Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Serba-Serbi

Kentut Sapi Dapat Mengganggu Keseimbangan Iklim, Benarkah?

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Lazuardi Firdaus

14 - Oct - 2022, 00:27

Placeholder
Ilustrasi sapi (pixabay)

JATIMTIMES - Mungkin banyak orang yang tak menyangka, jika kentut sapi dapat mengganggu keseimbangan iklim. Lantas mengapa bisa demikian? Apakah kentut sapi mengandung sebuah gas berbahaya?

Diolah dari laman globalcitizen, kentut sapi menjadi ancaman eksistensial terhadap manusia. Kentut sapi juga mengandung atau menghasilkan gas metana.

Bahkan, seperti juga dikutip dari The Guardian, kentut sapi dengan gas metana yang dihasilkan termasuk berbahaya. Setiap tahunnya, seekor sapi dari kentutnya mampu menghasilkan 200 kg metana.

Meski penyebab utama perubahan iklim adalah karbondioksida, namun ternyata, gas metana 84 kali lebih kuat dan dapat merusak atmosfer bumi. Dengan kata lain sendawa dan kentut sapi memiliki kontribusi cukup besar terhadap emisi gas rumah kaca.

Hal ini, tentu berpengaruh pada iklim bumi yang artinya mempengaruhi kehidupan manusia. Dari laman Kementerian Pertanian, Badan Litbang Pertanian, dijelaskan gas yang keluar dari tubuh sapi dalam bentuk sendawa atau kentut, dua pertiga adalah  mengandung senyawa amonia.

"Senyawa amonia ini sangat beracun bagi hewan yang hidup di air dan berbahaya bagi tanah yang subur. Terkadang senyawa amonia yang berdifusi ke udara bisa menyebabkan hujan asam," kutip dalam laman Kementerian Pertanian.

Gas metana juga pernah membuat ledakan besar di sebuah peternakan. Dilansir dari  laman Metrocoik, sebuah peternakan di Rasdorf Jerman pernah meledak karena kentut seekor sapi pada 28 Januari 2014.

Ledakan terbesar karena penumpukan gas metana dari kentut 90 ekor sapi yang dipelihara di peternakan tersebut.
Hingga kemudian pada malam hari saat listrik dinyalakan, membuat peternakan meledak akibat gas metana yang diduga terkena aliran listrik.

Akan tetapi, sapi tetap merupakan ternak yang penting dan tak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Sapi memiliki banyak manfaat untuk keberlangsungan hidup manusia. Seperti daging, susu tentu juga menjadi makanan yang dibutuhkan manusia untuk memenuhi gizi.


Topik

Serba-Serbi



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Lazuardi Firdaus