibawa perwakilan Aremania Kecamatan Gondanglegi ke Ponpes Darul Musthofa di Putukrejo, Gondanglegi. Sebelum dibawa ke ponpes, Rusdi memang sempat tinggal di Stadion Kanjuruhan sejak Minggu (2/10/2022) karena trauma.
“Mohon maaf tadi saya cek, ternyata ada perubahan. (Rusdi) dibawa ke Ponpes Darul Musthofa di Putukrejo,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang Wiyanto Wijoyo, Kamis (13/10/2022).
Pernyataan itu sekaligus membantahkan statemen dan kabar sebelumnya yang menyebut bahwa Rusdi sudah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) dr Radjiman Wediodiningrat Lawang guna mendapatkan pendampingan psikis. "Ternyata dalam perjalanan (ke ponpes) dibawa Aremania Gondanglegi," kata Wiyanto.
Dari informasi yang dihimpun Dinkes Kabupaten Malang, saat ini kondisi kesehatan maupun rasa trauma yang dialami Rusdi berangsur membaik. Bahkan, remaja 17 tahun asal Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, itu terlihat ceria ketika berada di ponpes. "(Rusdi) sudah dilayani dengan sebaik-baiknya," imbuhnya.
Selain memastikan kondisi psikis Rusdi pasca-trauma dan depresi karena tiga temannya meninggal saat tragedi Kanjuruhan, Wiyanto mengaku tengah berkoordinasi dengan pihak terkait. Salah satunya dengan kadinkes Kabupaten Probolinggo. "Saya juga sudah kontak dengan kadinkes Kabupaten Probolinggo supaya menindaklanjuti. Saat ini masih dikondisikan oleh pihak Kabupaten Probolinggo," imbuhnya.
Sementara itu, sembari menunggu hasil koordinasi dengan pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo, Wiyanto mengaku siap jika memang Rusdi membutuhkan pendampingan medis maupun psikis. Bahkan, pihaknya menyebut Pemkab Malang bersedia menanggung seluruh biaya perawatan Rusdi apabila memang dibutuhkan. "Sambil nunggu dijemput pihak Kabupaten Probolinggo, segala pembiayaan menjadi tanggung jawab Pemkab Malang," tukasnya.
Rusdi sebelumnya dikabarkan datang ke Stadion Kanjuruhan untuk melihat pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan tiga orang temannya, Sabtu 1 Oktober 2022 lalu. Namun, terjadi tragedi usai derby Jawa Timur tersebut yang hingga kini membuat 132 jiwa melayang dan ratusan luka-luka. Tiga teman Rusdi juga meninggal dunia.
Semenjak saat itu, Rusdi memilih kembali ke Stadion Kanjuruhan setelah ikut mengantarkan jasad ketiga temannya ke Probolinggo pada Minggu (2/10/2022). Dia tidur di Stadion Kanjuruhan selama belasan hari.
Hingga akhirnya, setelah sempat menolak untuk didampingi petugas kesehatan, pada Kamis (13/10/2022) Rusdi akhirnya bersedia untuk dibawa oleh Aremania ke pondok pesantren.
